Yordania Umumkan Rekor Baru Kasus Harian COVID-19 Pemeriksaan di Bandara Internasional Queen Alia di Amman, Yordania, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/The Prime Ministry Office/Handout via REUTERS/aww/cfo

MerahPutih.com - Yordania pada Rabu (21/10) melaporkan 2.648 kasus baru COVID-19, angka harian tertingginya sejak awal pandemi. Negara ini tengah mengahdapi tiga kali lipat jumlah kematian hanya dalam dua pekan terakhir.

Lonjakan dalam bulan terakhir itu menempatkan angka-angka infeksi Yordania di atas jumlah infeksi dari sebagian besar negara tetangganya di Timur Tengah dan membalikkan beberapa bulan keberhasilan dalam menahan wabah itu.

Lonjakan itu juga beriringan dengan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah kematian harian, yang kini kisaran rata-ratanya 30.

Baca Juga:

Kepala Perunding PLO Dilarikan ke RS Tel Aviv

Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh mengatakan sekalipun negara itu memasuki "tahap yang sulit" setelah penularan komunitas yang meluas, Yordania tak akan memberlakukan kembali penguncian nasional.

"Penutupan-penutupan yang lama hanya akan mengarah pada penurunan sektor-sektor ekonomi keseluruhan." kata Khasawneh dalam komentar-komentar pers, menggaungkan keprihatinan bahwa penguncian yang ketat yang melumpuhkan kehidupan harian akan melemahkan perekonomian yang bergantung bantuan yang sudah terpuruk.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/PIRO4D)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/PIRO4D)

Sejak awal pandemi, negara dengan sekitar 10 juta penduduk itu mencatat 43.620 infeksi dan 443 kematian, kata pihak berwenang.

Khasawneh mengatakan pemerintah memilih penguncian satu hari untuk sisa tahun ini namun jam malam akan diperpanjang dua jam mulai pukul 11 malam.

Pemerintah juga memutuskan menutup rumah-rumah penitipan anak pada hari Sabtu.

Baca Juga:

Menteri Kesehatan Afsel Positif Corona

Sekolah, akademi dan universitas akan tetap tutup sementara restoran dan kafe akan buka dengan penjagaan kesehatan lebih ketat. Larangan yang tegas atas kegiatan sosial, yang mengumpulkan lebih dari 20 orang pada acara pernikahan dan penguburan, masih berlaku.

Menteri Kesehatan Nizar Obeidat mengatakan pemerintah sedang bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan lebih dari 3.000 kasus per hari dan mengatakan pihak berwenang akan melakukan segalanya untuk mencegah keambrukan sistem perawatan kesehatan.

Yordania memiliki 1.300 ranjang rumah sakit dan 700 ranjang perawatan intensif serta 600 unit mesin bantu pernapasan dan punya kapasitas untuk menaikkan jumlah itu, kata Obeidat, seraya menambahkan kini terdapat 1.078 pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. (*)

Baca Juga:

Korban Meninggal COVID-19 di Seluruh Dunia 1,1 Juta Lebih

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mabes Polri Ungkap Eksekutor Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Anak
Indonesia
Mabes Polri Ungkap Eksekutor Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Ia menyampaikan pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait penggunaan aturan kebiri kimia terhadap pelaku kekerasan seksual di bawah umur.

PKB Timang Raffi Ahmad dan Agnes Monica di Pilgub DKI
Indonesia
PKB Timang Raffi Ahmad dan Agnes Monica di Pilgub DKI

PKB juga sudah mengantongi sejumlah nama-nama dari internal

Pemprov DKI bakal Rapid Test Antigen Secara Acak ke Pengendara yang Masuk ke Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI bakal Rapid Test Antigen Secara Acak ke Pengendara yang Masuk ke Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pemeriksaan surat rapid test antigen akan dilakukan secara acak. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada libur akhir tahun 2020.

KPK Kembali Periksa Eks Pejabat Kemenkeu Angin Prayitno Terkait Kasus Suap Pajak
Indonesia
Puan Minta Kadin Bantu Percepatan Vaksinasi
Indonesia
Puan Minta Kadin Bantu Percepatan Vaksinasi

Ketua DPR Puan Maharani mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk lebih berperan aktif membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Djoko Tjandra Didakwa Suap 2 Jenderal Polisi Ribuan Dollar
Indonesia
Djoko Tjandra Didakwa Suap 2 Jenderal Polisi Ribuan Dollar

Dua jenderal Polri yang menerima suap itu yakni, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Dewas Putuskan Direktur Labuksi KPK Langgar Kode Etik
Indonesia
Dewas Putuskan Direktur Labuksi KPK Langgar Kode Etik

Atas pelanggaran etiknya, Mungki dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis.

Dua PAW Anggota Fraksi PKS di DPRD DKI Dilantik Pekan Depan
Indonesia
Dua PAW Anggota Fraksi PKS di DPRD DKI Dilantik Pekan Depan

“Insya Allah, dijadwalkan Selasa 15 Desember 2020, Bu Israyani pengganti almarhum Dany Anwar dan Pak Karyatin Subiantoro pengganti almarhumah Umi Kulsum yang keduanya berada di Komisi A,” ujar Arifin

Ekonom Indef Sebut Anggaran Pertahanan Rp 1.700 Triliun Tidak Masuk Akal
Indonesia
Ekonom Indef Sebut Anggaran Pertahanan Rp 1.700 Triliun Tidak Masuk Akal

Pandemi telah meruntuhkan banyak pilar sosial kemasyarakatan dan sangat memerlukan dukungan dibandingkan melipatgandakan anggaran untuk pertahanan dan keamanan.

Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar
Indonesia
Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Waktu transportasi impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu.