YLKI Minta PT MRT Cerdas Cari Pendapatan Situasi di dalam Kereta MRT (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

MerahPutih.com - PT. MRT Jakarta dalam waktu dekat akan melakukan pengoperasian kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) secara komersial. Hingga kini Pemprov DKI dan DPRD DKI masih menggodok besaran tarif MRT.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi berharap manajemen MRT Jakarta harus mengeksplorasi pendapatannya bukan hanya mengandalkan pendapatan tiket MRT saja.

Karena, tak mungkin pendapatan dari tiket mampu menutup keseluruhan biaya operasional dan apalagi investasi dari kereta kekinian itu.

"Managemen PT MRT Jakarta harus kreatif dan cerdas untuk menggali pendapatan dari aspek komersial lainnya seperti sewa lahan, bisnis di area TOD, dan promosi atau iklan. Asal jangan iklan produk tembakau, alias iklan rokok," kata Tulus di Jakarta, Kamis (21/3).

MRT
Warga yang tengah merasakan uji coba MRT. (MP/Asropih)

Optimalisasi MRT sebagai angkutan masal, YLKI mendesak Pemprov DKI, untuk melakukan rekayasa manajemen trafik yang kuat, dan melakukan rerouting angkutan umum, termasuk melakukan rerouting Transjakarta.

"Dan yang lebih mendesak, adalah melakukan pembatasan dan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi di sepanjang koridor yang dilewati MRT," tuturnyam

Lanjut dia, Pemprov DKI juga harus secara cepat menopang MRT dengan transportasi massal yang terintegrasi dengan stasiun MRT.

"Jika operasional MRT dan LRT tidak ditunjang dengan tarif yang terjangkau, tidak ada pembatan penggunaan kendaraan pribadi, plus tak ada transportasi penumpang yang memadai, maka MRT hanya akan menjadi besi tua di Kota Jakarta," ungkapnya. (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH