Yandri Usul Debat Capres Bahasa Inggris, KIK: Memang Paham? Sekjen PPP Arsul Sani (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Arsul Sani menilai tawaran debat capres berbahasa Inggris merupakan tawaran genit dan belum terlalu urgen untuk diadakan.

Menurutnya, lebih baik debat capres diarahkan untuk mempertajam ide dan gagasan Paslon agar masyarakat tercerahkan.

"Yang usul debat bahasa inggris itu memang paham bahasa inggris? saya kan tahu juga siapa anggota DPR yang bisa bahasa inggris Pernah kunker bersama-sama ke luar negeri, bahasa inggrisnya keluar atau tidak. saya tahu juga," kata Arsul kepada awak media di Posko Cemara, Jumat (14/9).

Dia menuturkan, kewibawaan negara juga tidak tergantung kepada kepala negaranya yang mampu berbahasa Inggris karena harus bergaul dengan negara luar. "Pak harto puluhan tahun, 30 tahun menerima tamu ya dengan bahasa indonesia dan terjemahannya. kemudian berbicara dalam forum internasional dengan bahasa indonesia kan tidak berkurang," terangnya.

Prabowo Subianto bersama Istri GusdurShinta Nuriyah dan anak Gusdur Yenny Wahid (MP/Ponco Sulaksono)

"Kita lihat juga Xi Jinping, kemudian sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan di Cina dan Jepang, ga pernah itu. meskipun saya yakin beliau juga ngerti sebagaiamana pak Jokowi bisa berbahasa inggris ya, jadi jangan genit," tambahnya.

Sekjen PPP ini pun mengimbau agar tawaran debat capres tidak usah genit-genit, karena kalau genit nanti ada elemen masyarakat yang genit, misalnya usul lomba tes baca al-quran, lomba sholat yang benar?

"Jadi jangan genit-genit malah bikin malu. Jangan-jangan nanti kalau ada debat bahasa inggris yang ga ngerti malah tokoh atau petinggi Partai, anggota DPRnya bukan hanya rakyat," ucap dia.

Sebelumnya, koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar satu sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris.

super junior
Super Junior, ibu Iriana dan Jokowi. (Foto: instagram@xxteukxx)

"Boleh juga kali ya. Ya, makanya hal-hal rinci seperti itu perlu didiskusikan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Yandri menuturkan, pemimpin Indonesia bakal bergaul dan banyak berbicara di forum internasional yang memerlukan penggunaan bahasa Inggris.

Untuk itu, kata dia, bahasa Inggris di debat capres-cawapres menjadi tak masalah meski di UU tentang Kebahasaan pidato resmi wajib disampaikan dalam bahasa Indonesia.

"Namun, karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada kesalahan komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar dari bahasa Indonesia itu," ujarnya. (fdi)

Kredit : fadhli


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH