Yakinkan Investor Global, Ini Agenda Menteri BUMN Erick Thohir di Singapura Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MerahPutih.com - Menteri BUMN Erick Thohir berangkat ke Singapura, Selasa (10/12), dalam rangka meyakinkan investor global untuk masuk tanah air.

"Bapak Menteri BUMN Erick Thohir berangkat ke Singapura untuk melakukan pertemuan-pertemuan penting dalam rangka meyakinkan investor global, pasar internasional, dan semua pihak penting lainnya bahwa kita berada pada jalur yang benar di BUMN," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa, dikutip Antara.

Baca Juga:

Enggak Kuat Berikan 'Cash Back', Investor Utama OVO Jual Dua Pertiga Sahamnya


Arya mengatakan bahwa agenda Menteri BUMN sangat padat di Singapura, mengingat Erick harus bertemu dengan banyak pihak penting di sana.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga saat menghadiri acara seminar di Jakarta, Selasa (10/12/2019). ANTARA/Aji Cakti
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga saat menghadiri acara seminar di Jakarta, Selasa (10/12/2019). ANTARA/Aji Cakti

"Bapak Menteri BUMN Erick Thohir dijadwalkan bertemu dengan pihak-pihak penting antara lain bertemu dengan Menteri Perekonomian Singapura, lalu 40 investor terbesar di dunia, di mana salah satunya Grup Nomura, dan pihak-pihak lainnya," katanya dalam seminar "BUMN Going Global–Strategy & Action Plan" yang digelar Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terbang ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjalin beberapa kerja sama dalam upaya menekan impor minyak dan gas bumi (migas).

Baca Juga:

Bupati Pandeglang Khawatir Buntut Penusukan Wiranto, Investor Kabur dari Wilayahnya

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan negosiasi antara Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dapat menghasilkan kerja sama saling menguntungkan.

Menteri BUMN Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta. ANTARA/Desca Lidya Natalia
Menteri BUMN Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta. ANTARA/Desca Lidya Natalia

Erick mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui nanti bentuk investasi Indonesia dengan Uni Emirat Arab seperti apa, mengingat negosiasi saat ini masih berjalan.

Negosiasi antara Pertamina dan ADNOC tersebut merupakan salah satu upaya untuk menekan impor migas, yang sudah memberatkan arus kas pemerintah.

Selain itu, negosiasi tersebut merupakan upaya pengembangan BUMN baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Baca Juga:

Dua Harapan Besar Investor Listrik kepada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH