Wow, Ilmuwan Ciptakan Kalkulator Penghitung Umur Manusia Seorang ilmuwan berhasil menciptakan kalkulator penghitung perkiraan umur manusia (Foto: pixabay/geralt)

IDE tentang kalkulator yang bisa memprediksi kapan kamu akan meninggal mungkin terdengar seperti film fiksi ilmiah. Namun, para ilmuwan dari University of East Anglia, telah membuat kalkulator seperti itu menjadi kenyataan, sebagai bagian dari studi baru.

Baca Juga:

WhatsApp Ungkap Enam Kerentanan Keamanan Baru

Kalkulator yang dijuluki Mylongevity, menunjukan pengaruh berbagai faktor medis, serta gaya hidup terhadap harapan hidup.

Profesor Elena Kulinskaya yang memimpin pengembangan aplikasi menjelaskan, bahwa orang-orang tertarik dengan harapan hidup mereka, tapi ini bukan hanya karena rasa ingin tahu yang tidak wajar.

"Harapan hidup adalah pertimbangan besar dalam perencanaan jangka panjang dan sangat penting bagi orang yang merencanakan tujuan keuangan dan strategi pensiun mereka, Ini juga dapat membantu orang meningkatkan harapan hidup mereka dengan membuat perubahan gaya hidup sehat," jelas Profesor Elena, seperti yang dilansir dari laman mirror.

Tampilan kalkulator penghitung umur manusia (Foto: mirror.co.uk)

Untuk menggunakan kalkulator tersebut, cukup memasukan data diri kamu, termasuk nama, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, apakah kamu perokok atau tidak dan sebagainya.

Kemudian, kalkulator akan mengungkapkan berapa lama kemungkinan kamu akan hidup, berdasarkan data dari kantor statistik nasional.

Baca juga:

Semakin Terhubung, Pengguna Facebook Akan Bisa Melihat Instagram Stories

Misalnya kamu memasukan data kamu, dan kalkualtor memperkirakan usia harapan hidup kamu sekitar 89,7 tahun.

Sementara itu, Profesor Elena mengungkapkan, bahwa perangat lunak yang dikembangkan, berdasar pada penelitian, dan menggunakan catatan kesehatan elektronik.

Dalam analisisi baru-baru ini tentang harapan hidup, Profesor Elena dan tim mengikuti kelompok yang terdiri dari 110.000 orang sehat, yang mencapai usia 60 antara tahun 1990 dan 2000, selama 25 tahun berikutnya. Setelah itu memperbarui status kesehatan mereka setiap enam bulan.

“Hasil analisis kami diterjemahkan ke dalam harapan hidup untuk 648 profil risiko yang berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin dan kode pos. Daftar faktor risiko yang kami gunakan termasuk hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, BMI, risiko serangan jantung dalam 10 tahun, status merokok, dan penggunaan statin," tutur Elena.

Perangkat yang digunakan untuk menghitung umur manusia berdasarkan penelitian dan catatan kesehatan elektronik (Foto: pixabay/alfcermed)

Namun, yang mengkhawatirkan, kalkulator dikembangkan sebelum pandemi COVID-19, jadi, bisa mengakibatkan penurunan harapan hidup bagi sebagian orang.

"Kami yakin bahwa aplikasi ini membantu menunjukkan efek relatif dari hal-hal seperti merokok. Tetapi kami berencana menyempurnakannya untuk mengeksplorasi perubahan harapan hidup yang disebabkan oleh pandemi," tambahnya.

Secara keseluruhan, para peneliti berharap kalkulator ini terbukti berguna bagi dokter untuk membantu orang melakukan perubahan gaya hidup guna meningkatkan harapan hidup mereka. (Ryn)

Baca juga:

Pakistan Blokir Tinder dan Sejumlah Aplikasi Kencan, Ini Penyebabnya

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH