YLKI Sebut Mahalnya Tes COVID-19 Akibat Pemerintah Belum Tetapkan HET Rapid Test COVID-19. Foto: PIxabay/Shafin_Protic

Merahputih.com - Mahalnya harga tes COVID-19 baik rapid test, PCR, swab test karena pemerintah dinilai belum menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bila HET tidak diberlakukan juga, akan ada Rumah Sakit (RS) yang mematok harga tes COVID-19 sangat tinggi.

Baca Juga

Update Corona DKI Minggu (28/6): 10.985 Positif, 5.865 Orang Sembuh

"Pemerintah harus menetapkan harga HET test covid," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Merahputih.com, Jumat (3/7).

Ilustrasi - Petugas mengambil sampel usap di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Anindira Kintara/Lmo/aww.
Ilustrasi - Petugas mengambil sampel usap di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Anindira Kintara/Lmo/aww.

Tulus menegaskan, pemerintah segera menetapkan HET agar tidak ada perang harga yang berimbas pada melonjaknya biaya tes. Bahkan cenderung memunculkan persaingan tidak sehat di RS.

"Sehingga tidak terjadi perang harga seperti sekarang," jelas Tulus.

Baca Juga

Update COVID: Bertambah 1.198, Kasus Corona di Indonesia Jadi 54.010

Ia juga berpendapat, tidak adanya harga pasti dari pemerintah dalam tes COVID-19 membuat rugi masyarakat. Selain mengatur HET pemerintah juga perlu mengatur tata niaganya.

"Mahalnya dan tidak seragamnya harga test covid sangat merugikan konsumen dan menjadikan upaya pengendalian covid tidak tercapai," tutupnya. (Asp)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH