Zomato Skillet Foodigitalpreneur Ajarkan Pebisnis Kuliner Melek Tren Dunia Digital Zomato gelar seminar bagi para pelaku bisnis kuliner. (foto: istimewa)

SELAIN kemampuan dan insting di dunia kuliner, pebisnis food and beverage (F&B) perlu memahami seluk-beluk dunia digital. Agar para pebisnis kuliner di Indonesia punya kemampuan di dunia digital, Zomato mengadakan seminar seru bertajuk Zomato Skillet Foodigitalpreneur.


1. Menghadirkan pakar pemasaran dan pebisnis kuliner

food truck
Pebisnis kuliner harus melek perkembangan dunia digital. (foto: pixabay/terimakasih0)

Seminar yang digelar di Glass house, The Ritz-Carlton Pacific place, SCBD, Jakarta, itu menjadi penanda tahun keenam kehadiran Zomato di Jabodetabek, Bandung, dan Bali. Didukung BNI, seminar ini dihadiri lebih dari 60 pelaku bisnis kuliner. Seperti pebinis restoran, kafe, dan bar di Jakarta

“Acara hari ini merupakan bentuk kontribusi Zomato kepada para pelaku usaha bisnis kuliner di Jakarta. Harapannya, acara ini dapat memberikan ide-ide segar sekaligus pembaruan mengenai dunia bisnis F&B, terutama yang berhubungan dengan dunia digital," ujar Deri Slyrova, selaku Marketing Manager Zomato Indonesia, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com. Deri mengatakan dunia digital merupakan kanal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan promosi usaha, terutama bisnis restoran.

Untuk itulah, ajang ini menghadirkan banyak pakar dunia marketing dan branding dalam bisnis F&B serta pelaku bisnis kuliner. Para ahli itu membagikan pengalaman mereka dalam cara, tips, dan trik memasarkan bisnis kuliner.


2. Sharing ilmu kepada para pelaku bisnis kuliner

zomato
Para ahli pemasaran dan pebisnis kuliner berbagi ilmu di Zomato Skillet Foodigitalpreneur. (foto: istimewa)


Seminar dibuka dengan sambutan dari Vamsi Reddy selaku Country Manager Zomato Indonesia. Sesi pertama diisi Billy Oscar, F&B Marketing Consultant, yang telah memegang beberapa brand ternama, seperti The Halal Guys, Kokoro Mazesoba, dan Din Tai Fung. Billy menyampaikan marketing & branding 101.

Selanjutnya, Toshit Barara, Regional Director Zomato India & South East Asia menjabarkan data dan solusi digital yang ditawarkan Zomato untuk usaha FnB. Dalam sesi itu, Toshit mengungkapkan bahwa pengguna Zomato di Indonesia ialah 61% perempuan dan 39% pria, dengan rentang umur 25-34 hampir 40%. Adapun jumlah bisnis F&B di Jabodetabek yang tercatat di Zomato mencapai 26,279 profil dengan persebaran tertinggi terdapat di Jakarta Selatan, mencapai 22%, diikuti Tangerang sebesar 17%, dan Jakarta Utara sebesar 14%. Sementara itu, pageviews di Zomato Indonesia mencapai 32,300,000 setiap bulan.

Pada sesi kedua, Archie Alfitro dari Divisi Ebanking BNI mengungkapkan betapa familiernya transaksi cashless bagi para pelanggan terutama restoran. "Oleh karena itu, para pelaku bisnis F&B harus bersiap menghadapi perubahan tersebut agar tidak ketinggalan zaman," ujar Archie. Untuk itulah, BUMN baru saja menggabungkan produk-produk cashless mereka dalam LinkAja.

Seminar berlanjut dengan sharing session oleh Kevin, Jenda, dan Sashia sebagai pemilik HONU Group. Mereka menyampaikan bagaimana membangun brand dan menjalankan bisnis di era digital terutama untuk generasi milennial.

Seminar ditutup dengan diskusi panel dari Richard Suma, Ananda Wondo & Ayu Paramitha. Ketiganya berasal dari latar belakang berbeda, yaitu dari sisi franchise (Wake Cup Coffee & Eatery), hospitality (Hotel Indonesia Kempinski Jakarta), dan lifestyle company (Ismaya Group). Mereka membeberkan cara menyikapi dunia digital, berkomunikasi di dunia digital, dan menjaga brand tetap memiliki reputasi baik melalui kampanye, strategi hubungan publik, hingga penggunaan media sosial dan KOL (key opinion leader) yang sesuai dengan brand masing-masing.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH