Bakal Kerahkan Tentara di Luar Negeri, Parlemen Jepang Ricuh

Ana AmaliaAna Amalia - Jumat, 18 September 2015
Bakal Kerahkan Tentara di Luar Negeri, Parlemen Jepang Ricuh

ANTARA FOTO/REUTERS/Toru Hanai/djo/15

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Anggota parlemen oposisi mengelilingi Masahisa Sato utusan ketua parlemen tinggi komite khusus untuk keamanan, dalam sidang komite khusus parlemen tinggi mengenai aturan-berhubungan dengan keamanan di Tokyo, Jepang, Kamis (17/9).

Kumpulan pengunjuk rasa beraksi saat parlemen Jepang hampir menyetujui Undang-Undang perubahan kebijakan pertahanan yang memungkinkan tentara bertempur di luar negeri untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, meskipun ada penolakan dari banyak pemilih umum.

Sejak kalah dari Perang Dunia II, Jepang memang tidak diizinkan menurunkan tentara mereka untuk kepentingan militer internasional.

70 Tahun telah berlalu, kini Jepang ingin menunjukan kekuatan militer mereka yang sempat 'tertidur' akibat ia dan sekutunya Jerman kalah Perang Dunia II.

BACA JUGA:

  1. Gunung Aso di Jepang Meletus
  2. Wow! Banjir di Jepang, Airnya Bening Banget
  3. Ekonomi Tiongkok Simbol Lemahnya Ekonomi Global
  4. Restoran India Meledak, 82 Orang Tewas
#Militer
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Indonesia
Nasib Empat Tersangka Penganiaya Andrie Yunus Ditentukan di Pengadilan Militer Besok
Oditurat Militer memastikan proses hukum terhadap empat oknum TNI yang menjadi tersangka penyiraman air keras ini berjalan transparan dan profesional
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Nasib Empat Tersangka Penganiaya Andrie Yunus Ditentukan di Pengadilan Militer Besok
Indonesia
Tambahan Pesawat Militer A400M Tergantung Putusan Menteri Pertahanan
TNU AU hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Tambahan Pesawat Militer A400M Tergantung Putusan Menteri Pertahanan
Indonesia
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
Selain pengerahan armada mandiri, Prancis memperkuat komitmennya terhadap keamanan kolektif Eropa
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
Dunia
Kemlu Qatar Tegaskan Tidak Ambil Bagian dalam Serangan ke Iran, Hanya Gunakan Hak
Menurut juru bicara Kemlu Qatar, wilayah Qatar telah menjadi sasaran tiga rudal jelajah, yang semuanya ditembak jatuh, 101 rudal balistik, 98 di antaranya ditembak jatuh, dan 39 drone, 24 di antaranya ditembak jatuh.
Frengky Aruan - Rabu, 04 Maret 2026
Kemlu Qatar Tegaskan Tidak Ambil Bagian dalam Serangan ke Iran, Hanya Gunakan Hak
Dunia
Militer AS Klaim Telah Serang Hampir 2.000 Target di Iran dalam Pengerahan Terbesar di Timur Tengah
Kepala Komando Pusat Angkatan Darat AS juga menilai bahwa kemampuan Iran untuk membalas menurun.
Frengky Aruan - Rabu, 04 Maret 2026
Militer AS Klaim Telah Serang Hampir 2.000 Target di Iran dalam Pengerahan Terbesar di Timur Tengah
Indonesia
Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme
“Ini bisa menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme," ujar Gus Yahya
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme
Indonesia
Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB
Selain menuntut pertanggungjawaban Dewan Keamanan PBB, Iran juga menyoroti kegagalan hukum internasional dalam membendung aksi Amerika Serikat dan Israel selama ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Klarifikasi Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel
Kebenaran informasi isu WNI bergabung dengan militer Israel perlu diverifikasi terlebih dahulu melalui Kementerian Luar Negeri.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Februari 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Klarifikasi Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel
Indonesia
RI-Yordania Join Bikin Drone Militer Canggih, Libatkan Pindad & Deep Element
Deep Element memiliki keunggulan dalam merancang drone intai maupun tempur berteknologi canggih.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 November 2025
RI-Yordania Join Bikin Drone Militer Canggih, Libatkan Pindad & Deep Element
Bagikan