Yuk, Habiskan Waktu di Kreatifood Showcase 2018 Kreatifood 2018 di Jakarta. (Foto: instagram.com/bekrafid)

EKONOMI kreatif di Indonesia yang berhubungan dengan kuliner cukup berkembang. Era digital mendorong usaha bidang makanan-minuman bisa dilakukan siapa pun tanpa mengenal batas. Kini sajian tradisional pun tak melulu harus berpenampilan sederhana dan kolot.

Salah satunya perkembangan pemasaran kuliner didorong melalui perusahaan rintisan (startup). Perusahaan-perusahaan kekinian membantu kafe-kafe atau semua distributor memasarkan produk-produk mereka ke konsumen millennial yang lebih memilih semua serbapraktis.

Perkembangan kuliner ini juga tak lepas dari dukungan pemerintah. Salah satunya melalui Kreatifood, sebuah kegiatan yang mempertemukan distributor dengan para food startup. Keduanya saling membutuhkan.

"Kota Makassar merupakan kota kesembilan dalam penyelenggaraan Kreatifood Show yang dilakukan Deputi Pemasaran, Bekraf," kata Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf Sappe Sirait di Makassar, Jumat (11/10), seperti dikutip Antara. Bekraf menggelar Kreatifood Showcase 2018 di Makassar akhir pekan ini, 9 - 11 November.

Kreatifood 218. (Foto: instagram.com/kreatifoodid)
Kreatifood 2018. (Foto: instagram.com/kreatifoodid)

Delapan kota lainnya yang sudah menggelar acara serupa, yakni Surabaya, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Samarinda. Kota terakhir yang akan menjadi penyelenggara ialah Bali.

Pada kegiatan itu akan ditampilkan sedikitnya 15 jenis produk unggulan hasil kreativitas pengusaha muda yang tersebar di Indonesia.

Kreatifood merupakan acara yang digelar Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan kuliner kepada kanal distribusi pemasaran produk serta meningkatkan peluang investasi dari akses permodalan nonperbankan.

Menurut Sappe Sirait, pada 2018 ini terpilih 100 startup dengan berbagai jenis produk usaha. Dari jumlah tersebut, 15 startup dipilih untuk memasarkan produk mereka di Makassar pada Kreatifood Showcase 2018.

Acara-acara seperti ini tentu sangat diharapkan baik oleh distributor maupun orang-orang yang bergerak di bidang startup khususnya spesialis food startup. Salah seorang finalis startup yang memproduksi Rujaker, Hendy Suprapto, pada kesempatan yang sama melihat peluang sangat besar untuk memperkenalkan produknya ke sejumlah daerah di Indonesia.

"Alhamdulillah, saya sudah mendapat kesempatan memperkenalkan produk kami di delapan kota sebelum ikut kegiatan di Makassar ini," ujarnya.

Kreatifood Showcase 2018 di Jakarta. (Foto: instagram.com/bekrafid)
Kreatifood Showcase 2018 di Jakarta. (Foto: instagram.com/bekrafid)

Hal senada dikemukakan salah seorang pendiri produsen teh racikan berlabel Haveltea, Widyoseno Estitoyo. Ia mengatakan, melalui bantuan pemasaran Bekraf, kini produknya sudah menjadi bahan pasokan dari 30 kafe ternama di Indonesia.

"Awalnya kami baru ada enam varian rasa. Kini sudah dikembangkan menjadi 27 varian rasa dari bahan dasar daun teh divariasikan dengan buah dan bunga," katanya.

Bahkan dari hasil pengembangan pasar, Haveltea kini sudah masuk pasar Singapura. Karena itu, kualitas dan kesinambungan produksi tetap dijaga untuk menjaga kepercayaan pelanggan.(*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pindang Cumi, Sajian Seafood Incaran Pelancong ke Negeri Seribu Pantai


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH