Absen dalam Upacara Kemerdekaan di Istana Nanti, SBY 'Balas' Mega?

Ana AmaliaAna Amalia - Sabtu, 15 Agustus 2015
Absen dalam Upacara Kemerdekaan di Istana Nanti, SBY 'Balas' Mega?

Facebook SBY

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Sudah bukan rahasia lagi para pemimpin bangsa kita kerap menunjukan sikap 'tidak dewasa' pada bangsanya sendiri.

Masih ingat saat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri nyaris tidak pernah menunjukan batang hidungnya di berbagai acara penting negara seperti upacara kemerdekaan di Istana pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?

Ya, Mega memang menunjukan sikap 'dingin' pada SBY sebab SBY dahulu adalah salah satu Menteri dalam kabinetnya kemudian memundurkan diri dan memilih untuk maju sebagai Presiden pada Pemilu 2004 dan menang 2 periode mengalahkan Mega tentunya.

Sejak saat itulah hubungan di antara lawan politik ini terlihat 'tidak harmonis', Mega dengan partai moncong putihnya itu selalu berseberangan dengan SBY dan tegas menyatakan sebagai oposisi.

Kini situasi berbalik, di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo partai milik Mega 'Berkuasa', partai biru SBY hanya menduduki beberapa kursi di parlemen. Meski bukan Presiden, Megawati memiliki 'kekuasan' di era ini.

Sebagai seorang pemimpin negara, Jokowi tentunya mengundang semua pejabat atau pun mantan pejabat negara untuk menghadiri upacara kemerdekaan Indonesia 17 Agustus mendatang, tak terkecuali SBY.

Tapi sayang seribu sayang, SBY tak menunjukan sikap 'dewasanya' kali ini, tak berbeda dengan Mega di masa lalu, SBY juga tidak akan hadir dalam upacara kemerdekaan Indonesia di Istana Negara nanti.

Dalam kicauannya, SBY menyatakan sebagai berikut:

Kemarin, di Purworejo & Yogyakarta, ada wartawan yg tanyakan ketidakhadiran saya di MPR, ketika Presiden Jokowi sampaikan pidato.
Terus terang, stlh selama ini sy peringati Hari Kemerdekaan di Jakarta, th ini sy ingin "pulang kampung" utk peringatinya di Pacitan.
Kehadiran mantan Pres & Wapres dlm acara di MPR tsb bersifat undangan. Juga dlm acara peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana.
10 kali saya sampaikan pidato di Senayan, hanya beberapa kali satu-dua mantan Pres & Wapres hadir. Krn memang undangan sifatnya.
Dlm peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana, Gus Dur pernah hadir sekali. Selebihnya para mantan Presiden peringatinya di tempat lain.
Atas apa yg saya alami dulu, tdk ada pikiran negatif saya kpd beliau-beliau itu. Tidak ada yg salah, karena memang tak ada keharusan.
Setelah 10 th terakhir saya peringati hari kemerdekaan tsb di Jakarta, insya Allah tahun ini saya akan peringati bersama masy Pacitan.
Saya berencana utk peringati bersama pejuang & veteran di Nawangan, Pacitan ~ tempat Panglima Sudirman dulu pimpin Perang Gerilya.
Pagi ini, saya bergerak dari Yogyakarta menuju Pacitan, setelah sebelumnya dgn kereta api saya & Ibu Ani berangkat dari Jakarta.
Saya minta maaf kpd masyarakat, karena sempat ada "kesimpangsiuran" perihal ketidakhadiran saya kemarin. Inilah penjelasan saya.
Semoga rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di Jakarta sukses & dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia makin maju.

Bagaimana pendapat Anda?

BACA JUGA:

SBY Rayakan Kemerdekaan RI di Kampung Halaman

Khoirul Muna Sindir Pejabat lewat Doa di Sidang Tahunan MPR

12 Nelayan Indonesia Ditangkap Polisi Malaysia di Wilayah Indonesia

Hari Ini Presiden Jokowi Tiga Kali Pidato

Besok, Presiden Joko Widodo Sampaikan Pidato Kenegaraan Perdana

#Megawati Soekarnoputri #Susilo Bambang Yudhoyono #70 Tahun Indonesia Merdeka #Hari Kemerdekaan Indonesia #SBY
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan," tutur Megawati.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Indonesia
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Indonesia
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Polri harus tegak lurus sebagai alat negara yang menjaga ketertiban, bukan instrumen kekuasaan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Indonesia
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi menjadi harga mati dalam menghadapi tantangan nasional.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Indonesia
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Sikap politik PDIP berpijak teguh pada ideologi Pancasila dengan semangat kelahiran 1 Juni 1945.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas perjuangan kader PDIP yang konsisten mengabdi.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Indonesia
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern
Operasi militer AS menculik Presiden Maduro merupakan pelanggaran berat kedaulatan Venezuela dan hukum internasional, serta memicu kecaman dunia internasional.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern
Indonesia
Ajak Kader Bantu Korban Bencana Sumatera, Megawati: Buktikan Kalian Orang PDIP
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberikan instruksi ideologis kepada seluruh kader PDIP untuk bergotong royong menolong korban bencana alam di Sumatera.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Ajak Kader Bantu Korban Bencana Sumatera, Megawati: Buktikan Kalian Orang PDIP
Indonesia
Mawar Putih Untuk Megawati di Rakernas PDIP
Kehadiran Megawati menandai dimulainya rangkaian agenda besar partai dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus peringatan HUT ke-53 PDIP.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Mawar Putih Untuk Megawati di Rakernas PDIP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kabarnya ingin merekrut Menkeu Purbaya ke PDIP. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 06 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
Bagikan