Zidane dan Rasa Cinta yang Mengajak Pulang ke Real Madrid Zinedine Zidane (@BBCSport)

MerahPutih.com - Real Madrid memang belum bisa move on (beranjak) dari Zinedine Zidane. Bak cinta lama yang kemudian bersemi kembali dan kembali bersatu, Zidane pada akhirnya pulang ke pelukan sang mantan.

Tak tega melihat mantannya tersakiti, terpuruk, dan berada dalam situasi kritis, Zidane, tanpa tedeng aling-aling memutuskan kembali ke Madrid untuk coba menyelamatkan tim dari keterpurukan untuk kedua kalinya.

"Saya merasa baik-baik saja dan bahagia kembali ke sini. Saya senang kembali bekerja dengan klub hebat ini dan juga pemain dalam skuat," tutur Zidane di laman resmi Madrid.

Isco dan Zinedine Zidane. (Zimbio)
Isco dan Zinedine Zidane. (Zimbio)

"Ketika Presiden (Florentino Perez) memanggil saya, hal pertama yang saya pikirkan adalah kembali dan di sinilah saya berada. Ini hari yang penting dan saya di sini karena saya benar-benar mencintai klub ini," terangnya.

Jika tiga tahun silam Zidane datang membenahi kerusakan yang diberikan Rafael Benitez, kali ini, pelatih berusia 46 tahun coba memperbaiki kondisi carut marut tim pasca dilatih oleh Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

El Real, sebelum menang 4-1 melawan Real Valladolid di LaLiga, melalui periode negatif tiga kekalahan beruntun di seluruh kompetisi melawan Barcelona (dua kali beruntun) dan Ajax Amsterdam.

Dalam sekejap, kans meraih trofi Madrid di Copa del Rey, LaLiga, dan Liga Champions kandas. LaLiga 2018-19 masih berlangsung. Akan tapi, melihat konsistensi bermain Barcelona dan jarak 12 poin dengan mereka, kecil kemungkinan Madrid bisa menggeser mereka dari puncak klasemen - terlebih masih ada Atletico Madrid di antara kedua tim.

Kendati demikian, direkrutnya kembali Zidane hanya dalam waktu kurang dari setahun ia pergi meninggalkan Madrid di akhir musim lalu, tetap membuat fans bahagia, meski faktanya musim ini kecil kans Madrid mengakhiri musim dengan trofi.

Dari Twitter resmi Real Madrid @realmadriden, kurang lebihnya ada 11.000 fans yang menekan emoji "like" dari kabar kembalinya Zidane. Antusiasme fans langsung kembali melihat sang legenda kembali ke Santiago Bernabeu.

"Akhirnya kabar segar untuk fans. Seluruh mata kini terfokus kepada bursa transfer," ucap fans Madrid @fayez222. "Ini kabar bagus untuk fans Real Madrid di seluruh dunia," imbuh @malkalu20.

Kecintaan yang tidak bertepuk sebelah tangan dari fans Madrid memang wajar adanya. Zidane selalu punya tempat spesial di hati mereka, baik itu saat masih bermain (2001-2006) atau kala melatih tim di periode pertama (2016-2018).

Ketika masih bermain, Zizou meraih satu titel LaLiga, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan dua Piala Super Spanyol. Saat melatih di periode pertama lebih hebat lagi: tiga titel Liga Champions beruntun, satu La Liga, dua Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, dan satu Piala Super Spanyol.

Salah satu kemampuan khusus Zidane dalam memimpin anak-anak asuhnya ialah kepemimpinannya yang karismatik. Selain memiliki wawasan taktik karena pernah bermain di Italia dengan Juventus, Zidane dihormati para pemainnya di Madrid.

Lelaki kelahiran Marseille, Prancis, 23 Juni 1972 mampu menjadikan tiap pemain dalam skuat merasa sebagai bagian penting skuat karena kepercayaan yang diberikan Zidane.

Marcelo, Keylor Navas, dan Isco, yang banyak dicadangkan oleh Solari barangkali saat ini sangat bahagia dengan kembalinya Zidane. Kini, tugas Zidane ialah mengembalikan kepercayaan diri para pemain dan menemukan konsistensi, coba meraih kemenangan hingga akhir musim 2018-19 di LaLiga.

"Ini tantangan besar dan saya tidak memikirkan masa lalu karena jika saya melakukannya, saya tidak akan kembali. Ini lebih dari sekedar kembali ke Real Madrid. Saya benar-benar ingin menjalani proyek kedua ini dan membantu Presiden, klub, dan fans," imbuh Zidane.

"Saya benar-benar ingin kembali dan tidak ada satu pun yang dapat mengambil gairah saya sebagai pelatih tim ini dan memastikan, bahwa mereka tampil lebih baik tanpa saya. Saya kembali memimpin proyek dengan enerji terisi penuh setelah sembilan bulan beristirahat."

"Saya sekali lagi siap menikmati pengalaman jadi pelatih Real Madrid dan ada di klub hebat ini, yang benar-benar saya cintai," jelas Zidane.

Zidane akan menjalani debut keduanya sebagai pelatih Madrid kala menjamu Celta Vigo di pekan 28 LaLiga, Sabtu (16/3) pukul 22.15 WIB.

Kali ini, pada periode keduanya melatih Madrid, Zidane tidak memiliki megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, untuk dimainkan. CR7 sudah pindah ke Juventus pada awal musim ini.

"Kami tidak ada di sini untuk membicarakannya hari ini. Kami sekarang punya 11 laga tersisa untuk dimainkan, kami fokus dengannya dan kemudian kami akan memikirkan soal musim depan," tegas Zidane.

"Cristiano Ronaldo masuk ke dalam buku sejarah klub ini dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Dia menjadi salah satu pemain terbaik, tapi hari ini bukanlah harinya membicarakan hal tersebut."

Pada periode pertamanya melatih Madrid, dengan Ronaldo di dalam skuat, Zidane punya rekor: 149 laga, 393 gol, 104 kemenangan, 29 hasil imbang, 16 kekalahan, dan sembilan trofi.

Menarik untuk disimak, bagaimana proyek pembangunan kembali Madrid dilakukan oleh Zidane, tanpa Ronaldo, serta bayang-bayang kesuksesannya di periode kedua.

Selamat datang kembali ke Real Madrid, Zizou. (bolaskor.com)

Baca Juga: Sepak Bola Brasil Berduka, Coutinho Meninggal Dunia



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH