@Zaynmalieq Nge-Shift Perdana di Gerakan Barista Asuh, Respon Customer Luar Biasa @Zaynmalieq kali pertama nge-shift di gerakan barista asuh.

A Tale of Two Coffee Beans (TCB) sudah menjalankan gerakan Barista Asuh. Sejak Sabtu (2/5), coffee shop yang terletak di Ruko Scientia Residence, Gading Serpong, Tangerang itu sudah mengangkat satu Barista Asuh.

Barista yang jadi anak asuh di TCB adalah Zenal Abidin. MerahPutih.com sempat mewawancarainya usai menyelesaikan satu shift perdananya yang diberikan TCB.

Barista pemilik akun instagram @zaynmalieq itu mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti gerakan Barista Asuh yang digagas Indonesia Guild of Indonesia (BGI), @mas_fotokopi dan MerahPutih.com ini.

Menurutnya, di hari perdana dia nge-shift di TCB, respon para customernya bisa dibilang luar biasa. Ia dapat merasakan langsung respon dan apresiasi positif. Terbukti ada beberapa customer yang rela mampir jauh-jauh ke TCB untuk membeli kopi sekaligus memberikan support pada dirinya. “Saya juga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya buat para customer yang sudah men-support saya dan program Barista Asuh ini,” kata Zenal.

zaynmalieq
@zaynmalieq

Pria 28 tahun tersebut merupakan Store Manager salah satu coffee shop di bilangan Kuningan, Jakarta. Namun semenjak pandemi COVID-19 dan anjuran PSBB pemerintah, tempatnya bekerja dengan berat hati harus menutup sementara dan merumahkan beberapa karyawannya. Termasuk Zenal.

Beruntung, Zenal adalah salah satu karyawan yang mendapat rekomendasi dari pihak perusahaan untuk ambil bagian dalam program Barista Asuh. Setelah mendapat rekomendasi, dia selanjutnya harus melalui proses penyaringan yang diatur oleh BGI agar tepat sasaran.

Ia menambahkan kalau respon yang diberikan oleh pihak penyelenggara cukup cepat. Tak lama setelah membereskan beberapa syarat seperti pengisian form dan lainnya, dia langsung dikontak pihak A Tale of Two Coffee Beans.

barista asuh

Perlu diketahui program BaristaAsuh bertujuan untuk memberi support, menumbuhkan semangat dan memberi kesempatan untuk terus mengasah keterampilan untuk para barista korban PHK maupun yang dirumahkan.

Baca Juga:

Barista Asuh, Bukti Industri Kopi tak Pernah Cengen dan Mengeluh

“Saya memang butuh pemasukan, kebetulan semenjak dirumahkan sementara, pendapatan saya berkurang,” terang Zenal kepada MerahPutih.com. Perasaannya sangat senang dapat turut serta dalam program ini. “Saya dukung banget, karena masih banyak yang ingin ikutan,” tuturnya.

Zenal berharap gerakan ini bisa terus berjalan agar teman-teman seprofesi yang dirumahkan atau PHK bisa bekerja kembali. Menurutnya, gerakan ini membuktikan bahwa industri kopi di Tanah Air tak pernah menyerah. Mereka tidak cengeng bahkan tetap bersama berjuang dalam kondisi pandemi.

George Gani, salah satu pelaku industri pemilik coffee shop juga sangat mendukung dan ambil bagian dalam gerakan Barista Asuh ini.

“Saya kecewa dengan segelintir orang yang sebenarnya punya kapasitas untuk memberikan support untuk menolong industrinya, namun kenyataannya tidak ada andil apapun,” jelas George.

Ia juga menambahkan banyak dari mereka hanya sibuk mengeritik pemerintah, tanpa bisa menolong lewat hal-hal yang sederhana. Salah satunya menolong circle terdekat dari industri mereka.

Selain itu menurutnya, para pemilik usaha sudah sepantasnya lebih memikirkan customer dan nasib karyawan daripada nasib perusahaannya sendiri.

Konsep di Barista Asuh adalah untuk saling tolong menolong. Alangkah indahnya jika sebuah coffee shop bisa menawarkan diri membantu coffee shop lain yang terdampak COVID-19 dengan ‘mengasuh’ karyawannya. “Dengan membantu orang disekitar sudah lebih dari cukup, tanpa perlu berangan-angan ingin membuat dunia bahagia,” kata dia.

a tale of two coffee beans
Ilustrasi A Tale of Two Coffee Beans

Ia juga memaparkan harapannya agar lewat Barista Asuh, pelaku-pelaku industri lain di luar industri bisa mencontoh kampanye ini.

Baca Juga:

35 Coffee Shop Siap Ikut Gerakan Barista Asuh

Tidak ketinggalan dia juga mengapresiasi respon yang diberikan oleh para customer. Banyak pecinta kopi begitu sangat berantusias dengan gerakan ini.

“Mereka mendukung program ini dengan cara membeli segelas cappuccino seharga Rp 35 ribu sebagai bentuk menolong para baristanya,” kata salah satu pemilik TCB ini. (lgi)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH