Yenny Wahid Serukan Politisi Tidak Gunakan Isu SARA Jelang Pemilu 2024 Yenny Wahid. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Politisasi isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) masih menjadi hal yang menghambat kualitas demokrasi

Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid mengingatkan para politisi agar tidak menggunakan isu suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) sebagai alat konsolidasi suara menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Baca Juga:

Surya Paloh Serukan Masyarakat Hindari Perpecahan Saat Pemilu 2024

Menurut dia, isu SARA memang dapat dengan cepat mendulang suara, tetapi dampaknya dapat memecah belah bangsa.

“Isu SARA menjadi isu yang paling mudah dipakai untuk konsolidasi politik, tetapi isu itu sangat berbahaya bagi masyarakat. Dampaknya panjang,” kata Yenny, dikutip dari Antara, Rabu (29/6).

Ia mengingatkan para politisi untuk tak mengambil jalan pintas tersebut dan meminta masyarakat sebagai pemilih agar cerdas serta tidak mudah terprovokasi apabila ada pihak-pihak yang menggunakan isu SARA dalam kampanye politiknya.

“Kita sebagai pemilih cerdas harus menuntut pertanggungjawaban tokoh politik agar tidak menggunakan isu SARA karena dampaknya masyarakat akan terbelah. Dampaknya panjang dan sangat merusak,” kata Yenny.

Baca Juga:

Sudah 16 Partai Politik Daftar Buat Ikut Pemilu 2024 Lewat SIPOL KPU

Yenny Wahid menyampaikan penggunaan isu SARA merupakan hal yang bertentangan dengan Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara.

Pancasila, kata Yenny merupakan cara hidup yang menghargai adanya kebinekaan atau keragaman dalam hidup bermasyarakat.

“Indonesia beruntung karena punya Pancasila. Bagi kami umat Islam, Pancasila adalah ikatan suci yang menyatukan seluruh warga negara Indonesia apa pun latar belakang agama, kepercayaan, dan ras dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yenny. (*)

Baca Juga:

4 Rekomendasi Rakernas II PDIP untuk Pemenangan Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi: Sumpah Pemuda Masih Sejalan Dengan Arus Zaman Sekarang
Indonesia
Jokowi: Sumpah Pemuda Masih Sejalan Dengan Arus Zaman Sekarang

Sumpah dan tekad pemuda yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 masih menggema hingga saat ini.

Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Kayak Zaman Belanda
Indonesia
Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Kayak Zaman Belanda

Habiburrokhman juga meminta Korps Bhayangkara menjerat semua pelaku

Ketua KPK: Penangkapan Walkot Bekasi Jadi Bukti Praktik Korupsi Masih Ada
Indonesia
Ketua KPK: Penangkapan Walkot Bekasi Jadi Bukti Praktik Korupsi Masih Ada

Kepala daerah yang baru saja ditangkap menjadi bukti bahwa praktik korupsi masih ada.

Ketua DPRD DKI Sebut Diskusi Interpelasi Formula E di Restoran Bentuk Parlemen Jalanan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Sebut Diskusi Interpelasi Formula E di Restoran Bentuk Parlemen Jalanan

Forum formal untuk membahas sesuatu salah satunya melalui rapat paripurna

Cak Imin Berkukuh Pemilu Ditunda Meski Klaim Taat Konstitusi
Indonesia
Cak Imin Berkukuh Pemilu Ditunda Meski Klaim Taat Konstitusi

"Ya masih lah (usul penundaan pemilu). Belum, belum (ubah sikap)," kata Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/3).

Gempa NTB Berlokasi di Darat akibat Subduksi
Indonesia
Gempa NTB Berlokasi di Darat akibat Subduksi

Gempa dengan magnitudo (M) 5 mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin sekitar pukul 10.44 WIB.

Wagub Uu Usulkan Hari Anak Yatim Nasional
Indonesia
Wagub Uu Usulkan Hari Anak Yatim Nasional

Pandemi COVID-19 dianggap menjadi momentum tepat bagi bangsa Indonesia memiliki Hari Anak Yatim Nasional.

Densus 88 Tangkap 5 Orang Penyebar Propaganda ISIS di Medsos
Indonesia
Densus 88 Tangkap 5 Orang Penyebar Propaganda ISIS di Medsos

Penangkapan tersangka kasus terorisme terus berlangsung. Terkini, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri menangkap lima orang tersangka teroris yang diduga terlibat dengan kelompok Daulah Islamiah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Prabowo Kokoh di Puncak, Elektabilitas Ganjar Tinggalkan Anies
Indonesia
Prabowo Kokoh di Puncak, Elektabilitas Ganjar Tinggalkan Anies

Bursa calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden 2024 mendatang makin ketat.

La Nyalla: Hegemoni Parpol Begitu Besar Tentukan Arah Perjalanan Bangsa
Indonesia
La Nyalla: Hegemoni Parpol Begitu Besar Tentukan Arah Perjalanan Bangsa

"Sekarang hanya partai politik yang menentukan arah perjalanan bangsa. Hanya mereka yang bisa mengajukan dan menentukan calon presiden yang harus dipilih rakyat. Elemen-elemen non-partisan sebagai bagian dari pemilik kedaulatan telah kehilangan peran. Juga DPD RI sebagai wakil daerah," katanya.