Yusril Sebut Saksi BPN Banyak Bicara Tanpa Bukti Ketua Tim Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra. (Foto: ANTARA)

MerahPutih.com - Ketua Tim Advokasi Jokowi-Amin, Yusril Ihza Mahendra menilai saksi yang dihadirkan kubu Prabowo-Sandi tak bisa membuktikan adanya dugaan kecurangan pemilu.

Salah satu yang bisa menunjukkan ucapannya itu adalah pengakuan 17 juta DPT tak jelas, namun tidak bisa membuktikan.

"Tadi dia mengatakan 17 juta pemilih tidak jelas, namun dia tidak tau apakah itu memiliki hak pilih atau tidak. Jadi yang paling penting dalam persidangan ini adalah kalau terjadi manipulasi," katanya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).

Sidang sengekta pilpres di MK. (Antaranews)
Sidang sengekta pilpres di MK. (Antaranews)

Baca Juga: Diksi 'Siluman' Saksi Prabowo Bikin Panas Sidang MK

Melihat hal ini, Yusril menyebut bahwa masalah yang paling serius di persidangan ini adalah itu. "Di awal sidang sudah dibawa kotak-kotak yang disebut pak BW dengan istilah kontainer. Kontainer itu di depan tadi jadi bukan kontainer tapi peti kemas, kontainer buat cucian itu," jelas Yusril.

Yusril menambahkan, dari bukti yang dihadirkan dalam bentuk kontainer tadi banyak yang belum disusun sebagai satu alat bukti.

"Alat bukti mesti dikasih nomor, dikasi leges, dikasih materai fotokopi 12 dan kemudian alat bukti itu diterangkan misal alat bukti no 1 misal KTP pak Prabowo Subianto maksudnya menerangkan tanggal lahir dan kewarganegaraan pak Prabowo subianto," terang.

Karena kasus ini, Yusril bahkan menyebut Tim Hukum kubu 02 banyak bicaram, namun tak bisa membuktikan ucapannya.

"Kalau bukti berantakan dalam kotak itu bagaimana mau menggunakan sebagai alat bukti. Itu juga masih agak membingungkan buat kami," pungkas Yusril. (Knu)

Baca Juga: Hakim MK Marahi Saksi Prabowo: Kami Perlu Data Konkret dari Mulut Anda!

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Patroli Malam Polres Majalengka Bubarkan Kerumunan Warga
Indonesia
Patroli Malam Polres Majalengka Bubarkan Kerumunan Warga

Patroli malam disertai operasi cipta kondisi yang rutin dilaksanakan setiap malam tersebut dalam rangka menjaga situasi kamtibmas.

Pemprov DKI Belum Taksir Kerugian Akibat Banjir Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Belum Taksir Kerugian Akibat Banjir Jakarta

Orang nomor satu di Jakarta itu pun terus berdoa

[HOAKS atau FAKTA]: Masker yang Digunakan Selama 20 Menit Bisa Tumbuhkan Bakteri Jamur
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masker yang Digunakan Selama 20 Menit Bisa Tumbuhkan Bakteri Jamur

Akun Facebook Cassie Koutras mengunggah foto yang di dalamnya terdapat narasi bahwa ada bakteri yang tumbuh di dalam masker setelah 20 menit digunakan.

Masjid Agung Keraton Surakarta Mulai Adakan Salat Jumat
Indonesia
Masjid Agung Keraton Surakarta Mulai Adakan Salat Jumat

MUI tetap meminta pada pengelola tempat ibadah agar waspada akan penularan virus corona.

Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.
Indonesia
Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.

Dengan adanya skema bagi beban antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menjadi sangat penting karena bakal menjaga sustainabilitas fiskal.

Maju-mundur Jadwal Pemeriksaan Pramugari Garuda Siwi Sidi di Polda Metro
Indonesia
Maju-mundur Jadwal Pemeriksaan Pramugari Garuda Siwi Sidi di Polda Metro

"Kita lihat nanti saja apakah dia datang ya," katanya lagi.

MUI Takut Efek Ekonomi Virus Corona Bakal Libas Indonesia
Indonesia
MUI Takut Efek Ekonomi Virus Corona Bakal Libas Indonesia

Efek virus corona dapat memicu turunnya produksi dalam negeri Tiongkok.

Warga Yogyakarta dan Solo Segera Nikmati Layanan Commuter Line
Indonesia
Warga Yogyakarta dan Solo Segera Nikmati Layanan Commuter Line

Warga Kota Yogyakata dan Solo segera menikmati layanan Commuter Line seperti halnya masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

BPK Periksa Anggaran Kemenhan Senilai Rp131 Triliun
Indonesia
BPK Periksa Anggaran Kemenhan Senilai Rp131 Triliun

Prabowo Subianto juga menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan kepada pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Bidang Polhukam Hendra Susanto.

Mantan Dirut Transjakarta Sebut Anies Bapak Integrasi Transportasi
Indonesia
Mantan Dirut Transjakarta Sebut Anies Bapak Integrasi Transportasi

Agung hengkang dari jabatannya setelah satu tahun berhasil mengembangkan integrasi transportasi di Ibu Kota.