Yuri Akui Banyak Kasus Positif Corona tak Terungkap ke Publik Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengakui, Pemerintah belum bisa sepenuhnya menemukan pasien yang terjangkit COVID-19 di Indonesia. Ia mengatakan, saat ini kemungkinan masih ada pasien positif yang berada di tengah masyarakat.

"Kita menyadari sepenuhnya bahwa belum seluruhnya bisa kita temukan. Kemungkinan masih ada yang kasus positif belum teridentifikasi dan berada di tengah kita," kata Yurianto dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/7).

Baca Juga

Angka COVID-19 Tinggi, Jawa Timur Dipastikan Dapat Perhatian Pemerintah Pusat

Yurianto berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Di antaranya dengan selalu menjaga jarak, menggunakan masker, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

"Kalau tidak (diterapkan protokol kesehatan) maka akan sangat mungkin untuk terinfeksi dan kemudian akan menambah kasus positif," ujarnya.

Yurianto juga mengatakan jumlah pasien yang positif terjangkit COVID-19 terus bertambah setiap harinya. Yuri menuturkan, pihaknya telah memeriksa 12.756 spesimen sehingga total pemeriksaan mencapai 928.238 spesimen.

Pemeriksaan spesimen tersebut turun, menurut Yurianto karena beberapa laboratorium yang tak lakukan pemeriksaan pada Minggu. Jadi, hanya dari beberapa jejaring Kementerian Kesehatan.

Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

Pasien baru Corona COVID-19 terbanyak lainnya secara harian antara lain di DKI Jakarta melaporkan 232 kasus baru dan 308 orang sembuh dari Corona COVID-19.

Jawa Tengah melaporkan 127 orang dan sembuh 60 orang, Jawa Barat melaporkan 126 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan 16 orang, Sulawesi Selatan melaporkan 84 orang terkonfirmasi positif dan 79 sembuh.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah sebanyak 814 orang sehingga total 29.919 orang.

"Kalau perhatikan kasus positif dan sembuh, dan meninggal, tingkat hunian rumah sakit tak signifikan bertambah drastis. Baru terisi 53 persen, artinya kurang lebih separuh yang belum terpakai," kata dia.

Yurianto menambahkan, kasus positif COVID-19 yang ditemukan juga dari hari ke hari dari beberapa provinsi, didapatkan dari pelaksanaan kontak tracing agresif kemudian pemeriksaan laboratorium yang masif.

"Kemudian kasus positif dengan gejala yang minimal bahkan tak ada indikasi perawatan di rumah sakit memberikan saran yang bersangkutan lakukan isolasi secara mandiri dengan tepat. Kunci keberhasilan kita untuk hentikan penularan sepanjang isolasi dilakukan secara ketat," ujar dia.

Ia kembali mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mematuhi jaga jarak, menggunakan masker dengan benar, rajin cuci tangan.

Sementara itu, pasien meninggal karena COVID-19 bertambah 70 orang sehingga total menjadi 3.241 orang. Angka kematian karena Corona COVID-19 secara nasional lebih tinggi dari global.

“Angka kita di atas rata-rata global berada di kisaran 5 persen, angka global 4,47 persen,” ujar dia.

Baca Juga

Kasus Corona di Tanah Air Capai 64.958

Yurianto menuturkan, angka tersebut dinamis seirig banyak ditemukan kasus dan lakukan isolasi serta dirawat dengan baik. Dengan demikian diharapkan angka kematian dapat turun.

Di sisi lain, Yurianto menuturkan, angka kesembuhan juga meningkat. "Sembilan provinsi sudah bisa di atas 80 persen, 19 provinsi angka kesembuhan di atas 70 persen, ini kemudian dijadikan acuan,” ujar dia. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Sebut MA Tak Dukung Perang Lawan Korupsi Gegara Sering Sunat Hukuman Koruptor
Indonesia
KPK Sebut MA Tak Dukung Perang Lawan Korupsi Gegara Sering Sunat Hukuman Koruptor

KPK khawatir kecenderungan tersebut menjadi preseden buruk

Bentrokan 2 Kelompok Massa di Klaten, Polisi Tetapkan 17 Tersangka
Indonesia
Bentrokan 2 Kelompok Massa di Klaten, Polisi Tetapkan 17 Tersangka

"Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil penyelidikan dan diperkuat adanya keterangan saksi serta barang bukti," kata Ardiansyah

Myanmar Tutup Ibu Kota di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19
Dunia
Myanmar Tutup Ibu Kota di Tengah Peningkatan Kasus COVID-19

Pemimpin Aung San Suu Kyi memperingatkan tentang "bencana bagi negara".

Ribuan Pemudik Disebut Positif COVID-19 Rupanya dari Akumulasi Sejumlah Data
Indonesia
Ribuan Pemudik Disebut Positif COVID-19 Rupanya dari Akumulasi Sejumlah Data

Sebanyak 4.123 orang pemudik terkonfirmasi positif corona dari random testing atau tes acak.

[HOAKS atau FAKTA]: Beli Pulsa, Kuota dan Sembako Kena Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Beli Pulsa, Kuota dan Sembako Kena Pajak

Akun Facebook Wily Sinaga mengunggah foto (31/01/21) berisi narasi “Beli pulsa kena pajak, Beli kuota kena pajak, Beli sembako kena pajak, Apes… apes.”.

Panglima TNI Terjunkan Pasukan Khusus ke Poso
Indonesia
Panglima TNI Terjunkan Pasukan Khusus ke Poso

Pasukan khusus TNI bakal diterjunkan ke Poso untuk mendukung operasi Polri pada Selasa (1/12) pagi.

[HOAKS atau FAKTA]: Wakil Presiden AS Ditangkap Massa saat Kongres Kemenangan Biden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Wakil Presiden AS Ditangkap Massa saat Kongres Kemenangan Biden

Pengguna Twitter appledoglives mengunggah sebuah narasi yang menyatakan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence telah ditangkap atas tuduhan mengkhianati Presiden Donald Trump.

Jelang HUT RI, PDIP akan Umumkan 75 Calon Kepala Daerah
Indonesia
Jelang HUT RI, PDIP akan Umumkan 75 Calon Kepala Daerah

Yang jelas, publik masih menunggu nama calon kepala daerah yang akhirnya akan diusung partai itu untuk wilayah Kota Medan dan Surabaya.

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Mesin Penggilingan Tebu di PTPN
Indonesia
KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Mesin Penggilingan Tebu di PTPN

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami proses lelang pengadaan six roll mill atau mesin penggilingan tebu yang diikuti oleh PT Trisula Abadi.

Menkes Minta Semua Guru Harus Sudah Divaksin Sebelum PTM
Indonesia
Menkes Minta Semua Guru Harus Sudah Divaksin Sebelum PTM

Anak yang menghadiri tatap muka terbatas di sekolah akan ditentukan oleh pihak orang tua