Faisal Basri: Tantangan Ekonomi 2016 Masih Berat

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 01 Januari 2016
Faisal Basri: Tantangan Ekonomi 2016 Masih Berat

Petugas bank menghitung uang pecahan dolar Amerika di Jakarta, Selasa (10/6). (Foto Antara/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Memasuki pergantian tahun ternyata kondisi ekonomi global tidak terlalu banyak berubah. Perekonomian dunia tahun 2016 tampaknya akan terus menghadapi tekanan dan gejolak. 

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menyatakan negara-negara maju masih akan mengalami stagnasi. Fenomena ini disebut oleh Larry Summers, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, sebagai secular stagnation, yakni ketidakmampuan negara-negara maju untuk tumbuh pada tingkat yang memadai sekalipun kebijakan moneter sudah sangat longgar dengan suku bunga mendekati nol persen.

"Kenaikan suku bunga jangka pendek oleh The Fed sebesar 0,25 persen menjadi 0,5 persen diperkirakan paling banyak akan dilakukan dua kali lagi tahun 2016 karena di tengah jalan bakal menghadapi potensi ancaman makin nyata terhadap pemulihan ekonomi AS yang sejauh ini cukup menggembirakan," kata Faisal melalui laman blog pribadinya yang dikutip Merahputih.com, Jumat (1/1).

Ekonomi Tiongkok, yang merupakan perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, masih melemah dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 7 persen. Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi dunia semakin tertekan. Oleh karena itu, Faisal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2016 diperkirakan tidak akan jauh beranjak dari pencapaian tahun 2015.

Perdagangan dunia juga mengalami tekanan. 

"Sudah tiga tahun berturut-turut pertumbuhan perdagangan dunia lebih rendah dari pertumbuhan output dunia, suatu fenomena yang sangat langka selama ini. Baltic dry index yang mengukur pergerakan peti kemas di seluruh dunia menukik ke titik terendah sejak indeks itu diperkenalkan tahun 1985, ke arah di bawah 500 pada November 2015," ujarnya.

Harga-harga komoditi, menurut Faisal, masih rendah. Proyeksi terkini oleh Bank Dunia menunjukkan harga komoditas energi, tambang, dan petanian seluruhnya masih akan tertekan pada tahun 2016.

Kemitraan dagang Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) akan membuat persaingan dengan negara-negara tetangga bakal semakin berat. Hal ini dikarenakan Malaysia dan Vietnam sudah lebih dulu masuk sehingga mereka bisa menggunakan jalan bebas hambatan memasuki  pasar Amerika Serikat, Kanada,  Jepang, Australia, dan Selandia Baru. 

"Vietnam punya daya tarik yang lebih kuat bagi investor asing untuk membangun pabrik atau industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Sebaliknya, investor yang masuk ke Indonesia kebanyakan berorientasi pasar dalam negeri sehingga tidak banyak meningkatkan kapasitas ekspor," katanya.

Namun, setiap tantangan menghadirkan kesempatan. Setiap ancaman menghadirkan peluang. 

Jatuhnya harga minyak dijadikan momentum untuk berbenah diri, menghimpun tenaga untuk lebih siap menghadapi kemungkinsn sebaliknya. Landasan fiskal diperkokoh dan jaring-jaring pengaman sosial diperkuat.

"Kemerosotan harga komoditas pertanian dimanfaatkan untuk peremajaan tanaman, bukan justru menerlantarkannya, sehingga ketika menghadapi siklus kenaikan harga kita bisa menikmatinya secara maksimal," ujarnya.

BACA JUGA

  1. Tahun 2016 Pertumbuhan Ekonomi RI 4,9%-5,1%
  2. Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2016
  3. Indeks Literasi Akan Terus Ditingkatkan Tahun Depan
  4. BPS: Semua Lapangan Usaha, Kecuali Pertambangan akan Meningkat Triwulan III 2015
  5. APBI: PHK Buruh Sektor Pertambangan Terjadi Tiga Tahun Terakhir

 

#Trans-Pacific Partnership (TPP) #The Fed #Tiongkok #Ekonomi Global Melambat #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Efek Domino The Fed Meluas, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Loyo
Penasaran kenapa nilai tukar rupiah hari ini kembali anjlok terhadap dolar AS? Cek analisis lengkap efek suku bunga The Fed dan prediksi pergerakan kurs rupiah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Efek Domino The Fed Meluas, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Loyo
Indonesia
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Kabar mengejutkan! The Fed resmi menaikkan suku bunga akibat lonjakan inflasi imbas perang di Iran. Cek dampaknya buat cicilan KPR dan ekonomi global di sini.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Indonesia
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan laporkan simulasi ekonomi RI stabil 3 bulan ke depan, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Indonesia
Prabowo Subianto Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tenang dan Mampu Bertahan dari Gempuran Perang Dagang
Prabowo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk merefleksikan satu tahun kepemimpinannya
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 29 November 2025
Prabowo Subianto Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tenang dan Mampu Bertahan dari Gempuran Perang Dagang
Indonesia
Prabowo Perintahkan Menteri Gerak Cepat Lakukan Hilirisasi, Kerjasama Dengan China
Prabowo menekankan pentingnya kerjasama antar negara, seperti yang dilakukan Indonesia dan Tiongkok.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Juni 2025
Prabowo Perintahkan Menteri Gerak Cepat Lakukan Hilirisasi, Kerjasama Dengan China
Indonesia
PM Tiongkok Datang ke Indonesia, HBKB Sudirman-Thamrin Dihentikan Sementara
Peniadaan HBKB itu mempertimbangkan kepentingan kenegaraan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Mei 2025
PM Tiongkok Datang ke Indonesia, HBKB Sudirman-Thamrin Dihentikan Sementara
Dunia
Pemimpin Keuangan G7 Soroti Tarif Trump Bikin Naiknya Ketidakpastian Ekonomi Global
Pendekatan Trump yang konfrontatif di bidang perdagangan telah membuat prospek ekonomi global kian tak menentu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Mei 2025
Pemimpin Keuangan G7 Soroti Tarif Trump Bikin Naiknya Ketidakpastian Ekonomi Global
Indonesia
Investasi Bangunan Landai, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Turun 0,1%
BI merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Mei 2025
Investasi Bangunan Landai, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Turun 0,1%
Bagikan