Yahya Waloni Ajukan Praperadilan, Polisi: Kita Uji di Pengadilan Tangkapan layar video amatir saat Muhammad Yahya Waloni tiba di Gedung Bareskrim Polri Jakarta, Kamis (26/8/2021). ANTARA/HO-tangkapan layar video amatir

Merahputih.com - Polisi tak mempermasalahkan tersangka kasus penistaan agama, Yahya Waloni melayangkan gugatan praperadilan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim untuk menguji sah atau tidaknya penetapan status tersangka Yahya Waloni.

“(Praperadilan) Hak dari tersangka, nanti kita uji di pengadilan,” kata Argo kepada wartawan, Selasa (7/9).

Baca Juga:

Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama, Yahya Waloni Langsung Dilarikan ke RS

Yahya Waloni sebelumnya mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan tersebut diajukan untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka terhadapnya yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri.

Kuasa hukum Yahya Waloni, Abdullah Alkatiri mengatakan permohonan gugatan praperadilan ini telah diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (6/9).

Alasan diajukan permohonan tersebut adalah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014.

Pada pokoknya menyatakan bahwa lembaga praperadilan berwewenang untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka sebagai pintu masuk upaya paksa lainnya.

"Seperti penangkapan, penahanan maupun penyitaan,” kata Abdullah kepada wartawan, Senin (6/9).

Abdullah sendiri menilai penetapan tersangka hingga penahanan yang dilakukan oleh penyidik terhadap Yahya Waloni tidak sah.

  Yahya Waloni tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Yahya Waloni tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pasalnya, kliennya itu ditetapkan sebagai tersangka hingga ditahan tanpa adanya pemanggilan dan pemeriksaan terlebih dahulu sebagaiman yang diatur dalam KUHAP Yahya Waloni ditangkap oleh penyidik Dit Tipidsiber Bareskim Polri di kediamannya yang berlokasi di Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 26, Agustus 2021 sore.

Dia ditangkap atas kasus ujaran kebencian dan penodaan agama yang dilayangkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada Selasa, 27 Apri 2021 lalu.

Seusai ditangkap, Yahya Waloni digelandang ke Bareskrim Polri sekitar pukul 18.26 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono berdalih penetapan tersangka dan penangkapan terhadap Yahya Waloni baru dilakukan, yakni lantaran penyidik perlu cermat dalam menangani kasus ini.

“Polri harus profesional, bicara profesional harus dengan cermat melakukan ini semua. Ini dilakukan, yang penting adalah semua laporan itu ditanggapi,” kata dia di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/8) lalu.

Dalam perkara ini, penyidik menjerat Yahya Waloni dengan pasal berlapis.

Baca Juga:

Yahya Waloni dan Muhammad Kece Dinilai Layak Dijerat Pidana Hasutan Kebencian Beragama

Pasal yang dipersangkakan sama seperti YouTuber Muhammad Kece yang juga terjerat dalam kasus ujaran kebencian dan penodaan agama dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Keduanya dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Belum sehari mendekam di tahanan, Yahya Waloni langsung dibantarkan ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia dilarikan kerena terserang penyakit jantung yang sudah lama dideritanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cara Jitu Pengrajin Blangkon Yogyakarta Survive saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Cara Jitu Pengrajin Blangkon Yogyakarta Survive saat Pandemi COVID-19

Perlahan tapi pasti penjualan pun mulai menggeliat, meski hanya beberapa blangkon per hari. Tapi, setidaknya stok blangkon yang telah diproduksinya dapat terjual.

Airlangga Beri Tugas Zainudin Amali Menangkan Pemilu
Indonesia
Airlangga Beri Tugas Zainudin Amali Menangkan Pemilu

Pada 2023, Airlangga menyebut penetapan dan pemantapan pemenangan partai dengan fungsionaris sebagai pasukan darat.

Wabup Sintang Meninggal Dunia
Indonesia
Wabup Sintang Meninggal Dunia

Wakil Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Yosep Sudiyanto, meninggal dunia di RSCM Jakarta pada Sabtu (18/9) pukul 11.00 WIB.

Uang Rp 3 Miliar untuk Hotma Sitompul dari Vendor Bansos Disebut Atas Perintah Juliarii
Indonesia
Uang Rp 3 Miliar untuk Hotma Sitompul dari Vendor Bansos Disebut Atas Perintah Juliarii

Uang Rp 3 miliar itu untuk membayar jasa Hotma sebagai advokat

Bantuan Sosial Buat Buruh Perlu Dievaluasi
Indonesia
Bantuan Sosial Buat Buruh Perlu Dievaluasi

Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) di Kementerian Ketenagakerjaan untuk meringankan beban masyarakat dan pekerja dinilain belum optimal.

Vandalisme dan Pencurian Fasilitas Taman Kerap Terjadi di Kota Bandung
Indonesia
Vandalisme dan Pencurian Fasilitas Taman Kerap Terjadi di Kota Bandung

Pemeliharaan dilakukan di 250 lokasi taman, termasuk taman-taman tematik. Keseluruhan di Kota Bandung terdata 733 taman, yang sebagian besarnya didominasi oleh taman di lingkungan perumahan dan pemukiman.

Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Hukum Selebgram Keponakan Ashanty
Indonesia
Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Hukum Selebgram Keponakan Ashanty

Selebgram Millen Cyrus kembali diamankan polisi saat razia protokol kesehatan di bar Brotherhood, Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan.

Satpol PP Solo Bubarkan Nobar Persis Vs Persijap
Indonesia
Satpol PP Solo Bubarkan Nobar Persis Vs Persijap

Satpol PP Solo membubarkan acara nonton bareng Liga 2 Persis Solo vs Persijap Jepara yang diadakan salah satu warung makan, Selasa (5/10) malam.

FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden
Dunia
FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden

Garda Nasional diberi wewenang mengirim hingga 15.000 tentara ke Washington

Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi 404 Not Found, Fadli Zon: Tidak Usah Baper
Indonesia
Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi 404 Not Found, Fadli Zon: Tidak Usah Baper

"Jangan mereduksi hak rakyat. Demokrasi kita sudah di ranking 102 dari seratusan negara, jadi tidak usah baper," tuturnya.