Yusril Siapkan Strategi Khusus untuk Loloskan Politisi PPP Habil Marati Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Pengacara Yusril Ihza Mahendra mengaku dirinya diminta jadi kuasa hukum politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati, sebagai tersangka perencanaan pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Yusril pun menemui Habil di Markas Polda Metro Jaya karena yang bersangkutan ditahan di tahanan Polda Metro Jaya.

"Baru sekarang ini saya dihubungi oleh beliau melalui seseorang dan saya mau komunikasi langsung dengan Pak Habil hari ini," kata Yusril di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/7).

Sebagai langkah awal, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu bahkan sudah mempersiapkan berkas penangguhan penahanan.

Surat permohonan akan diserahkan pada pekan ini.

"Kami sudah mendiskusikan kemungkinan Pak Habil ditangguhkan penahanannya," kata Yusril.

Salah satu alasan adalah lantaran kondisi kesehatan Habil. Selama dalam tahanan, kondisi kesehatan kliennya memburuk.

Keluarga Habil sendiri yang akan jadi penjaminnya. Dia berharap permohonan ini akan dikabulkan.

Politisi PPP Habil Marati
Politisi PPP Habil Marati tengah diperiksa penyidik Bareskrim terkait keterlibatannya sebagai donatur kerusuhan 22 Mei (Foto: antaranews)

“Mudah-mudahan dalam pekan depan sudah ada titik terangnya,” kata Yusril.

Sementara itu, Habil Marati yang sempat menemui awak media bersama Yusril menambahkan dia mempercayakan kasusnya pada Yusril karena telah menunjuknya jadi kuasa hukum. Dia mengaku sudah membeberkan seluruhnya pada Yusril.

"Semua persoalan yang terjadi dan sedang bergulir dalam pemeriksaan, saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Polda yang telah memperlakukan saya dengan baik saya. al-hal yang positif oleh karena itu saat ini saya telah menyerahkan sepenuhnya dan saya telah membuka semua kepada pengacara saya Yusril Ihza Mahendra," kata Habil.

BACA JUGA: Tersangka Kasus Makar Minta Bantuan Yusril Tangani Perkara

Menteri Tjahjo Tak Persoalkan Kepergian Anies ke Kolombia

Habil Marati diduga memberikan uang Rp60 juta kepada tersangka HK alias I untuk operasional dan kegiatan unjuk rasa. Dia kemudian kembali memberi bantuan dana operasional yang nilainya mencapai 15.000 Dollar Singapura.

Dari fakta-fakta penyidikan berdasarkan keterangan saksi dan dikuatkan dengan petunjuk, penyesuaian antara saksi dan barang bukti, mereka bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan satu direktur Charta Politika, lembaga survei.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH