Breaking News, Tarif Go-Jek Bakal Naik
CEO Go-Jek Nadiem Makarim saat perekrutan besar-besaran driver Go-Jek di Komplek GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8). (Foto: MerahPutih/Venansius Fortunatus)
MerahPutih Peristiwa - Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek, Nadiem Makarim mengatakan bakal menyesuaikan tarif Go-Jek dengan pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Imbasnya, tarif Go-Jek bakal mengalami kenaikan.
Menurut Nadiem, selama ini konsumen bisa menikmati tarif murah karena pengendara masih disubsidi oleh perusahaan. Namun, dalam dekat ini pihak perusahaan berencana mencabut subsidi yang akan berakibat pada kenaikan tarif.
"Selama ini pengendara disubsidi oleh perusahaan, makanya untuk menarik subsidi kita akan naikan tarif, tapi ini baru rencana," katanya di sela-sela training safety riding yang bertajuk 'Street Smart Program' di Lapangan Terbang, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (24/11). Tapi, Nadiem belum memberikan kepastian kapan kenaikan tarif ini bakal mulai berlakukan.
Saat ini Go-Jek tengah menggelar promosi dengan memberlakukan tarif sebesar Rp15 ribu untuk jarak 25 kilometer. (Fdi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Grup WA 'Mas Menteri Core' Bakal Dibongkar! Nadiem Makarim Siap Buka-bukaan Chat Rahasia di Persidangan
Sidang Korupsi Laptop Chromebook Macet! Nadiem Makarim Masih Terkapar Sakit, Orang Tua Pasrah Tunggu Kepastian Hukum
Orangtua Nadiem Hadiri Sidang Dugaan Korupsi Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta
Bukan Cuma Nadiem Makarim, ini Daftar Pihak yang Diperkaya di Kasus Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Korupsi Chromebook, Nadiem Makariem Terima Rp 809 Miliar
Jaksa Sebut Nadiem Terima Rp 809,56 Miliar Didugaan Korupsi Chromebook, Buktinya Laporan LHKPN
3 Eks Anak Buah Nadiem Didakwa Rugikan Negara Rp 2,1 Triliun di Kasus Korupsi Chromebook
Sidang Perdana Chromebook Ditunda, Nadiem Sakit
Habis Operasi, Terdakwa Nadiem Makarim Kemungkinan Absen Sidang Pertama
Nadiem Makarim Disidang Hari ini, Agendanya Pembacaan Dakwaan Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook yang Rugikan Negara Rp 2,1 Triliun