Zona Merah, Bogor Dapat Bantuan Alat PCR Portable Ilustrasi (foto: pixabay/ fernando zhiminaicela)

Merahputih.com - Kota Bogor mendapat bantuan berupa alat pengujian sampel tes swab yakni satu unit alat polymerase chain reaction (PCR) portable dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu menyusul Kota Bogor yang berstatus zona merah COVID-19.

Alat PCR portable itu nantinya bakal mempercepat proses pengujian sample tes swab di Kota Bogor. Alat PCR portable yang harganya mendekati Rp1 miliar itu memiliki kemampuan dapat melakukan pengujian 36 sample dalam satu kali putaran.

"Hasilnya dapat diketahui dalam waktu hanya sekitar satu jam," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim, Senin (31/8).

BACA JUGA:

Ghosting, Berbahaya Bagi Kesehatan Mental

Dengan adanya alat PCR portable tersebut, maka proses penelurusuran kontak erat dari kasus kasus positif akan dapat diketahui lebih cepat hasilnya, apakah negatif atau positif. "Dengan kecepatan kepastian dari penelusuran itu, maka antisipasi penanganannya juga dapat dilakukan lebih ceoat," katanya.

Kota Bogor saat ini sedang melakukan langkah masif dalam penelusuran kontak erat dari kasus positif untuk menemukan dan memastikan secepatnya penularan COVID-19, yang sasaran jangka panjangnya menekan penyebaran COVID-19 semaksimal mungkin.

Test COVID
Test Covid. (Foto: Antara)

Pemerintah Kota Bogor memiliki target melaksanakan tes swab sebanyak 11.000 sampel terhadap kontak erat dari kasus positif maupunorang tanpa gelaja, sampai akhir September 2020. Target tersebut, sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni melakukan tes swab pada sekitar satu penduduk, di mana penduduk Kota Bogor sudah lebih dari satu juta jiwa.

Dinas Kesehatan Kota Bogor saat ini telah melakukan tes swab kepada 10.350 orang yang menjadi sasaran tes. "Hanya kurang 650 tes lagi untuk mencapai 11.000 tes," singkat dia.

"Kalau sudah mencapai 11.000 tes, tapi masih ada penularan COVID-19, maka tes swab masih dilanjutkan," ucapnya.

Baca Juga:

Kesadaran Bersama Menyikapi Penyebaran COVID-19

Pelaksanaan tes swab itu membutuhkan dukungan peralatan uji sampel untuk memperoleh hasil cepat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan bantuan satu unit alat PCR portable. Alat tersebut ditempatkan di Labkesda Kota Bogor, di Dinas Kesehatan," jelas dia.

Namun, alat PCR portable tersebut belum bisa langsung dioperasikan, tapi harus menunggu perizinannya, yakni sertifikasi bio-safety cabinet level 2 serta izin dari Kementerian Kesehatan yang memerlukan waktu sekitar sebulan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rizieq Siap Gelar Aksi Bela Islam Berjilid-jilid, Umat Bakal Dikerahkan
Indonesia
Rizieq Siap Gelar Aksi Bela Islam Berjilid-jilid, Umat Bakal Dikerahkan

Maka jangan salahkan umat Islam jika mereka melakukan tindakan sendiri

Pemprov DKI Telat Serahkan APBD 2021, PSI: Anggota DPRD Bukan Tukang Stempel
Indonesia
Pemprov DKI Telat Serahkan APBD 2021, PSI: Anggota DPRD Bukan Tukang Stempel

Sekretaris PSI, Anthony Winza Probowo menyakini, jadwal pembahasan APBD 2021 disusun serba terburu-buru. Perlu diingat juga, tegas Anthony, Dewan Parlemen Kebon Sirih bukan tukang stempel.

Ini Dia Sederet RUU yang Diajukan Dicabut dari Prolegnas 2020
Indonesia
Ini Dia Sederet RUU yang Diajukan Dicabut dari Prolegnas 2020

Di Komisi I DPR pada 2020 hanya akan membahas RUU Perlindungan Data Pribadi

 Bepergian Selama PSBB Wajib Dibekali Surat Keterangan Sehat yang Resmi
Indonesia
Bepergian Selama PSBB Wajib Dibekali Surat Keterangan Sehat yang Resmi

Yuri mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol pencegahan penularan virus corona. Mulai dari physical distancing, menggunakan masker, hingga cuci tangan dengan sabun.

Ganggu Pemadangan Mata, Gerobak Pemulung di Kawasan Senen Ditertibkan
Indonesia
Ganggu Pemadangan Mata, Gerobak Pemulung di Kawasan Senen Ditertibkan

“Kami bersama anggota Satpol PP Kecamatan dan Satpol PP Kelurahan menertibkan puluhan gerobak pemulung, karena merusak pemandangan mata sehingga menjadi kumuh," kata Agus

Pemerintah Diminta Tak Serampangan Bentuk Omnibus Law
Indonesia
Pemerintah Diminta Tak Serampangan Bentuk Omnibus Law

Karyono Wibowo mengingatkan agar pemerintah dan DPR berhati-hati terkait dengan rencana pembahasan dan pengesahan omnibus law.

Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 50 Persen
Indonesia
Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 50 Persen

Eijkman menyatakan proses pengembangan vaksin Merah Putih untuk COVID-19 sudah 50 persen selesai.

Polda Jateng Dalami Motif Pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo
Indonesia
Polda Jateng Dalami Motif Pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo

"Kami ingin mengetahui motif apa di balik deklarasi kraton tersebut," ucap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel

Gerindra Solo Datangkan Sandiaga Uno Sebagai Jurkam, Gibran: Pilkada Solo Makin Meriah
Indonesia
Gerindra Solo Datangkan Sandiaga Uno Sebagai Jurkam, Gibran: Pilkada Solo Makin Meriah

Situasi seperti sekarang tidak memungkingkan untuk tatap muka

Terus Bertambah, Pasien Sembuh dari COVID-19 Capai 368 Ribu
Indonesia
Terus Bertambah, Pasien Sembuh dari COVID-19 Capai 368 Ribu

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, penambahan kasus positif per Minggu (8/11) sebanyak 3.880.