Jenderal Gatot: Kita Akan Buat Tentara Profesional dan Militan

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Selasa, 14 Juli 2015
Jenderal Gatot: Kita Akan Buat Tentara Profesional dan Militan

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan akan terus menjalankan program kerja Panglima TNI sebelumnya, Jenderal Moeldoko. Salah satu program yang akan terus dijalankan adalah soal profesionalitas prajurit.

"Kita akan buat tentara profesional, militan dan disiplin," kata Jenderal Gatot usai serah terima jabatan di hadapan ribuan personel TNI dari tiga Matra di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7).

Alumnus Akabri tahun 1982 menambahkan tugas lain yang tidak kalah penting dan menjadi tanggung jawab TNI adalah menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan dengan negara-negara sahabat.

"Kita berharap kekuatan tiga matra terus tangkas dalam menjaga keamanan serta poros maritim ,"papar mantan KSAD.

Masih kata Gatot dalam kesempatan tersebut ia mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI sebelumnya Jenderal Moeldoko yang sudah membuat TNI lebih handal, profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan prajurit.

"Saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk melanjutkan kepemimpinan Panglima TNI," demikian Jenderal Gatot.

Seperti diketahui, pergantian jabatan tersebut sesuai dengan keputusan presiden (Keppres), Republik Indonesia No. 49/ TNI/2015, tentang pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI.

Sebelumnya Jenderal Gatot Nurmantyo sendiri telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi), pada tanggal 8 Juli 2015 di Istana negara. Penujukan Gatot sebagai Panglima menggantikan tugas dan peran Moeldoko yang memasuki masa pensiun pada 1 Agustus 2015 nanti.

Jenderal Gatoto sendiri adalah alumnus Akabri tahun 1982 dan berpengalaman di divisi Infanteri atau korps Baret Hijau. Ia lahir di Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 13 Maret 1960. Sebelum menjabat Panglima TNI, ia pernah memangku jabatan KSAD, kemudian Pangkostrad, Dankodiklat TNI AD dan juga Pangdam V/Brawijaya. (bhd

BACA JUGA:   

Jenderal Gatot Nurmantyo Resmi Terima Tongkat Komando Panglima TNI 

KSAD: Kopassus Tidak Pernah Gagal Jalankan Tugas 

TB Hasanudin: PR Panglima TNI Masih Banyak 

Panglima TNI Harus Paham Nawa Cita 

 

 

 

 

#Panglima TNI #Jenderal Moeldoko #Jenderal Gatot Nurmantyo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Mensesneg juga menyampaikan rapat yang membahas keamanan dan ketertiban itu juga diarahkan untuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Kerja sama tersebut dibutuhkan, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta penguatan pertahanan negara.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Indonesia
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Mereka terlihat tersenyum sambil memperagakan salam komando sebagai simbol kebersamaan. 

Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Berita Foto
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Indonesia
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Indonesia
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Komisi I DPR menanggapi keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghidupkan jabatan Kaster. Tegaskan kebijakan ini bukan kembalinya dwifungsi ABRI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Indonesia
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Status siaga 1 TNI diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Antisipasi ancaman siber, infiltrasi informasi, dan dinamika geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Indonesia
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kesiapan TNI dalam menghadapi situasi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Indonesia
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI merupakan hal wajar sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Bagikan