Figur Ketua Umum Tidak Berpengaruh Pada Pemilih Calon Gubernur DKI

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Senin, 31 Oktober 2016
Figur Ketua Umum Tidak Berpengaruh Pada Pemilih Calon Gubernur DKI

Pengundian nomor urut calon gubernur dan wagub pada Pilgub DKI 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Selasa (25/10). (Foto: MerahPutih.Com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (Kedai Kopi) menyatakan Figur tokoh partai tidak berpengaruh kepada ketiga calon gubernur DKI.

Founder Kedai Kopi Hendri Satrio mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak membawa dampak positif kepada masyarakat untuk memilih calon petahana Ahok-Djarot.

"Hasil survei menunjukkan sebanyak 24,5 persen responden menjawab akan memilih pasangan Ahok-Djarot karena sosok megawati merupakan Ketua Umum PDIP. Sedangkan yang tidak berpengaruh sebanyak 58,6 persen. Sisanya 16,9 persen tidak tahu," ujar Hendri saat ditemui di Kedai Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/10).

Sementara, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih diuntungkan, pasalnya figur ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan mantan Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat. Namun hal itu tidak menjadi alasan kuat bagi pemilih untuk memilih pasangan Agus-Sylvi.

"Responden sebesar 53,3 persen menyatakan tidak mempengaruhi dalam memilih pasangan calon Agus-Sylvi. Sedangkan 29,8 persen yang memilih pasangan Agus-Sylviana. Sisanya 16,7 persen tidak tahu," papar Hendri.

Sementara, dari kubu Prabowo Subianto sosoknya sebagai Ketua umum Partai Gerindra terhadap pasangan Anies-Sandi. Hanya ada 22,9 persen yang memilih pasangan Anies-Sandi karena sosok Prabowo.

"Sebanyak 56,3 persen mengaku faktor Prabowo bukanlah hal yang menentukan dirinya akan memilih pasangan Anies-Sandi. Sementara 20,8 persen menjawab tidak tahu," ujar Hendri.

Seperti diketahui, Lembaga Survei Kedai Kopi dalam surveinya menggunakan metode multistage random sampling dengan margin eror 4 persen. Ada sebanyak 694 responden dari 78 kelurahan di 6 wilayah DKI Jakarta. Survei ini dilakukan sejak 19-24 Oktober 2016. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Tahapan Kampanye Pilgub Banten 2017 Dimulai
  2. Pengundian Nomor Urut Calon Pilgub DKI 2017
  3. Tak Hadiri Pengundian, Calon Pilgub DKI Tak Dapat Nomor Urut
  4. Penetapan Calon Pilgub DKI 2017
  5. Sibuk Kerja, Ahok-Djarot Tak Hadir di Penetapan Calon Pilgub DKI 2017
#Pilgub DKI 2017 #Anies Baswedan-Sandiaga Uno #Agus Yudhoyono-Sylviana Murni #Pasangan Ahok-Djarot #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan