Yenny Wahid Sindir Kelompok yang Gunakan Cara Jalanan untuk Selesaikan Masalah Pemilu Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid (MP/Ismail)

Merahputih.com - Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menilai aksi pengerahan massa sejumlah pihak untuk menyikapi hasil Pemilu 2019 akan merugikan rakyat.

"Kalau pengerahan massa, yang terjadi adalah saling baku pengerahan massa, kalau sudah begitu pasti akan ada konflik di lapangan. Nanti malah rakyat yang tidak berdosa menjadi korban karena diprovokasi oleh para elit-elitnya," kata Yenny di kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/5).

Menurutnya, bila menganggap terjadi kecurangan dalam proses Pilpres 2019 agar dibawa ke lembaga yang berwenang, seperti Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) maupun Mahkamah Konstitusi (MK)

"Jadi kalau menuduh ada kecurangan bawa ke mekanisme yang disepakati, mekanismenya pun sudah disepakati semua partai. Jadi lebih baik dibawa ke sana," ujarnya.

Yenny Wahid dalam acara Silaturahmi Nasional Konsorsium kader Gus Dur di Rumah Pergerakan Gus Dur, di kawasan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (26/9) (MP/Ponco)

Yenny mengakui, pasca pencoblosan 17 April lalu, masyarakat terpolarisasi menjadi dua bagian dan terasa makin meruncing. “Saya minta kepada elit politik jangan selesaikan pemilu dengan cara jalanan. Jangan sampai nanti ada pengerahan massa pro dan kontra. Rakyat jangan diadu. Kasihan rakyat,” ujar putri ketiga Gus Dur ini.

Lebih lanjut, Yenny memaparkan, KPU akan menetapkan pemenang Pilpres pada 22 Mei dan apapun keputusannya harus dihormatin.

Bila ada rasa kecewa saat pengumuman nanti, Yenny menilai, itu wajar dalam demokrasi dan bisa diselesaikan dengan mekanisme konstitusional.

“Pun ada yang kecewa tetap harus dilakukan sesuai konstitusi, melakui mekanisme hukum. Kan (mekanisme pemilu), baik partai kubu Pak Prabowo dan Pak Jokowi juga sudah sepakat (patuh) jauh sebelum pemilu dimulai,” pungkasnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH