Woodball Disebut Cocok untuk Semua Kalangan, Hanya Butuh Konsentrasi dan Konsistensi

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 20 Agustus 2025
Woodball Disebut Cocok untuk Semua Kalangan, Hanya Butuh Konsentrasi dan Konsistensi

Atlet  Woodball Indonesia I Gede Prabawa Dharma Nugraha Mapet.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - OLAHRAGA Woodball makin dikenal di Indonesia. Banyak orang yang tertarik mempelajari cabang olahraga ini karena permainannya yang unik dan mudah untuk dipraktikkan.

Atlet Woodball Indonesia I Gede Prabawa Dharma Nugraha Mapet menilai Woodball pada dasarnya bisa dilakukan semua orang. Ia mencontohkan olahraga asal Taiwan ini bisa dilakukan mulai dari anak-anak sampai lansia lantaran tak terlalu menguras tenaga yang berat. Hanya butuh konsentrasi dan konsistensi dalam berlatih.

Menurut Mapet, tongkat mallet untuk olahraga tak sulit didapat. Kamu bahkan bisa membelinya di toko daring. “Untuk malletnya saja harganya sekitar Rp 2,6 juta. Sedangkan untuk bola sekitar Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu untuk yang lisensi internasional,” kata Mapet saat ditemui di sela Kejuaraan Asian Cup Woodball Championship 2025 di JSI Resort, Bogor, Rabu (20/8).

Mallet mempunyai berat sekitar 3,5 kilogram. Bahannya merupakan campuran karet, aluminium, dan kayu. “Kalau bolanya terbuat dari kayu beratnya sekitar 240 gram,” ungkap Mapet.

Baca juga:

Presiden IWBF Puji Kinerja Penyelenggara Asian Cup Woodball Championship 2025 di Indonesia, Sebut bakal Tampilkan Pertandingan Seru


Mapet mengatakan bermain Woodball merupakan kegiatan yang menyenangkan. Buktinya, pria asal Bali ini sudah bermain Woodball sejak kelas 2 SMP. “Ya, sekitar 12 tahun. Pertama kali kenal karena ada teman yang mengajak. Saya berlatih dan langsung ikut kejuaraan,” ucap Mapet yang kini berusia 28 tahun ini.

Ia berharap bisa menjuarai Asian Cup Woodball Championship 2025. “Saya target ingin juara. Agar bisa mengharumkan nama bangsa dan menjadi inspirasi terutama untuk daerah asal saya di Bali,” harap Mapet.

Indonesia tengah menjadi tuan rumah Asian Cup Woodball Championship 2025 dan Aice Indonesia Open 2025 di JSI Resort, Bogor. Rangkaian agenda di Bogor juga mencakup Referee Licensing, President Cup, serta General Assembly Asian Woodball Federation (AWbF).

Kejuaraan ini diikuti atlet dari sembilan negara, yakni Taiwan, China, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, India, dan Indonesia sebagai tuan rumah.(knu)

#Woodball #Olahraga #Asian Cup Woodball Championship
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Akhiri Perjalanan 23 Tahun
Ronaldo mengungkapkan sudah waktunya menyerahkan jersey bernomor punggung 7 kepada generasi berikutnya.
Dwi Astarini - Jumat, 06 November 2026
Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Akhiri Perjalanan 23 Tahun
Olahraga
Pelari NYC Marathon Meninggal 3 Km sebelum Garis Finis, Umurnya Baru 24 Tahun
Sang ayah menyebut anaknya dalam kondisi kesehatan sempurna dan bentuk fisik yang prima.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
 Pelari NYC Marathon Meninggal 3 Km sebelum Garis Finis, Umurnya Baru 24 Tahun
Olahraga
Para Atletik Indonesia Koleksi 22 Medali di Asian Para Games 2026, Partin Muhlisin Pecahkan Rekor
Para atletik Indonesia menutup Asian Para Games 2026 dengan raihan 22 medali, terdiri dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Para Atletik Indonesia Koleksi 22 Medali di Asian Para Games 2026, Partin Muhlisin Pecahkan Rekor
Olahraga
Jadwal Asian Para Games 2026 23 Oktober: Indonesia Berpeluang Tambah Emas dari Bulu Tangkis
Jadwal Indonesia di Asian Para Games 2026 pada 23 Oktober akan berlangsung. Leani Ratri Oktila dan kolega tampil di lima final bulu tangkis.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Jadwal Asian Para Games 2026 23 Oktober: Indonesia Berpeluang Tambah Emas dari Bulu Tangkis
Olahraga
Catat Rekor Para Renang Asia Baru, Maulana Rifky Sapu Bersih 2 Emas Indonesia
Maulana Rifky Yavianda sabet 2 emas & rekor Asia baru di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kalahkan wakil tuan rumah Jepang. Simak selengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 20 Oktober 2026
Catat Rekor Para Renang Asia Baru, Maulana Rifky Sapu Bersih 2 Emas Indonesia
Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Olahraga
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Ia mengenakan jersey tersebut pada gim ketiga Final NBA 1998, yang merupakan musim terakhirnya bersama Chicago Bulls.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Bagikan