Air Terjun Kedung Pedut, Nikmatnya Sensasi Mandi di Antara Tebing Kapur

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 12 Februari 2016
Air Terjun Kedung Pedut, Nikmatnya Sensasi Mandi di Antara Tebing Kapur

Air terjun Kedung Pedut di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, DI Yogyakarta. (Foto MerahPutih/Fredy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Air terjun Kedung Pedut merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, DI Yogyakarta. Posisinya persis di bawah kawasan air terjun Kembang Soka. Jaraknya hanya sekitar 2 kilometer.

Keunikan air terjun Kedung Pedut terletak pada kawah-kawah kecil. Kawah-kawah kecil tersebut dinamakan kedung, yakni Kedung Merak, Kedung Lanang, Kedung Wedok, dan Kedung Anyes. Di kawah-kawah tersebut pengunjung diperkenankan mandi sepuasnya. Kedalamannya bervariasi, dari setengah meter hingga 1,5 meter. Sementara di sekelilingnya terdapat hamparan air terjun, dari ketinggiaan 3 meter hingga 15 meter.

Kedung andalan di sini ialah Kedung Wedok. Warga sekitar menyebut kedung tersebut dengan Kedung Pedut. Luas hamparan kolamnya merupakan paling luas di antara kedung-kedung lainnya. Ketinggian air terjun kedung ini pun tertinggi di antara yang lainnya, mencapai 15 meter.

Di kedung itu pula pengunjung menjadikannya sebagai water canyon. Sensasinya dinginnya air dan hamparan tebing-tebing batuan kapur membuat kenikmatan bermandi semakin terpuaskan.

Tak hanya itu, keunikan lainnya, saat debit air tinggi deretan kedung-kedung tersebut memberi panorama indah. Pasalnya, dilihat dari ketinggian, air di kedung-kedung tersebut seolah terdiri dari dua warna. Beberapa kedung tampak agak kehijau-hijauan, sementara yang lainnya tampak agak kebiruan. Semua itu karena pantulan cahaya matahari dan hijaunya tebing.

Berbeda dengan air terjun lainnya yang berada di Desa Jatimulyo, di kawasan air terjun Kedung Pedut ini pengunjung bisa menikmati flying fox dan climbing. Kelompok masyarakat pengelola kawasan air terjun Kedung Pedut atau Pokdarwis Kedung Pedut, menyediakan kedua permaianan alam tersebut. "Biaya climbing tergantung sama instrukturnya. Kalau flyingfox Rp15.000 untuk dua kali meluncur," papar Fauzan, salah satu anggota Pokdarwis Kedung Pedut, di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, DI Yogyakarta, saat berbincang dengan merahputih.com, pekan lalu. (fre)

BACA JUGA:

  1. Waktu yang Tepat Mengunjungi Air Terjun
  2. Legenda di Balik Keindahan Pulau Samosir
  3. Air Terjun Kembang Soka Pesona Alam Kulon Progo
  4. Sejak Dibuka 2015, Keasrian Air Terjun Setawing Sedot Wisatawan
  5. Kecantikan Puteri Samudera di Pantai Watu Karang Pacitan
#Yogyakarta #Air Terjun #Air Terjun Kedung Pedut
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - 2 jam, 1 menit lalu
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Siap memberangkatkan jemaah calon haji mulai 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Indonesia
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Stabilitas di daerah menjadi fondasi penting bagi kelancaran kehidupan masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 September 2025
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Bagikan