Yuk, Blusukan ke Pasar Tradisional nan Instagramable Pasar tradisional kini jadi tujuan wisata yang Instagramable. (foto: Instagram @pasarpancingan)

MELANCONG ke pasar tradisional mungkin bukan hal yang lazim. Umumnya pelancong lebih suka mengunjungi tujuan wisata seperti pantai, gunung, danau, atau tempat makan. Kecuali untuk membeli oleh-oleh di pasar seni, kunjungan ke pasar tradisional bisa dibilang bukanlah agenda utama para pelancong.

Meskipun demikian, bukan berarti pasar tradisional enggak layak jadi tujuan wisata. Mengunjungi pasar tradisional merupakan cara terbaik mengenal sebuah kota dengan lebih mendalam. Dengan mengunjungi pasar tradisional, kamu bisa mengetahui kebiasaan penduduk setempat, berinteraksi dengan orang lokal, bahkan mencicipi kuliner khas langsung dari asalnya. Seru kan.

Beberapa daerah di Indonesia ternyata punya pasar tradisional yang unik dan Instagramable banget deh. Pasti seru untuk dikunjungi.


1. Pasar Karetan

pasar karetan
Pagi di Pasar Karetan, Boja. (foto: Instagram @iyantre-)

Saat berkunjung ke Semarang, sempatkan mampir ke Pasar Karetan di Radja Pendapa, Dusun Segrumung, Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal. Untuk mencapai tempat ini, dibutuhkan perjalanan sejauh 15 kilometar dari Bandara Internasioanl Ahmad Yani Semarang.

Sesuai namanya, pasar ini berada di tengah perkebunan karet yang asri. Kesan pasar tradisional yang bau dan becek sama sekali enggak ada. Kamu bisa menikmati suasana perdesaan di tengah hutan karet yang ditata sedemikian rupa. Ada sawah, kolam ikan, kandang bebek, dan kandang sapi. Dengan suhu udara yang sejuk dan naungan pepohonan rindang, pengunjung tak perlu khawatir terkena sengatan sinar matahari.

pasar karetan
Nikmati kuliner tradisional di Pasar Karetan. (foto: Instagram @@udinhoubahouba)

Sekali seminggu, yakni di hari Minggu, Pasar Karetan menyambut pengunjung. Kamu bisa berwisata kuliner dengan berbagai pilihan sajian tradisional yang lezat, seperti seperti pepes wader, bandeng bakar, pecel sayur, gubuk kopi, cafe telo, degan, aneka dawet, wedang rempah, lumpia, bakso bathok mlumah, nasi jagung, dan soto pandanaran. Selain mencicipi makanan yang lezat, kamu juga bisa mengajak buah hati bermain di wahana yang tersedia. Atau kamu juga bisa mengajak anak mencoba permainan tradisional, seperti panahan, sunda manda, egrang, congklak, dakon, dan lompat tali.

Yang pasti, jangan lupa berfoto di spot-spot indah di pasar ini, ya.


2. Pasar Pancingan

pasar pancingan
Suasana seru di Pasar Pancingan. (foto: Instagram @pasarpancingan)

Seperti namanya, tema utama dari pasar tradisional ini ialah memancing. Tidak mengherankan jika ada empang di area pasar ini. Pasar unik ini terletak di Desa Bilebante, Lombok Tengah. Lokasinya cukup dekat dengan Kota Mataram.

pasar pancingan
Nikmatnya kuliner khas. (foto: Instagram @waytolombok)

Selain empang, pasar ini juga menyuguhkan pemandangan bernuansa alam yang ciamik. Pas banget mengajak keluarga, teman, atau saudara berkunjung ke Pasar Pancingan yang dibuka tiap hari Minggu pukul 07.00-11.00 Wita. Siapkan kamera kamu ya, karena banyak spot swafoto yang menarik di sini. Jangan lewatkan juga mencoba berbagai permainan tradisional yang tersedia, juga kuliner khas nan sedap. Yang beda, di pasar ini ada sajian live music yang bikin suasana jadi lebih meriah.

3. Pasar Baba Boen Tjit

pasar baba boen tjit
Rumah Ong Boen Tjit yang jadi lokasi pasar. (foto: Instagram @pasarbababoentjit)

Kota Palembang kini punya daya tarik wisata baru, Pasar Baba Boen Tjit namanya. Terletak di Rumah Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, pasar unik ini menyajikan wisata sejarah berbalut kuliner dan keseruan layaknya sebuah pasar malam. Yap, pasar satu ini digelar tiap Minggu pukul 15.00-19.00. Untuk mencapai pasar ini, kamu bisa menyebrangi Sungai Musi dari dermaga Benteng Kuto Besak. Cukup membayar perahu kecil sebesar Rp 5.000-Rp 10.000.

pasar baba boentjit
Kuliner juga jadi daya tarik Pasar Baba Boen Tjit, Palembang. (foto: Instagram @anitashiva88)

Yang bikin unik, Pasar Baba Boen Tjit digelar di halaman rumah milik Ong Boen Tjit, saudagar Tionghoa kaya raya setempat. Rumah sang saudagar itu memiliki nilai sejarah tersendiri. Diketahui, bangunan itu sudah berusia 300 tahun, tapi masih berdiri kokoh di tepi Sungai Musi dengan ornamen Tiongkok, serta ukiran khas Kota Palembang. Cantik banget untuk jadi latar tempat berfoto.

Jangan lewatkan menikmatikuliner khas Palembang seperti pempek, pindang daging, dan es kacang merah yang dijual masyarakat sekitar.

Bagaimana, pasar tradisional tetap bisa menarik untuk dikunjungi kan. Yuk, buruan sambangi. Ingat ya, untuk selalu jaga kebersihan pasar yang kamu kunjungi.(dwi)

Baca juga Seru Banget, Berwisata Naik Gajah di Bali

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH