Bendungan Raknamo Optimis Selesai 3 Tahun

Fadhli Fadhli - Minggu, 26 Juli 2015
Bendungan Raknamo Optimis Selesai 3 Tahun

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri meninjau pembanguan Bendungan Raknamo, di Kupang, NTT, Sabtu (25/7). (Foto: Setkab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai progress pembangunan bendungan Raknamo sangat cepat dan optimis akan selesai dalam tiga tahun. Dirinya memuji pembangunan bendungan yang terletak di kabupaten Kupang, Nusan Tenggara Timur (NTT).

“Kita lihat terowongannya sudah tembus dan selesai. Dulu disampaikan kepada saya selesai lima tahun dan ini bisa maju menjadi tiga tahun dan karena memang kerjanya marathon. Ini menunjukan bahwa kita serius untuk menyelesaikan infrastruktur,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan bendungan itu, Sabtu (25/7), seperti dikutip dari Setkab.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam laporannya mengakui pembangunan Bendungan Raknamo tidak menemui kendala karena masyarakat mendukung dengan baik. Bahkan masyarakat menyerahkan sebagian tanahnya untuk membuat jalan masuk dan lebih kurang 25 makam dipindahkan.

Pembangunan Bendungan Raknamo telah dimulai sejak 20 Desember 2014, ditargetkan rampung pada 2017. Kapasitas bendung tersebut 14,09 juta meter kubik dan penyediaaan air bersih untuk ibu kota Kabupaten Kupang 100 liter per detik.

 

Baca juga:

Demi Ayahnya, Mantan Pegawai Situs Sosial Bookmark Terbesar Jual Ginjal

Mantan Pegawai Situs Sosial Bookmark Terbesar Jual Ginjal

Akun Humas Polri Dukung Buwas, Netizen Malah Geram

Pemerintah Indonesia Kirim Satgas Helikopter MI-17 ke Mali

Presiden Jokowi akan Hadiri Rembuk Nasional Kreatif I 2015 di ICE

#NTT
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Kasus YBR sebagai bukti rapuhnya perlindungan negara terhadap anak-anak di pelosok kawasan 3 T yang perlunya penanganan khusus dan darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Tragedi Siswa SD di NTT,  Pendidikan Kawasan 3T Harus Jadi Prioritas Nasional
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Lainnya
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Mensesneg mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk merumuskan langkah preventif.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Bocah SD NTT Bunuh Diri, Mensesneg Prasetyo Hadi 'Warning' Aparat Desa
Indonesia
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak merupakan teguran bagi negara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Siswa SD Tak Mampu Beli Buku Bunuh Diri, Ketua DPR: Biaya Pendidikan Bukan Cuma Sekolah Gratis
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Olahraga
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Pemprov NTB dan NTT Nyatakan Kesiapan Gelar PON XXII 2028
Indonesia
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Dalam 24-72 jam, bibit siklon tropis 93S memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis, sedangkan bibit siklon tropis 95S masih berada dalam kategori peluang rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
2 Bibit Siklon Terpantau di Sekitar NTT, Bawa Potensi Hujan Ringan hingga Lebat
Indonesia
Gubernur NTT Janji Kawal Keluarga Prada Lucky Tuntut Keadilan Sampai ke Pusat
"Selaku Gubernur NTT, saya mendukung langkah dan sikap orang tua dari Prada Lucky, Pak Kristian Namo dan lbu Sepriana Paulina Mirpey,"
Wisnu Cipto - Senin, 11 Agustus 2025
Gubernur NTT Janji Kawal Keluarga Prada Lucky Tuntut Keadilan Sampai ke Pusat
Bagikan