Zapfinance Bantu Guru Indonesia Tingkatkan Literasi Keuangan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 November 2023
Zapfinance Bantu Guru Indonesia Tingkatkan Literasi Keuangan
Zapfinance Peduli Guru, program pemberi edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan untuk guru. (Foto: merahputih.com/Ananda Meikeen)

MARAKNYA berita mengenai pinjaman online ilegal yang ternyata menjerat banyak guru di Indonesia, mendorong perusahaan konsultan keuangan Zapfinance untuk menghadirkan program 'Peduli Guru'. Program yang sekaligus menandai anniversary ke-14 Zapfinance ini, tak lain bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan para guru di Indonesia.

Program ini tidak hanya memiliki satu pencapaian kesejahteraan dalam mengelola keuangan, tetapi juga ingin sekaligus mengedukasi mengenai kesehatan mental para guru maupun bagi orang-orang yang kesulitan dalam mengelola keuangan.

Bekerja sama dengan konsultan psikologi Ruang Tumbuh Indonesia, program Zapfinance Peduli Guru turut menyoroti kesehatan mental yang dapat berdampak pada pengelolaan keuangan yang buruk.

"Di sini kita sebagai perusahaan menjadi wadah untuk berkarya, berbagi, dan berkolaborasi. Salah satunya dengan psikolog, yang erat sekali kaitannya antara pengelolaan keuangan dengan kesehatan mental juga terhadap personality orangnya,” terang CEO & Principal Consultant Zapfinance Prita Hapsari Ghozie, dalam konferensi pers di Diskusi Kopi dan Ruang Berbagi Kawi, Jakarta Selatan, Kamis, (23/11).

Baca juga:

Tips Mengatur Keuangan dengan Metode 50/30/20

Program ini sekaligus menandai anniversary ke-14 Zapfinance. (Foto: merahputih.com/Ananda Meikeen)

Pada kesempatan ini, Zapfinance lewat program barunya memberikan hadiah kepada masyarakat Indonesia berupa e-book dan buku saku berjudul Perencanaan Keuangan Dasar: Guru dan Lingkungan Sekolah.

Seperti namanya, buku saku ini akan berfungsi sebagai panduan. Permasalahan keuangan, dalam kasus ini, tidak hanya dialami oleh para guru tetapi juga dirasakan oleh rekan-rekan yang juga bekerja di lingkungan pendidikan.

Lewat sistematis finansial yang terdapat pada buku saku tersebut, seseorang dapat memantau letak masalah keuangan mereka. Sehingga pada pengeluaran selanjutnya dapat diketahui anggaran ke depannya beserta dengan action atau tindakan yang dapat mengurangi pengeluaran atau malah menambah pemasukan.

Baca juga:

5 Cara Siapkan Tabungan untuk Anak

Mokeup Zapfinance dalam bentuk e-book dan buku saku. (Foto: Media Zapfinance)

Salah satu kunci untuk dapat mengatur pengeluaran dan pemasukan keuangan dengan baik, juga untuk bisa menghindari pinjaman online adalah melalui tekad yang memiliki peran penting dalam kesehatan mental.

“Akibat kesulitan mengatur keuangan, seseorang dapat memutuskan untuk memilih pinjol dan utang piutang lain, pertama lebih kepada kendali jadi kontrol diri. Segala sesuatu ada tuntutan jadi membuat seseorang menjadi stres,” jelas Founder & Psikolog anak, remaja, dan keluarga Ruang Tumbuh Ayank Irma yang juga hadir dalam kesempatan inii.

Ayank melanjutkan bahwa respon stres setiap individu berbeda-beda, hal ini dapat terjadi karena sedang dalam keadaan darurat, dan ada juga yang secara tidak langsung berpikir bahwa hal yang dilakukan merupakan jalan yang benar. Jika salah satu dari respon tersebut sering dialami, sebaiknya dihentikan terlebih dahulu untuk dapat berpikir.

“Jadi kemampuan berpikir ini penting sekali untuk dapat menganalisa masalah, karena jika tidak memiliki kemampuan untuk menganalisa masalahnya seperti apa, itu dia tidak akan mendapat jalan keluar yang lebih logis dan lebih sehat untuk diri sendiri,” terang Ayank.

Hal tersebut, sambung Ayank, merupakan bagian dari kendali diri, dengan lebih mengutamakan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan atau yang sedang menjadi masalah pada saat itu untuk diatasi terlebih dahulu. Jika telah berhasil mengendalikan diri, kebiasaan ini akan secara otomatis meminimalisir pengeluaran yang cuma-cuma. (nda)

Baca juga:

4 Langkah Mempersiapkan Dana Darurat

#Finansial
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.
Bagikan