Yunani Akan Membuka Akses Bagi Pelancong Dengan Beberapa Perubahan Besar (Foto: Pixabay/Dias12)

YUNANI berencana membuka akses bagi para pelancong pada musim panas ini di saat banyak negara Eropa meinngkatkan penerapan lockdown.

Negara Para Filsuf itu berniat membuka lokasi pariwisatanya pada tanggal 1 Juli mendatang, meski tidak akan sama seperti musim liburan biasanya. Pelancong akan berkesempatan melihat-lihat dan menikmati matahari Yunani. Namun mereka sepertinya tidak akan bisa melakukan menikmati kehidupan malam yang selama ini menghasilkan banyak pendapatan pariwisata negara.

Baca juga:
Cukup 6 Minggu, Islandia Siap Longgarkan Lockdown

1
Pelancong berkesempatan menikmati matahari Yunani sembari cuci mata (Foto: Unsplash/Chris Lawton)

"Pengalaman pariwisata musim panas ini mungkin sedikit berbeda dari yang kamu miliki di tahun-tahun sebelumnya," kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis kepada CNN. "Mungkin tidak ada bar yang buka, atau tidak ada kerumunan orang. Namun kamu masih bisa mendapatkan pengalaman fantastis di Yunani, asalkan kurva pandemi global mulai menurun."

Yunani, menurut laporan Universitas Johns Hopkins, telah mampu menahan penyebaran COVID-19 di posisi 2.663. Tercatat 147 angka kematian terkait COVID-19 telah dilaporkan sejak wabah mulai melanda Yunani.

Anak-anak diharapkan kembali ke sekolah pada tanggal 11 Mei, dan toko-toko serta restoran dijadwalkan untuk dibuka kembali pada 1 Juni. Hotel-hotel di kota-kota juga akan dibuka pada awal Juni.

Baca juga:

Shanghai Disneyland akan Buka Lagi dengan Aturan Ketat

2
Berfokus pada pelancong kelas atas (Foto: Unsplash/Arthur Yeti)

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Yunani membayangkan kegiatan pariwisata lebih kecil, terutama berfokus pada pelancong kelas atas yang akan menginap di hotel butik dan mengambil bagian dalam kunjungan privat seperti wisata agrowisata atau yacht.

Setiap pelancong manca negara yang saat ini tiba di Yunani harus mendarat di Athena dan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk tes cepat COVID-19. Misotakis berharap program ini meluas ke negara lain, setidaknya di Eropa.

Dalam sebuah konferensi video dengan beberapa pemimpin dunia lainnya, menurut The Greek Reporter, Misotakis mengusulkan penciptaan "koridor aman", memungkinkan warga negara dengan respons COVID-19 stabil untuk bepergian akhir tahun ini. Panggilan itu termasuk untuk para kepala negara dari Austria, Denmark, Norwegia, Israel, Singapura, Republik Ceko, dan Australia.

Negara-negara Eropa lainnya secara perlahan kembali normal setelah berminggu-minggu terkunci. Minggu ini, baik Italia dan Spanyol mulai mencabut pembatasan yang telah diberlakukan selama puncak penyebaran COVID-19. (lgi)

Baca juga:

Destinasi Terkenal Dunia Sepi Pelancong Akibat COVID-19

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH