Zaman Sudah Canggih, Ngilmu Nulis di Buku Tetap Lebih Asyik Menulis catatan di buku memiliki sensasi yang berbeda. (Foto: Unspalsh/Kyle Gregory)

COBA deh kamu tulis kalimat "ngilmu di negeri aing" menggunakan pulpen di secarik kertas. Kemudian ketik "ngilmu di negeri aing" di notepad atau ms word. Terus bandingkan perbedaan durasi untuk menghasilkan kalimat tersebut menggunakan tulisan tangan dan ketikan jari, berapa lama?

Aing sih sudah coba. Nulis kalimat tersebut pakai tulisan tangan bisa sampai delapan detik. Tapi kalau pakai ketikan di laptop kesayangan aing cuma empat detik. Itu pun aing ngetiknya belum pakai 10 jari. Bayangkan kalau hacker, ngetik kalimat "ngilmu di negeri aing" jangan-jangan cuma butuh dua detik.

Baca juga:

Badut Kelas, Bikin Seisi Kelas Tertawa Sampai Lemas

Begitu deh di zaman serba canggih ini. Mungkin buku dan pulpen kini tidak lagi menjadi alat ‘perang’ para pelajar, mau itu anak SD, SMP, SMA, sampai kakak-kakak yang ngampus. Ngetik di laptop atau komputer memang lebih praktis dan cepat.

Selain itu, mengapa harus bersusah payah juga untuk melengkapi catatan jika kini para pengajar memberikan materi lewat surel. Hanya dengan beberapa detik saja, materi tersebut sudah berpindah ke dalam gawai.

Kemudahan ini membuat kegiatan menulis catatan dengan menggunakan tulisan tangan sudah mulai dilupakan. Namun, metode tersebut masih tetap digunakan beberapa pelajar karena manfaat dan sensasi berbeda yang dirasakan. Menulis tangan tetap lebih asyik, sebab bisa memberikan manfaat ini, antara lain:

1. Memperkuat memori

Menulis di buku dapat memperkuat memori seseorang. (Foto: Pexels/Min An)

Penuh usaha, mungkin kata ini cocok untuk menggambarkan setiap catatan dengan tulisan tangan. Siswa harus berkonsentrasi dan mendengarkan materi yang disampaikan di dalamnya. Karena hal ini, setiap tulisan yang terdapat didalamnya tidak mudah untuk dilupakan.

Menurut penelitian dari University of Central Florida yang membandingkan tingkat memori antara menulis tangan dengan mengetik, menjelaskan bahwa menulis mendorong adanya pemrosesan dan proses berpikir yang lebih dalam terhadap sebuah materi atau pemaparan.

Hal tersebut berkaitan pula dengan lamanya proses menulis jika dibandingkan dengan mengetik. Karena itu, siswa cenderung menyingkat kata-kata dan menggunakan kata-katanya sendiri dalam menulis. Sehingga tidak keseluruhan materi dicatat dalam buku, melainkan hanya inti dari materi tersebut dan membuat siswa lebih paham.

Sedangkan kalau mengetik, siswa cenderung menulis apa saja yang didengarnya. Pepatah ‘masuk kuping kiri, keluar kuping kanan’ mungkin sesuai untuk menggambarkan situasi ini.

2. Lebih kreatif dan leluasa

Menulis di buku dapat membuat siswa lebih kreatif dan leluasa. (Foto: Pexel_Frans Van)

Pulpen dan spidol dengan beraneka ragam warna dahulu memenuhi kotak pensil para siswa, terlebih siswa perempuan. Peralatan tulis ini digunakan untuk membuat buku catatan mereka tidak monoton dan lebih berwarna. Sebab, terdapat siswa yang memiliki kecenderungan untuk lebih memahami materi dengan catatan lebih berwarna.

Baca juga:

Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing

Bentuk catatan dalam buku tidak hanya selalu berbentuk tulisan saja. Gambar bagan, tabel, hingga mind map juga seringkali terlihat dalam sebuah buku catatan. Hal ini terjadi karena setiap siswa memiliki perbedaan dalam cara memahami suatu materi. Dengan menulis tangan, setiap siswa dapat menyesuaikan cara belajar mereka dan tidak terpaku dengan materi digital yang telah diberikan pengajar.

3. Bebas dari gangguan

Menulis di buku dapat membebaskan siswa dari gangguan notifikasi pesan. (Foto: Unsplash/Ismail SSalad)

Notifikasi pesan yang memenuhi sebagian besar layar pada gawai merupakan gangguan terbesar dalam mengetik. Mata siswa akan cenderung beralih ke notifikasi yang muncul dan memerlukan beberapa waktu untuk membacanya.

Hal ini menyebabkan materi yang disampaikan tidak dapat dicerna secara keseluruhan, karena menulis memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk memahami materi yang sedang disampaikan. (cit)

Baca juga:

Remedial, Kesempatan Kedua Ketika Nilai Dangkal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bulletin dari Facebook Wadah Jurnalis dan Penulis
Fun
Bulletin dari Facebook Wadah Jurnalis dan Penulis

Buletin adalah media berupa selabaran atau majalah berisi warta singkat.

Trik agar Anak Mau Mengenakan Masker saat Bepergian
Fun
Trik agar Anak Mau Mengenakan Masker saat Bepergian

Bagi para orangtua, pasti tahu benar syarat ini sulit diterapkan untuk anak-anak

Harga Perhiasan Putri Disney Jika Benar Ada di Dunia Nyata
Fashion
Harga Perhiasan Putri Disney Jika Benar Ada di Dunia Nyata

Perhiasan ala putri Disney kira-kira berapa ya harganya?

Intip Kemampuan dari Yoru, Agen Ke-14 Di Game 'Valorant'
Fun
Intip Kemampuan dari Yoru, Agen Ke-14 Di Game 'Valorant'

Sang agen memiliki kemampuan yang amat keren.

Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jepang
Fun
Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jepang

Kebanyakan pasien yang teridentifikasi mengidap varian baru ini tidak pernah bepergian keluar dari wilayah karantina.

iOS 14.5 Hadirkan Emoji Baru
Fun
iOS 14.5 Hadirkan Emoji Baru

Emoji baru yang sangat menarik.

Yakin Mau Ganti Mobil Baru?
Fun
Yakin Mau Ganti Mobil Baru?

Saatnya ganti mobil baru atau belum?

Hari Rabies Sedunia: Dog Meat Free Indonesia Tekankan Risiko Penyebaran Rabies
Fun
Hari Rabies Sedunia: Dog Meat Free Indonesia Tekankan Risiko Penyebaran Rabies

hanya kurang dari 7 persen penduduk Indonesia yang mengonsumsi daging anjing.

Jeongyeon TWICE akan Duduk Saat Tampil di Konser 'Twice: World in A Day'
ShowBiz
Jeongyeon TWICE akan Duduk Saat Tampil di Konser 'Twice: World in A Day'

JYP Entertainment selaku agensi yang menaungi grup idola tersebut mengatakan ....

Pentingnya Self-Esteem untuk Kesehatan Mental
Fun
Pentingnya Self-Esteem untuk Kesehatan Mental

Setiap orang punya self-esteem yang bergantung dari dirinya sendiri.