Yasonna Tempuh Berbagai Upaya Hukum Bekukan Aset Maria Pauline Tersangka kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa

Merahputih.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan akan terus mengejar aset yang dimiliki tersangka pembobol kas BNI Maria Pauline Lumowa yang berada di luar negeri.

“Kita akan mengejar terus. Bersama penegak hukum, kita akan melakukan asset recovery (pengembalian aset) yang dimiliki Maria Pauline Lumowa di luar negeri," ujar Yasonna dalam jumpa pers di Bandara Seokarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

Baca Juga

Ramai Pembobol Bank Maria Lumowa Dicokok, Saham BNI Malah Anjlok

Yasonna menegaskan, pihaknya akan menempuh berbagai upaya hukum untuk membekukan aset milik perempuan yang buron selama 17 tahun itu, termasuk melakukan pemblokiran terhadap akun yang dimiliki. Proses tersebut akan dilakukan setelah Maria menjalani proses hukum di Tanah Air.

Dia mengatakan bahwa proses pengejaran aset itu akan dilakukan secara bertahap.

“Ini tidak bisa langsung. Semuanya merupakan proses, tetapi kita tidak boleh berhenti. Semoga upaya ini bisa memberikan hasil baik bagi negeri sekaligus menegaskan prinsip bahwa pelaku pidana mungkin saja bisa lari, tetapi mereka tidak akan bisa sembunyi dari hukum kita,” kata Menteri berusia 67 tahun tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yasonna juga menjelaskan alasan dirinya memimpin proses ekstradisi terhadap Maria Pauline.

“Ini untuk menunjukkan keseriusan bahwa Indonesia berkomitmen untuk tujuan penegakan hukum. Puncaknya adalah pertemuan saya dengan Presiden Serbia pada awal pekan ini untuk menegaskan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa,” kata dia.

Tersangka kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa. Foto: Kemenkumham

Yasonna juga menyampaikan bahwa masa penahanan Maria Pauline Lumowa akan habis pekan depan. Itu sebabnya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM meningkatkan intensitas percepatan ekstradisi ini selama sebulan terakhir.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pembobolan kas BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif senilai Rp1,2 triliun. Maria menjadi buronan penegak hukum Indonesia selama 17 tahun terakhir, setelah terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus bentukan Mabes Polri.

Baca Juga

Kerja Dalam Senyap, Pujian Mahfud Pada Yasonna Bawa Buronan Kakap

Pemerintah Indonesia sebenarnya dua kali mengajukan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa kepada Pemerintah Kerajaan Belanda pada 2009 dan 2014, namun dua kali itu pula ditolak.

Permintaan ekstradisi, sebagaimana dikutip Antara, diajukan kepada Pemerintah Belanda karena perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, tersebut didapati sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Maria Pauline Lumowa kemudian ditangkap oleh petugas NCB Interpol Serbia saat mendarat di Bandara Internasional Nikola Tesla pada Juli 2019. Penangkapan dilakukan berdasarkan red notice pada 2003. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
10 Preman Pasar Tanah Abang Ditangkap Polisi Karena Peras Pengangkut Logistik
Indonesia
10 Preman Pasar Tanah Abang Ditangkap Polisi Karena Peras Pengangkut Logistik

Singgih belum memastikan berapa keuntungan yang didapat para preman

Djoko Tjandra Ungkap Keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak
Indonesia
Djoko Tjandra Ungkap Keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak

Djoko Tjandra dalam nota pembelaannya mengklaim tak mengetahui peruntukan uang tersebut

HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI
Indonesia
HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI

Melalui imunitas kolektif lewat vaksinasi dan infeksi, Jakarta akan bangkit

Ingin Nikmati Libur Nataru di Puncak? Pahami Aturan Ini
Indonesia
Sisa Waktu 2 Bulan, PSI Minta Anies Tak Menunda-nunda Pembahasan Anggaran 2021
Indonesia
Sisa Waktu 2 Bulan, PSI Minta Anies Tak Menunda-nunda Pembahasan Anggaran 2021

Pembahasan anggaran tersebut sudah terlambat hampir 3 bulan dari jadwal.

KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Duit yang Diamankan di Rumah Dinas Menteri
Indonesia
KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Duit yang Diamankan di Rumah Dinas Menteri

KPK mencecar bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenai uang yang diamankan di rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan.

PSI Minta Rizieq Shihab Contoh Said Aqil yang Berani Umumkan Positif COVID-19
Indonesia
PSI Minta Rizieq Shihab Contoh Said Aqil yang Berani Umumkan Positif COVID-19

“Jadi kalau sakit katakan sakit, begitu juga kena COVID, gak usah malu, apalagi sampai lewat pintu belakang segala,” jelas dia.

Kata Pemkot Solo Soal Kontroversi 400 Tabung Oksigen untuk Pembangunan GOR
Indonesia
Kata Pemkot Solo Soal Kontroversi 400 Tabung Oksigen untuk Pembangunan GOR

Beredar surat resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mengajukan 400 tabung oksigen ke Samator untuk proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Manahan.

Ribuan Wartawan Ikuti Vaksinasi COVID-19 di GBK
Indonesia
Ribuan Wartawan Ikuti Vaksinasi COVID-19 di GBK

Sebanyak 5.512 wartawan akan mengikuti vaksinasi COVID-19 serentak pada Kamis (25/2) hingga Sabtu (27/2) di Kompleks Gelora Bung Karno.

BNPB Kirim Ribuan Paket Bantuan Hingga Alat Tes COVID-19 ke NTT
Indonesia
BNPB Kirim Ribuan Paket Bantuan Hingga Alat Tes COVID-19 ke NTT

Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan