Yang Diingat Masyarakat Dayak Terhadap KH Ma'ruf Amin Calon presiden petahana Joko Widodo (kedua kiri) bergandengan tangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin (ketiga kanan) usai menyampaikan pidato politik di Gedung Joang 45, Jakarta, Jumat (10/8/20

Merahputih.com - Masyarakat Dayak dan umat lintas agama menyambut meriah kedatangan KH Ma'ruf Amin ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sabtu (15/9). Kunjungan Ma'Ruf Amin ini merupakan ketiga kalinya setelah sebelumnya melakukan kunjungan pada tahun 2017 untuk meredam konflik antara masyarakat Dayak dan Front Pembela Islam.

"Ini adalah kunjungan kiai (KH Ma'ruf Amin) yang ketiga ke Kalbar. Dalam kunjungan sebelumnya, pada tahun 2017, kiai turut berjasa meredam konflik antara masyarakat Dayak dengan FPI," kata Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, H Sukiryanto, di Pontianak.

Karena jasanya itu, masyarakat Kalbar, menurut Sukiryanto, sangat berterima kasih kepada KH Ma'ruf Amin. "Kalau kiai tidak turun saat itu, hampir terjadi konflik besar," katanya.

KH Ma'ruf Amin hadir dalam acara Dialog Kebangsaan yang dihelat para alumni organisasi kemahasiswaan. Saat tiba di lokasi dialog, di Hotel Grand Mahkota, Jalan Sidas, kiai disambut masyarakat adat Dayak yang dipimpin oleh Sekjen Masyarakat Dayak Nasional Yacobus Kumis, Ketua IKBM Kalbar H Sukiryanto, Ketua PWNU Kalbar H Hildi Hamid, dan tokoh lainnya.

KH Ma'ruf Amin. (MP/Rizki Fitrianto)
KH Ma'ruf Amin. (MP/Rizki Fitrianto)

Kiai Ma'ruf Amin diundang sebagai Dewan pembina BPIP. Dalam dialog kebangsaan bertema "Membangun Negeri Tanpa Diskriminasi", KH Ma'ruf Amin mengajak semua hadirin bersyukur karena Indonesia memiliki landasan ideologi Pancasila. Menurutnya, Pancasila adalah titik temu dan kesepakatan sehingga lahirlah NKRI.

"Kita sebagai bangsa bersyukur karena kita punya landasan kesepakatan yang menjadikan lahirnya NKRI yaitu Pancasila. Pancasila adalah titik temu," kata Kiai Ma'ruf membuka dialog dikutip Antara.

Kiai mengatakan harusnya Indonesia bersyukur memiliki ideologi Pancasila. Sebab, tak ada negara lain yang memiliki ideologi seperti Pancasila. "Kita beruntung sekali kita punya Pancasila, tidak semua negara punya itu. Yang punya landasan Pancasila dan UUD 1945 sehingga lahirnya NKRI," tambahnya.

Dialog kebangsaan tersebut digelar oleh Aliansi Kebangsaan Kalbar. Aliansi tersebut terdiri dari IKA PMII Kalbar, KAHMI Kalbar, PA GMNI Kalbar dan Forkoma PMKRI Kalbar. Sementara peserta yang hadir di kegiatan tersebut dari berbagai ormas, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, aparat keamanan, mahasiswa, dan lainnya. (*)

Baca Juga: Forum Ijtima Ulama II Diingatkan Jasa Ma'ruf Amin Penjarakan Ahok


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH