Yakuza, Mafia Misterius Jepang dan 5 Fakta Menarik Dibaliknya Anggota Yakuza di Jepang. (Foto: indrasmansamapin.blogspot.com)

NAMA Yakuza tentu saja sering kalian dengar entah dari berbagai film atau cerita-cerita Jepang. Namun, tidak semua orang tahu apa arti sesungguhnya Yakuza, dan seberapa besar pengaruh dari Yakuza sendiri.

Yuk kita ketahui lebih dalam tentang Yakuza, gangster Jepang yang masih tabu dibicarakan dan sangat ditakuti oleh sebagian besar masyarakat Jepang.

1. Salah satu organisasi kejahatan terbesar di dunia

Yakuza, Mafia Misterius Jepang dan 5 Fakta Menarik Dibaliknya
Kenichi Shinoda (tengah), ketua dari organisasi kriminal terbesar di Jepang, Yakuza. (Foto: cnn)

Yakuza, atau biasa dikenal juga sebagai gokud? atau b?ryokudan merupakan organisasai kejahatan terbesar di Jepang. Biasanya anggota dari Yakuza akan ditandai dengan tato di seluruh tubuh dan senjata khas Jepang, yaitu pedang katana.

Bisnis yang mereka jalani biasanya melibatkan pemerasan, penyelundupan, perdagangan narkoba, prostitusi, perjudian, rentenir, real estate, cuci uang, dan perdagangan manusia.

'Yakuza' juga mengendalikan bisnis pada hampir seluruh bidang di Jepang, mulai dari restoran, bar, agen tenaga kerja, konstruksi, dan berbagai pabrik. Yakuza bukanlah terdiri dari satu organisasi saja, melainkan koleksi dari kelompok-kelompok kejahatan dengan suku asal yang berbeda.

Meskipun begitu, Yakuza juga memiliki sisi baik. Mereka dikenal sebagai kelompok yang sering melakukan donasi dan memberikan bantuan serta perlindungan ketika terjadi bencana alam seperti gempa dan tsunami yang sering terjadi di Jepang.

2. Arti nama Yakuza yang bermakna tidak berguna

Yakuza, Mafia Misterius Jepang dan 5 Fakta Menarik Dibaliknya
Yubitsume merupakan hukuman mengamputasi jari yang terjadi pada Yakuza. (Foto: thearticlesofasian.com)

Kata Yakuza berasal dari permainan kartu dari Jepang, Oicho-Kabu yang mirip dengan permainan kartu bakarat. Dalam Oicho-Kabu, jika kamu mendapatkan kartu dengan angka 8, 9, dan 3, maka jika dijumlah akan menghasilkan angka 20 yang artinya mendapatkan 0 poin, yaitu kemungkinan terburuk dalam permainan tersebut.

Bahasa Jepang untuk angka 8,9, dan 3 adalah ya, ku, dan za, yang menjadikan kata Yakuza bermaksa sebagai tidak berharga atau tidak berguna.

3. Struktur hirarki dari Yakuza

Yakuza, Mafia Misterius Jepang dan 5 Fakta Menarik Dibaliknya
Yakuza, organisasi kejahatan Jepang yang telah berumur lebih dari 400 tahun. (Foto: All Taht_s Interesting.)

Struktur dari Yakuza ini lebih seperti kekeluargaan yang mirip dengan struktur organisasi Mafia yang ada di Italia dan Amerika.

Struktur kepemimpinan Yakuza kurang lebih memiliki bentuk piramida. Satu orang yang disebut juga sebagai Kumicho adalah seseorang yang memberikan aturan-aturan terhadap bawahannya. Kumicho memiliki berbagai bawahan dan bos-bos yang memimpin kelompok-kelompoknya lagi.

Kunci dari hirarki ini adalah hubungan oyabun-kobun, yaitu peran ayah dan anak yang menjadi pengikat seluruh klan Yakuza. Oyabun yang memainkan peran ayah sangatlah ditakuti oleh kobun yang berperan sebagai anak.

Jika sang anak berperilaku baik dan patuh, maka sebagai imbalan, oyabun akan memberikan saran, perlindungan serta akan meningkatkan status dan martabat kobun tersebut.

Hirarki ini sangatlah ketat dan harus betul-betul dihormati, karena jika kobun tidak patuh pada oyabun, maka akan ada hukuman serius bagi para pelanggarnya.

Hukuman yang paling sering terjadi adalah kewajiban para anak untuk mengamputasi jarinya dan mengirimkannya kepada kumicho sebagai permohonan maaf. Kegiatan memotong jari ini disebut dengan istilah yubitsume.

4. Peran perempuan dalam organisasi Yakuza

Yakuza, Mafia Misterius Jepang dan 5 Fakta Menarik Dibaliknya
Para istri dari Yakuza juga memiliki tato disekujur tubuhnya yang jarang diperlihatkan. (Foto: Japan Society)

Menurut Chloé Jafé, fotografer yang menetap sementara di Jepang untuk melakukan riset, memberikan sedikit banyak cerita tentang kehidupan para perempuan di sekitar Yakuza, mulai dari yang berperan sebagai istri, anak perempuan, dan wanita simpanan.

Yakuza sangat jarang bergender perempuan. Gender perempuan sangatlah dikesampingkan di dalam dunia Yakuza'. Berbeda dengan mafia di bagian barat, para istri dari Yakuza tidak terlibat dalam aktivitas kriminal.

Karena pekerjaan suaminya, para istri dari Yakuza ini biasanya hidup di dalam komunitas kecil yang rahasia, dan hanya bergaul dengan sesama istri Yakuza. Bahkan perempuan-perempuan yang berperan sebagai istri dan anak pun hanya berstatus sedikit lebih tinggi dibanding para pembantu.

Dari penelitiannya, Chloé mengatakan bahwa para perempuan ini awalnya tidak membayangkan kehidupannya kelak jika menjadi istri dari Yakuza. Siapapun bisa menjadi istri Yakuza, tanpa ada kriteria khusus. Mereka jatuh cinta terhadap seseorang, yang sesungguhnya merupakan anggota Yakuza, dan itu semua terjadi begitu saja.

5. Makna tato menurut Yakuza

Yakuza, Mafia Misterius Jepang dan 5 Fakta Menarik Dibaliknya
Horiyoshi III, tattoo artist legendaris yang mentato para Yakuza. (Foto: vice.com)

Yakuza identik dengan tato pada seluruh tubuh yang bisa menggambarkan simbol dari klan mereka, gambar tentang kejadian historis di Jepang, atau prajurit samurai.

Tato yang dimiliki oleh Yakuza sesungguhnya biasanya tidak terlalu sering dipamerkan karena tujuan Yakuza mentato tubuhnya bukanlah hanya sekedar keperluan penampilan, melainkan adanya cerita dibalik setiap goresan artistik di tubuh mereka.

Dilansir vice.com yang mewawancarai Horiyoshi III, tattoo artist legendaris tempat dimana para Yakuza mempercayakan tubuhnya untuk digambar secara permanen, mengatakan bahwa tato merupakan ekspresi kebudayaan yang sangat kental di Jepang.

Di Jepang, tato memiliki konotasi yang sangat dalam, ketimbang hanya untuk kepentingan fesyen dan terlihat keren. "kami tidak menggunakan tato untuk memamerkan maskulinitas," ungkapnya.

Hal ini didasari dengan tradisi Jepang pada jaman Edo, dimana simbol tato akan dijadikan cap akan seberapa besar kejahatan yang dilakukan.

Tattoo artist yang menolak untuk men-tato bagian tubuh diatas leher dan di tangan ini juga mempercayai bahwa sesuatu yang indah adalah apa yang tidak bisa kamu saksikan. "tato yang ada ditubuhmu bisa menceritakan sejarah personal dan pengalamanmu", yang menurutnya bukan diperuntukkan sebagai konsumsi publik.

Seberapa keras pun mereka menutupinya, orang-orang Jepang tetap bisa mengetahui bahwa jika seseorang memiliki tato di sekujur tubuhnya, maka dia akan langsung dilabel sebagai Yakuza.

Karena ketabuan tato di Jepang dan label Yakuza ini, gubernur di Osaka bahkan mengharuskan karyawannya yang bekerja di pengadilan Osaka untuk menghapus tatonya untuk menghindari penghakiman orang-orang yang melabel orang bertato sebagai Yakuza. Bahkan kamu tidak bisa mandi di pemandian terbuka di Jepang jika kamu memiliki tato! (shn)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH