Jangan Lewatkan Tradisi Unik Bau Nyale, ini Agenda Serunya Tradisi Bau Nyale. (Foto: instagram.com/desiratnasari4149)

PULAU Lombok selalu memancarkan pesona bagi para pelancong, baik turis lokal maupun mancanegara. Tak hanya alamnya yang indah, Pulau Lombok juga punya seribu tradisi sebagai magnet wisatawan untuk datang.

Untuk bulan ini, kamu jangan sampai melewatkan agenda budaya Tradisi Bau Nyale. Tradisi ini sangat terkenal sebagai agenda tahunan masyarakat lokal dan pemerintah setempat. Tradisi ini sangat terkenal karena pemburuan cacing sebagai bahan konsumsi yang tak biasa di tempat lain.

1. Tradisi bau nyale dari legenda seorang putri cantik

Tradisi Bau Nyale. (Foto: instagram.com/robin_ahmad10)
Tradisi Bau Nyale. (Foto: instagram.com/robin_ahmad10)

Cerita Bau Nyale berawal dari cerita zaman dahulu kala berdiri sebuah kerajaan di pesisir pantai selatan Pulau Lombok yang dipimpin seoang raja bernama Raja Tonjang Beru dan permaisurinya Dewi Seranting. Demikian seperti dikutip Antara.

Raja Tonjang Beru memiliki seorang puteri cantik jelita bernama Putri Mandalika. Sang putri juga terkenal sopan, ramah, dan tutur katanya lembut. Ketenara Putri Mandalikan membuat pangeran dari kerajaan sekitarnya berebutan meminangnya untuk dijadikan permaisuri.

Karena jadi rebuta para pangeran, Putri Mandalika menolak setiap lamaran untuk menghindari terjadi perselisihan hingga peperangan. Sebaliknya, putri memutuskan untuk mengorbankan jiwanya sendiri. Ia terjun ke laut Pantai Seger Kuta yang kini masuk wilayah Desa Sukedane, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Setelah kejadian itu, di Pantai Seger Kuta bermunculan binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak dari dasar laut. Binatang kecil panjang tersebut disebut dengan "nyale" (cacing laut). Seluruh masyarakat setempat meyakini bahwa nyale merupakan jelmaan Putri Mandalika.

Legenda Putri Mandalika kemudian menjadi awal dari tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut yang dilaksanakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah setiap bulan Februari.

2. Tradisi Bau Nyale jadi agenda wisata, berikut jadwalnya

Lomba Peresean saat Festival Bau Nyale. (Foto: instagram.com/radiolombokfm)
Lomba Peresean saat Festival Bau Nyale. (Foto: instagram.com/radiolombokfm)

Tradisi Bau Nyale dilakukan oleh sebagian masyarakat di Pulau Lombok secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Tradisi tersebut dilaksanakan di sejumlah pesisir pantai di Pulau Lombok itu selalu dibanjiri puluhan ribu warga sekitarnya, wisatawan nusantara dan mancanegara juga ikut menyaksikan tradisi unik itu.

Nah, sejak beberapa tahun terakhir Pemerintah Provinsi NTB menetapkan tradisi Bau Nyale menjadi kalender tahunan pariwisata dengan nama Festival Pesona Bau Nyale.

Tahun 2019, pemerintah setempat menyiapkan 14 rangkaian kegiatan untuk meramaikan Festival Pesona Bau Nyale pada 17-25 Februari 2019 di Pantai Seger, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan 14 kegiatan itu diawali kontes surfing pada 17 Februari yang akan dipusatkan di Pantai Gerupuk. Lomba foto bertemakan Bau Nyale yang dimulai dari 17-23 Pebruari.


- Pada 18 Pebruari dilaksanakan kegiatan pengelolaan desa wisata Mandalika yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika

- Pada 19-23 Februari dilaksanakan pertunjukan tradisional peresean di Pantai Senek

- Pada 21 Februari dilaksanakan dialog di Selasar Bazar Mandalika. Diisi juga sejumlah kegiatan mulai pameran ekonomi kreatif, pameran desa wisata, fashion show hasil karya desainer ternama Samuel Watimena

- Festival Pesona Bau Nyale kemudian diisi dengan seminar yang menghadirkan Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai nara sumber, termasuk dari Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Badan Ekonomi Kreatif

- Pada 22 Pebruari, disi dengan kegiatan bernuansa religius mengangkat tema Mandalika Berzikir bertempat di Masjid Nurul Bilad dengan menghadirkan Ustad Yusuf Mansyur sebagai penceramah

- Kemudian pada 23 Februari digelar parade budaya dari 10 kabupaten/kota di NTB yang dipusatkan di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan parade budaya ini menggandeng Jember Fashion Carnaval (JFC)

- Kemudian pada 24-25 Februari memasuki malam puncak Festival Pesona Bau Nyale dilaksanakan grand final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner dan malam puncak Bua Nyale dengan tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut oleh warga dan wisatawan di Pantai Seger. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Mau Jago Berselancar, Ini Tiga Pantai untuk Surfing Pemula hingga Pro


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH