YLBHI Tegaskan Pejabat Publik Harus Bisa Dikritik Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan di IWIP. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritisi laporan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan terhadap Ketua Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulida.

Ketua YLBHI, Asfinawati menilai pelapor dalam hal ini adalah Luhut merupakan pejabat publik.

“Tentu saja pejabat publik harus bisa dikritik. Karena kalau tidak bisa dikritik maka tidak ada suara rakyat yang berjalan dalam negara. Begitu suara rakyat tidak ada maka tidak ada demokrasi,” ujar Asfinawati kepada wartawan, Kamis (23/9).

Baca Juga

Disebut Bisnis Tambang di Papua, Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi

Sebagai pejabat publik, Luhut semestinya tidak merespons kritik terhadap pejabat pemerintahan atau pemerintah dengan cara gugatan hukum. Luhut idealnya membuktikan kritik terhadap dirinya tersebut tidak benar dengan data-data yang mumpuni, bukan dengan cara represif melalui gugatan hukum.

"Jadi seharusnya masyarakat yang mengawasi pemerintah, ini malah terbalik, malah pemerintah mengawasi rakyat," kata Asfinawati

Asfina menelaah kembali pernyataan yang disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia, kliennya tak mengkritik Luhut Binsar Pandjaitan sebagai individu melainkan sebagai pejabat publik. “Yang dikritik oleh Fatia justru bukan LBP sebagai individu, tetapi sebagai pejabat publik,” ujar dia.

Asfina kemudian menyampaikan, kliennya juga berbicara bukan atas nama pribadi tetapi sebagai Koordinator KontraS. “Kalau kita gunakan UU ITE yang merujuk KUHP setiap orang. Ini bukan orang, Fatia bukan bertindak atas keinginan sendiri tapi sebagai mandat organisasi,” ujar dia.

Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana mengatakan Fatia dan Haris Azhar tak bisa dipolisikan atas tuntutan pencemaran nama baik. Menurut Arif, sebagai pejabat publik, Luhut semestinya membuka data-data penambangan di Papua yang diduga merupakan campur tangannya.

Data tersebut juga bisa menjadi bukti bahwa Luhut tidak ikut terlibat dalam bisnis tambang yang menyengsarakan rakyat Papua.

"Apa yang disampaikan oleh Fatia adalah riset, kajian, yang semestinya direspon bukan dengan cara represif, bukan somasi, atau mengkriminalisasi. Mestinya Luhut menyampaikan klarifikasi kalau itu memang tidak betul," kata Arif.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidanh Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan melaporkan Direktur Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya pada Rabu (22/9) atas tudingan fitnah dan pencemaran nama baik.

Laporan polisi tersebut tertuang dengan nomor bukti laporan polisi TTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.

Baca Juga

Haris Azhar Ungkap Mafia Pakai Buzzer di Sengketa Tanah

“Sudah dua kali (somasi), dia tidak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum dan saya pidanakan dan perdatakan,” kata Luhut di Polda Metro Jaya, Rabu (22/9).

Luhut menyebut apa yang sudah dilakukan oleh keduanya bisa merugikan nama baiknya bahkan bisa memberi dampak kepada nama baik keluarganya.

“Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan,” beber Luhut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkot Bandung Pastikan Atlet Peparnas XVI Papua Dapat Kadeudeuh
Indonesia
Pemkot Bandung Pastikan Atlet Peparnas XVI Papua Dapat Kadeudeuh

"Kadeudeuh layak diberikan kepada atlet berprestasi. Karena mereka telah berkontribusi membantu Jabar meraih juara umum di PON. Termasuk para atlet Peparnas juga," kata Yana.

Besok Ada Festival Surken di Kota Bogor, Begini Rekayasa Lalu Lintas di Suryakencana
Indonesia
Besok Ada Festival Surken di Kota Bogor, Begini Rekayasa Lalu Lintas di Suryakencana

Budi menuturkan pengalihan arus berlaku untuk kendaraan sepeda motor maupun mobil

[HOAKS atau FAKTA]: AS Memperingatkan Penyakit Mirip Polio Akhir 2021
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: AS Memperingatkan Penyakit Mirip Polio Akhir 2021

Beberapa waktu lalu akun Facebook bernama Henna Maria membagikan sebuah tangkapan layar.

Indonesia dan Jepang Kerja Sama di Sektor Biomassa
Indonesia
Indonesia dan Jepang Kerja Sama di Sektor Biomassa

"Indonesia merupakan salah satu negarapenghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit. Pada 2021, sebesar 87,1 persentujuan ekspor cangkang kernel kelapa sawita dalah negara Jepang," ujar Didi

Anies Tetapkan PPKM Level 1 Periode Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Anies Tetapkan PPKM Level 1 Periode Libur Natal dan Tahun Baru

Pemprov DKI Jakarta menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 selama 21 hari mulai 14 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022.

Bertolak ke NTB, Jokowi Ingin Pastikan Kesiapan Mandalika Gelar MotoGP 2022
Indonesia
Bertolak ke NTB, Jokowi Ingin Pastikan Kesiapan Mandalika Gelar MotoGP 2022

Jokowi dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Ekonomi Khusus

Pegiat Media Sosial Adam Deni Sudah Jadi Tersangka Saat Ditangkap Polisi
Indonesia
Pegiat Media Sosial Adam Deni Sudah Jadi Tersangka Saat Ditangkap Polisi

Adam Deni diduga melakukan upload atau mentransmisikan dokumen elektronik yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak

Kemendibud Ristek Dorong Lagi PTM di Sekolah
Indonesia
Kemendibud Ristek Dorong Lagi PTM di Sekolah

Di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan tren positif dengan perubahan level Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini mendorong kembali dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Kompolnas Tunggu Klarifikasi Polda Metro Soal Status Hukum Ade Armando
Indonesia
Kompolnas Tunggu Klarifikasi Polda Metro Soal Status Hukum Ade Armando

Kompolnas turun tangan menindaklanjuti simpangsiurnya status hukum Ade Armando yang kini menjadi polemik di masyarakat. Pasalnya, polisi tak kunjung memberikan informasi pasti apakah dosen Universitas Indonesia (UI) itu masih berstatus tersangka kasus dugaan penodaan agama atau tidak.

Aktivitas Merapi Meningkat, BPPTKG Nilai Warga Belum Perlu Mengungsi
Indonesia
Aktivitas Merapi Meningkat, BPPTKG Nilai Warga Belum Perlu Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi meningkat usai mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejak Rabu (09/03) hingga Kamis (10/03 malam.