Yuk, Kenalan Sama si Ambivert Ambivert ialah kepribadian di antara introvert dan ekstrovert. (foto: medium)

APAKAH kamu memiliki teman yang hari ini terlihat ceria dan aktif namun di lain waktu diam saja? Ataukah kamu sendiri yang merasa memiliki kepribadian demikian? Jika jawabannya ya, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa temanmu orang yang moody. Mungkin saja, mereka memiliki kepribadian ambivert.

Seorang psikolog, Allport, menjelaskan manusia ialah makhluk yang dinamis. Sistem psikofisik dalam individu turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Cara manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut kemudian dikembangkan ahli psikologi Carl Jung menjadi tiga jenis. Kepribadian manusia terdiri dari introvert, ekstrovert, dan ambivert. Kamu mungkin sudah tak asing dengan kepribadian introvert dan ekstrovert. Namun, tahukah kamu apa itu ambivert?

ambivert
Ambivert adalah kepribadian di antara ekstrovert dan introvert. (foto: youngisthan)

Ambivert merupakan kepribadian yang istimewa. Ia adalah seorang introvert dan juga bisa menjadi ekstrovert. Mereka dapat berubah-ubah dari introvert menjadi ekstrovert, atau sebaliknya. Mereka dengan kepribadian ambivert memiliki ciri-ciri nyaman berada di keramaian, tidak selalu diam, dan mampu berbicara sesuai situasi dan kondisi.

Perpaduan sisi introvert dan ekstrovert dalam diri mereka membuat orang ambivert mudah beradaptasi. Mereka juga nyaman dengan situasi ramai dan menikmati interaksi sosial. Di sisi lain, mereka juga dapat menikmati saat mereka sendirian atau jauh dari keramaian.

Dengan adanya dua sisi kepribadian yang ada di dalam diri mereka, para ambivert mampu mengombinasikan kelebihan ekstrovert dan kelebihan introvert. Hal tersebut membuat individu ambivert dapat lebih berhasil dalam menjalani kehidupan sosial. Kombinasi sifat introvert dan ekstrovert juga membuat mereka tahu kapan harus merasa malu dan kapan harus tampil secara percaya diri.

Psikolog Rena Masri menuturkan kelebihan yang dimiliki orang ambivert, antara lain mampu menyesuaikan diri dan menikmati berbagai situasi, dapat mengerjakan tugas kelompok ataupun individual, dapat berkompromi dengan berbagai percakapan, memiliki intuasi yang lebih tajam, cenderung tidak terlalu banyak menuntut, mudah beradaptasi, dan cenderung lebih mandiri.

"Sama halnya dengan tipe kepribadian yang lain, kepribadian ambivert dapat terbentuk karena faktor keturunan atau faktor lingkungan," ujar Rena. Kedua faktor tersebut yang akan memengaruhi perkembangan kepribadian seseorang.

Kendati memiliki keunggulan dalam pergaulan, Rena mengatakan ada beberapa kelemahan pada individu yang ambivert. Mereka cenderung sulit melakukan suatu perencanaan. "Sifatnya yang sering berubah-ubah membuatnya dikenal memiliki kepribadian labil dan moody," tukas Rena.(Avi)

Kredit : iftinavia


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH