Yang Berbeda dari Upacara HUT RI Tahun Ini Suasana di depan kompleks Istana Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, jelang peringatan HUT RI ke-75. (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Pandemi COVID-19 bikin semua serba berbeda. Termasuk, upacara peringatan HUT RI yang setiap tahun digelar.

Setiap tahun, seluruh elemen mulai dari masyarakat hinggat pejabat berbondong-bondong menggelar upacara HUT RI. Namun, kali ini berbeda. Bahkan, Istana pun menggelar upacara yang tak biasanya buntut dari pancemi.

Baca Juga:

HUT RI, Pasar Digital UMKM Bakal Diluncurkan

Setiap tahun, masyarakat dilibatkan dalam proses detik-detik penaikan dan penurunan bendera di Istana Negara. Tahun ini, upacara diselenggarakan di tengan Pandemi yang bikin beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan upacara HUT RI.

Apa saja perbedaannya upacara saat keadaan normal dan saat panemi seperti sekarang ini? berikut penjelesannya:

1. Masyarakat hadiri upacara secara virtual

Istana membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti upacara secara daring melalui https://pandangistana.setneg.go.id.

"Setelah melakukan pendaftaran, pendaftar akan menerima notifikasi melalui pesan WhatsApp dan surel sebagai tanda bahwa permohonan undangan telah diterima," kata Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Yayat Hidayat dalam keterangan tertulis dari Setpres, Senin (10/8).

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) memberi ucapan selamat kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) usai upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8). Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) memberi ucapan selamat kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) usai upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8). Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

2. Protokol Kesehatan Ketat

Upacara HUT ke-75 RI kali ini harus wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. mulai memakai masker hingga jaga jarak antar peserta upacara. Para peserta wajib menjalani tes swab sebelum dan sesudah upacara.

"Kaitannya upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, upacara tetap khidmat, tetapi dengan peserta terbatas. Semua komponen yang terlibat dalam upacara hadir di situ, termasuk Paskibraka, tapi dalam jumlah terbatas," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat konferensi pers yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7).

3. Hanya 6 Pejabat yang Ikut Upacara di Istana

Pihak istana mengkonfirmasi bahwa hanya 6 pejabat yang menghadiri upacara secara fisik seperti Presiden Jokowi hingga Wapres Ma'ruf Amin.

Jokowi menjadi inspektur upacara, Wapres Ma'ruf Amin dan Ketua MPR Bambang Soesatyo jadi pembaca teks proklamasi, Menteri Agama Fachrul Razi menjadi pembaca doa, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis juga ikuti upacara.

"Upacara hanya dihadiri oleh Presiden (selaku inspektur upacara), dan Wakil Presiden serta petugas upacara, yaitu Ketua MPR (selaku pembaca teks proklamasi), Menteri Agama (pembaca doa), Panglima TNI, dan Kapolri, serta tidak mengundang pejabat dan masyarakat," tulis surat edaran Sekretariat Presiden.

Baca Juga:

Pemkot Yogyakarta Larang Warga Gelar Malam Tirakatan HUT ke-75 RI

4. Paskibraka Hanya 3 Orang

Paskibraka hanya berjumlah 3 orang. Ketiganya merupakan paskibraka tahun 2019. Berikut komposisi petugas upacara di Istana Merdeka terdiri atas:

- Komandan upacara: 1 orang- Paskibraka: 3 orang, berasal dari cadangan Paskibraka tahun 2019- Pasukan upacara: 20 orang dari TNI/Polri- Korps musik: 24 orang- MC: 2 orang- Pasukan pelaksana tembakan kehormatan saat detik-detik proklamasi kemerdekaan: 17 orang dari TNI. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pansus Banjir DPRD DKI Kembali Bekerja
Indonesia
Pansus Banjir DPRD DKI Kembali Bekerja

Pansus Banjir yang dibentuk pada awal tahun 2020 ini tengah menghimpun seluruh data penunjang penyebab banjir.

Diplomasi Vaksin COVID-19 Ala Indonesia
Indonesia
Diplomasi Vaksin COVID-19 Ala Indonesia

"Perang melawan covid-19 masih jauh dari selesai, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi dampak sosial-ekonominya," kata Menlu Retno.

Pasien Corona Melonjak Jadi 56.385 Orang
Indonesia
Pasien Corona Melonjak Jadi 56.385 Orang

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 1.006 pasien menjadi 24.806 yang sembuh.

Riza Patria Jadi Wagub, Anies: Insyaallah Kita Bisa Kerja Sama
Indonesia
Riza Patria Jadi Wagub, Anies: Insyaallah Kita Bisa Kerja Sama

Anies menyakini dirinya bersama Riza bisa bekerja sama dengan baik dalam menjalankan roda pemerintahan DKI disisa masa jabatan 2017-2022.

PSI Sebut Perluasan Ancol untuk Reklamasi Pulau K dan L
Indonesia
PSI Sebut Perluasan Ancol untuk Reklamasi Pulau K dan L

Hal itu dikatakan Mili setelah meninjau lokasi tersebut pada Selasa (30/6) kemarin.

PA 212 Sebut Pembangunan Terowongan Katedral dengan Istiqlal Mubazir
Indonesia
PA 212 Sebut Pembangunan Terowongan Katedral dengan Istiqlal Mubazir

Tidak ada urgensinya membangun terowongan itu di tengah ekonomi yang merosot dan banyak rakyat yang kelaparan.

PSI Apresiasi Jokowi yang Ikuti Sarannya Agar Mudik Dilarang
Indonesia
PSI Apresiasi Jokowi yang Ikuti Sarannya Agar Mudik Dilarang

PSI berharap seluruh jajaran pemerintahan bisa berkoordinasi

Setelah Suntik Vaksin, Ridwan Kamil Sempat Ngantuk 3 Hari
Indonesia
Setelah Suntik Vaksin, Ridwan Kamil Sempat Ngantuk 3 Hari

Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menjadi relawan vaksin COVID-19 mengajak masyarakat menyambut positif rencana vaksinasi yang digulirkan pemerintah.

Bangkitkan Ekonomi Sisi Permintaan Harus Ditingkatkan
Indonesia
Bangkitkan Ekonomi Sisi Permintaan Harus Ditingkatkan

Trennya pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,2 persen. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020, Kadin memprediksi antara minus 2 sampai dengan minus 3 persen.

Persahabatan Ormas Islam Ajak Seluruh Pihak Atasi Pandemi COVID-19
Indonesia
Persahabatan Ormas Islam Ajak Seluruh Pihak Atasi Pandemi COVID-19

LPOI/LPOK juga mendorong agar masyarakat tidak menggunakan simbol-simbol agama untuk perbuatan tidak baik