Disebut Cewe Cabe-cabean, Alasan Pelaku Aniaya Kakak Kelasnya

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Senin, 07 September 2015
Disebut Cewe Cabe-cabean, Alasan Pelaku Aniaya Kakak Kelasnya

Ilustrasi Kekerasan (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Hingga kini kemunculan video amatir berdurasi 5 menit 47 detik yang memuat tayangan kekerasan di Sumatera Utara masih ramai dibicarakan netizen.

Video tersebut berisi adegan kekerasan yang dilakukan seorang siswi kelas VIII SMPN 4 berinisial RK (14) Kota Binjai, Sumatera Utara kepada kakak kelasnya berinisial SR Dalam video tersebut RK yang mengenakan seragam pramuka nampak memukul, mencaci dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada kakak kelasnya.

Korban berulang kali dipukul, ditampar, ditendang hingga akhirnya menangis. Informasi yang dihimpun pelaku memukuli korban lantaran kesal dengan korban yang menuding dirinya pernah menjual diri.

Korban juga menyebarkan kabar yang berisi bahwa pelaku adalah perempuan cabe-cabean. Kesal dengan kabar tersebut pelaku lantas memukuli dan memaki korban. Belakangan diketahui aksi kekerasan dilakukan di sebuah taman bermain di kawasan Kancil Mas, jalan Bejo Buna, Kelurahan Tmbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara pada Sabtu (5/9).

Sebelum melakukan aksi kekerasan pelaku tertawa dan melihat ke arah teman-temannya yang sedang merekam video tersebut. Sejumlah rekan korban yang merekam kejadian kekerasan itu juga memanas-manasi pelaku. Karena didukung rekannya, pelaku semakin beringas memukul, menendang, menjambak dan menendang korban.

Sejumlah siswa yang melihat kejadian kekerasan tersebut juga tidak melakukan apa-apa. Mereka seolah-olah membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan pelaku.

Hingga berita ini diturunkan Polres Binjai, Sumatera Utara masih melakukan penyelidikan terkait beredarnya video kekerasan di jejaring sosial.

BACA JUGA:  

Heboh, Video Bullying Sesama Siswi SMP di Binjai Dikecam Netizen

#Bullying #Kekerasan Anak
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Ada komunitas digital yang berkembang secara masif di media sosial dan berpotensi mendorong kekerasan ekstrem, khususnya pada anak-anak.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Indonesia
Kasus Kekerasan Seksual Cenderung Meningkat di Kota Solo, Persetubuhan Anak Paling Banyak Dilaporkan
Dari 162 kasus yang ditangani sepanjang tahun ini, kekerasan seksual menempati peringkat pertama sejak Januari hingga November.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Kasus Kekerasan Seksual Cenderung Meningkat di Kota Solo, Persetubuhan Anak Paling Banyak Dilaporkan
Indonesia
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku
Polres Wonogiri menetapkan empat santri sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan santri berusia 12 tahun meninggal dunia di pondok pesantren.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku
Indonesia
Polres Wonogiri Bongkar Makam Santri, Diduga Korban Bullying Senior di Ponpes
Korban dilaporkan meninggal dunia pada Senin (15/12). Sejumlah orang telah ditahan atas meninggalnya santri itu.
Dwi Astarini - Sabtu, 20 Desember 2025
Polres Wonogiri Bongkar Makam Santri, Diduga Korban Bullying Senior di Ponpes
Indonesia
Dewan PSI Minta Disdik Cabut Izin Sekolah yang Cuek Tangani Kasus Bullying
Para orangtua murid melayangkan laporan kepada kepolisian perihal perundungan yang dialami bisa jadi merupakan indikasi sekolah terkait tak responsif.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Desember 2025
Dewan PSI Minta Disdik Cabut Izin Sekolah yang Cuek Tangani Kasus Bullying
Indonesia
Fenomena Gunung Es Kekerasan Anak di DKI Bikin Merinding, DPRD Tekankan Tiga Jurus yang Wajib Sekolah Jalankan
Rio mendorong adanya pelatihan teknis intensif bagi kepala sekolah, guru, anggota TPPK/PPK
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Desember 2025
Fenomena Gunung Es Kekerasan Anak di DKI Bikin Merinding, DPRD Tekankan Tiga Jurus yang Wajib Sekolah Jalankan
Indonesia
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Pemprov DKI Jakarta menyediakan hotline 24 jam, call center 112, Pos SAPA, dan layanan PUSPA untuk memperkuat perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Indonesia
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Lemahnya langkah antisipatif membuat kasus kekerasan terhadap anak terus berulang.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Indonesia
Aturan Antiperundungan di Sekolah Terbit Tahun Depan, Peran Guru dan BK bakal Dimaksimalkan untuk Pencegahan
Selain memperbarui regulasi, pemerintah juga menyiapkan surat edaran bersama 5 kementerian memperkuat pembangunan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Dwi Astarini - Minggu, 23 November 2025
Aturan Antiperundungan di Sekolah Terbit Tahun Depan, Peran Guru dan BK bakal Dimaksimalkan untuk Pencegahan
Indonesia
Pramono Anung Lantik 673 Kepala Sekolah, Minta Sekolah Bebas Perundungan
Gubernur DKI Pramono Anung tegaskan komitmen pencegahan bullying serta penguatan mutu pendidikan di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
Pramono Anung Lantik 673 Kepala Sekolah, Minta Sekolah Bebas Perundungan
Bagikan