Wujudkan Pintu Gerbang Wisata Kuningan, Desa Paniis Gelar Festival Budaya Desa Paniis gelar festival budaya sebagai ajang pelestarian warisan budaya. (foto: MP/Mauritz)

UNTUK mengembalikan budaya dan kearifan lokal yang hampir punah, Desa Paniis, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Cirebon, menggelar Festival Budaya Paniis yang bertajuk Ngahiji di Lapangan Sepak Bola Paniis.

Acara festival budaya Paniis ini bertujuan mendorong, pengenalan dan melestarikan budaya dan identitas. Festival ini juga jadi ajang pembelajaran warisan nenek moyang.

Acara itu diawali kirab budaya yang diikuti ribuan warga dari lima dusun dengan membawa hasil bumi masing-masing.

festival budaya paniis
Prosesi kirab mengawali Festival Budaya Paniis. (foto: MP/Mauritz)

Kepala Desa Paniis, Mulus, mengatakan acara Festival Budaya Paniis yang bertajuk Ngahiji itu pertama kalinya diselenggarakan di Desa Paniis. "Agenda ini pertama kali kami laksanakan. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat baik. Acara ini gagasan dari masyarakat sekitar. Saya sebagai kuwu hanya mengakomodasi," katanya.

Mulus menjelaskan Kabupaten Kuningan merupakan kawasan wisata yang cukup banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. Oleh karena itu, pihaknya menggelar ajang ini. Selain itu, Desa Paniis direncanakan dijadikan pintu gerbang wisata Kuningan. "Mudah-mudahan pencanangan Desa Paniis sebagai kawasan wisata dan pintu gerbang wisata Kuningan dapat mengubah perekonomian masyakat semakin maju," katanya.

festival budaya paniis
Festival Budaya Paniis menampilkan warisan nenek moyang. (foto: MP/Mauritz)

Sementara itu, Pangeran Patih M Qodiron dari Keraton Kanoman Cirebon mengatakan sangat mendukung festival tersebut. Menurutnya, ajang ini merupakan bagian dari pembuktian dan tanggung jawab bersama.

"Saya sangat mendukung, ini menjadi pembuktian bahwa acara ini merupakan bagian tanggung jawab kami sebagai kesultanan untuk menjunjung khasanah budaya," katanya.(*)

Artikel ini merupakan hasil laporan Mauritz, kontributor MP wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kredit : mauritz


Dwi Astarini