Buru Penyerang Dua Tentara di Gowa, TNI-Polri Bentuk Tim Gabungan

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Selasa, 14 Juli 2015
Buru Penyerang Dua Tentara di Gowa, TNI-Polri Bentuk Tim Gabungan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Hingga kini tim gabungan TNI-Polri masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyerangan dan penikaman terharap dua orang personel Kostrad di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam insiden penyerangan pada Minggu (12/7) seorang prajurit TNI tewas ditikam puluhan orang tidak dikenal.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menjelaskan bahwa pihaknya bersama dengan TNI sudah membentuk tim dan masih terus melakukan penyelidikan. Tim tersebut akan di back-up oleh Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso.

"Saat ini tim sedang bekerja, kita tidak bisa menduga-duga siapa pelakuknya," kata Jenderal Badrodin Haiti disela-sela acara serah terima jabatan Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7).

Kapolri menjelaskan tim gabungan dipimpin oleh Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar dan Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Pol Anton Setiadji. Kapolri juga tidak mau menduga-duga siapa pelaku penyerangan yang menewaskan seorang prajurit TNI.

"Saya belum dapat laporan, silahkan secara teknis tanya kepada Kabareskrim," tandas Badrodin.

Seperti diketahui, dua anggota Kostrad yaitu Pratu Aspin Mallobasang dari Yonif L 433/JS dan Pratu Fatku Rahma dari Brigif L-3/K diserang oleh puluhan orang yang tak dikenal di tempat parkir lapangan Syekh Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (12/7) kemarin. Namun Pratu Aspin telah tewas meski sudah dievakuasi ke rumah sakit.

Menurut saksi mata di lokasi pelaku pengeroyokan berjumlah puluhan orang, berbadan tegap, berkopiah hitam dan mengendarai sepeda motor Scorpio berwarna Silver dengan variasi hitam.

Sementara itu Pangkostrad Letjen TNI Mulyono menghimbau kepada segenap prajurit Kostrad agar dapat menahan diri dan menjauhi segala bentuk provokasi yang dapat mengadu domba antara TNI dan Polri. Pangkostrad menyerahkan sepenuhnya kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang prajurit TNI kepada pihak polisi.

"Seluruh prajurit Kostrad tidak boleh begerak sendiri-sendiri. Waspadai oknum-oknum yang membenturkan dua institusi aparat keamanan negara," kata Jenderal bintang tiga dalam jumpa persnya di Makostrad, Senin (13/7). (bhd)

BACA JUGA:  

Pelaku Penyerangan Dua Tentara di Gowa Belum Tertangkap 

Pangdam Jaya Minta Prajurit Jangan Emosional dan Arogan 

Jenderal Gatot: Kita Akan Buat Tentara Profesional dan Militan 

Jenderal Gatot Nurmantyo Resmi Terima Tongkat Komando Panglima TNI 

 

 

 

 

 

#Letjen TNI Mulyono #Jenderal Gatot Nurmantyo #Panglima TNI #Jenderal Badrodin Haiti #Kapolri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Ingatkan Polri: jangan cuma Hadir di Pusat Perekonomian
Secara khusus, ia menyoroti kerja kepolisian yang dilakukan hingga ke wilayah terpencil dan desa.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Prabowo Ingatkan Polri: jangan cuma Hadir di Pusat Perekonomian
Indonesia
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Mensesneg juga menyampaikan rapat yang membahas keamanan dan ketertiban itu juga diarahkan untuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
Pengamat Sebut Regenerasi Kapolri Keniscayaan, Keputusan Tetap Hak Prerogatif Presiden
Pergantian Kapolri merupakan bagian dari regenerasi organisasi yang wajar dan harus ditempatkan dalam koridor konstitusi, bukan didorong tekanan demonstrasi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Pengamat Sebut Regenerasi Kapolri Keniscayaan, Keputusan Tetap Hak Prerogatif Presiden
Indonesia
Kapolri Jamin Rangkaian Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kondusif
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan seluruh agenda peringatan kemerdekaan.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Kapolri Jamin Rangkaian Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kondusif
Indonesia
Tanggapi Isu Surpres Pergantian Kapolri, Listyo Sigit: Itu Hak Prerogatif Presiden
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan isu surpres pergantian Kapolri tidak memengaruhi kinerja Polri.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Tanggapi Isu Surpres Pergantian Kapolri, Listyo Sigit: Itu Hak Prerogatif Presiden
Indonesia
Belum Ada Surat dari Presiden Prabowo, DPR Jamin Posisi Kapolri Jenderal Sigit masih Aman
Informasi yang menyebut surpres pergantian Kapolri telah diterbitkan tidak benar.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Belum Ada Surat dari Presiden Prabowo, DPR Jamin Posisi Kapolri Jenderal Sigit masih Aman
Indonesia
DPR Bantah Isu Surpres Pergantian Kapolri, Habiburokhman: Tidak Benar Ada Surat Presiden
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memastikan tidak ada surat presiden terkait pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
DPR Bantah Isu Surpres Pergantian Kapolri, Habiburokhman: Tidak Benar Ada Surat Presiden
Indonesia
Daftar Jenderal Dipromosikan Kapolri Listyo, Ada Yang Naik Jadi Bintang 2
Sebagai unsur pelaksana utama Polri, Baintelkam memiliki tugas menyelenggarakan fungsi intelijen keamanan guna mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Daftar Jenderal Dipromosikan Kapolri Listyo, Ada Yang Naik Jadi Bintang 2
Indonesia
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Kerja sama tersebut dibutuhkan, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta penguatan pertahanan negara.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Bagikan