YouTube Minta FTC Beri Kejelasan Tentang Aturan Privasi Anak-Anak YouTube minta kejelasan tentang aturan privasi anak(Foto: pixabay/tymonoziemblewski)

PADA beberapa minggu mendatang, YouTube akan meluncurkan sebuah sistem baru untuk membeli label koten anak-anak, usai mencapai kesepakatan dengan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC).

Namun saat perubahan semakin dekat, YouTube menuntut pedoman yang lebih jelas dari regulator yang bertugas menegakan aturan baru, yang bisa memberikan konsekuensi lebih jauh untuk pihak platform.

Baca Juga:

Instagram Berencana Hapus 'Like', Siapa yang Diuntungkan?

"Banyak kreator telah menyatakan tentang keprihatinan tentang kompleksitas COPPA (UUD Perlindungan Privasi Daring Anak-anak, kami percaya perlu ada kejelasan lebih lanjut tentang kapan konten harus dianggap bisa atau tidaknya untuk anak-anak" tulis YouTube pada FTC, seperti yang dilansir dari laman The Verge.

YouTube prihatin belum adanya kejelasan tentang aturan privasi anak-anak (Foto: pixabay/louidmilakot)

Para pembuat konten pun juga menuliskan pada FTC, karena kekhawatiran perubahan dan panduan yang tidak jelas bisa menghancurkan channel mereka.

"Ini adalah impian saya agar channel saya terkenal, tapi hukummu bisa membuat mimpi ini menjadi mustahil" ucap salah satu kreator pada FTC.

Sebelumnya, pada bulan September, FTC mengumumkan jika mereka telah menuntut penyelesaian USD$170 juta dengan YouTube atas dugaan penyalahgunaan dan pengumpulan data anak-anak. Yang merupakan sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-Anak (COPPA).

Baca Juga:

Pencipta Instagram Sudah Tak Main Instagram Lagi?

Sebagai bagian dari kesepakatan, YouTube dipaksa untuk membuat sistem baru bagi pembuat konten yang fokus pada konten anak-anak, untuk memberi label video mereka.

Jika dikhususkan untuk anak-anak, kreator tersebut akan kehilangan kemampuan untuk meraih ads yang menargetkan para pengguna individu berdasarkan yang mereka lihat dan di browser history mereka.

Channel tersebut masih bisa menjalankan iklan 'Kontekstual' berdasarkan koten video, tetapi si pembuat konten akan mengalami penurunan pendapatan yang besar.

Terkait kontek anak-anak sendiri, FTC, regulator yang bertanggung jawab untuk mendefinisikannya, belum cukup memutuskan.

Dimana dalam panduan untuk pembuat konten yang dikeluarkan bulan lalu, FTC mengatakan "Tidak ada jawaban sebuah ukuran untuk semua yang membuat situs diarahkan ke anak-anak, tetapi jika subjek video, bahasa atau musik bisa menarik bagi anak-anak, itu akan dikenakan pelanggaran COPPA dan pembuat konten akan dikenakan denda USD$40.000 per video yang dilanggar.

Para konten kreator khawatir jika aturan yang tak jelas akan mempengaruhi mata pencaharian mereka (Foto: pixabay/kreatikar)

Pedoman tersebut tak jekas dan meninggalkan pertanyaan yang sulit dijawab. Dimana para kreator kehawatir akan mempengaruhi mata pencaharian mereka, atau menakut-nakuti anak-anak dari YouTube sepenuhnya.

Untuk alasan ini, FTC memutuskan meminta komentar publik tentang pemberlakuan COPPA. Ini merupakan standar bagi agensi untuk melakukan peninjauan setiap sepuluh tahun, tetapi memutuskan untuk membuka satu hingga tiga tahun sebelumnya usai kesepakatan dengan YouTube dan pertanyaan seputar kesepakatan.

Pada komentar yang diajukan dengan FTC, YouTube mengajukan argumen yang diajukan oleh para kreator, jika pengguna dewasa pun terlibat dengan video yang secara tradisional bisa dianggap 'diarahkan anak-anak' seperti membuat video dan konten yang berofkus pada mengumpulkan mainan jadul.

"Ini tak sesuai dengan yang kami lihat di YouTube, di mana orang dewasa menonton kartun favorit masa kecilnya, atau guru mencari konten untuk dibagikan pada siswa mereka" Tulis YouTube.

"Terkadang konten yang tak menargetkan anak-anak, secara sengaja bisa melibatkan aktivitas anak tradisional, seperti DIY, permainan dan seni. Apakah video itu dibuat untuk anak-anak? bahkan jika mereka tak bermaksud menargetkan anak anak? kurangnya kejelasan ini membuat ketidakpastian bagi para konten kreator" tambah YouTube. (Ryn)

Baca Juga:

Fitur Mirip 'Instagram Close Friends' Akan Hadir di Facebook?

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH