WNI Eks Kombatan ISIS Perlu Dicuci Otak Sebelum Pulang Tanah Air Anggota ISIS dan keluarga mereka berjalan saat mereka menyerah di desa Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Selasa (12/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Rodi Said/cfo

Merahputih.com - Pengamat politik Boni Hargens menilai, perlu ada upaya cuci otak bagi ratusan eks WNI yang menjadi anggota ISIS sebelum kembali ke Indonesia. Menurut Boni, permasalahan ideologi teroris itu bukan hal yang sederhana untuk dikikis atau dinetralisir.

"Butuh waktu. Untuk itu, mesti ada regulasi yang jelas dari pemerintah tentang bagaimana proses redoktrinasi sebagai langkah awal dari tahapan repatriasi," kata Boni kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/2).

Baca Juga

Presiden Jokowi Kurang Sreg Eks Simpatisan ISIS Dipulangkan ke Indonesia

Setelah cuci otak berhasil dilaksanakan, para warga eks ISIS ini mesti diberi kepastian tentang matapencaharian serta ruang sosial tempat mereka akan tinggal di tanah air.

"Akan sangat problematic kalau mereka kembali tinggal di kampung asal mereka. Hal itu merugikan diri sendiri sekaligus masyarakat di sekitarnya," jelas Boni.

Ia berpandangan, stigma sebagai teroris akan terus menjadi aib yang merusak kebahagiaan hidup mereka di tengah masyarakat. Masyarakat juga akan selalu waspada dan curiga. Kehidupan macam itu akan sangat rumit.

Untuk itu, perlu ada pemukiman khusus untuk mereka dengan sumber pencaharian yang jelas yang sudah dirancang oleh negara.

"Langkah ini berguna juga untuk surveillance oleh agensi terkait untuk memastikan pengawasan tentang perkembangan perilaku mereka setelah kembali ke tanah air," terang Direktur Lembaga Pemilih Indonesia ini.

Ilustrasi - teroris. (Foto: Antara/pixabay.com)

Boni beranggaan, proses ini menjadi kewenangan penuh pihak keamanan dan badan intelijen tanpa eksposur media untuk menghindari efek berita yang tidak positif.

"Pemerintah Bersama legislatif memikirkan aturan hukum atau legislasi dan regulasi yang tepat untuk repatriasi, sedangkan institusi keamanan terkait seperti Kepolisian bekerjasama dengan BNPT dan BIN berperan aktif dalam seluruh rangkaian repatriasi bersama kementerian dan lembaga negara lain yang relevan," jelas Boni.

Boni menambahkan, perlu ada studi demografik yang komprehensif tentang keluarga eks ISIS, siapa yang secara ideologis paling radikal, siapa yang hanya ikut dan menjadi korban dari keputusan suami/ayah, dan seterusnya.

"Darisitu, negara dapat membuat skala yang mengelompokkan mereka berdasarkan derajat keberbahayaan atau tingkat bahaya yang mungkin mereka timbulkan. Repatriasi akan berkaitan dengan itu semua," tutup Boni.

Baca Juga

PKS Ingatkan Pemulangan 600 Eks ISIS ke Indonesia Sesuai Amanat UUD 1945

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin 600 warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dipulangkan ke Indonesia.

Meski rencana dari pemerintah tersebut belum diputuskan, Jokowi menegaskan akan bilang tidak untuk upaya pemulangan itu. Pembahasan lebih lanjut soal rencana tersebut akan dibahas dalam rapat terbatas (Ratas) dengan kementerian terkait. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Kasus Positif Harian COVID-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD
Indonesia
Kasus Positif Harian COVID-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD

LaNyalla mengimbau kepada masyarakat agar bekerja bersama-sama pemerintah memerangi penyebaran COVID-19

Ibu Mertua Ketua KPK Firli Bahuri Tutup Usia
Indonesia
Ibu Mertua Ketua KPK Firli Bahuri Tutup Usia

Belum diketahui penyebab meninggalnya almarhumah

Takut Efek Samping, Alasan Warga Bakal Tolak Vaksinasi
Indonesia
Takut Efek Samping, Alasan Warga Bakal Tolak Vaksinasi

Program vaksinasi di Jawa Timur, digelar dengan mengutamakan wilayah Surabaya Raya: Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Pengamat Soroti Pola Komunikasi Pemerintah Hadapi Virus Corona
Indonesia
Pengamat Soroti Pola Komunikasi Pemerintah Hadapi Virus Corona

Pemerintah juga harus membangun sistem informasi yang terintegrasi dan sosialisasi secara masif

Jakarta PSBB Lagi, Layanan Transjakarta Tak Alami Perubahan
Indonesia
Jakarta PSBB Lagi, Layanan Transjakarta Tak Alami Perubahan

Pelanggan diharap?an dapat memanfaatkan media sosial baik instagram dan twitter dengan mengakses akun media sosial resmi milik TransJakarta

Habib Luthfi Sebut Takut Beraktivitas Saat Pandemi Sebabkan Was-Was dan Mudah Dikompori
Indonesia
Habib Luthfi Sebut Takut Beraktivitas Saat Pandemi Sebabkan Was-Was dan Mudah Dikompori

Usaha ini juga mesti dibarengi dengan sikap menautkan hati hanya kepada Allah SWT

Tak Ada Protap Kesehatan dari WHO, Pemprov DKI Belum Berani Buka Diskotek
Indonesia
Tak Ada Protap Kesehatan dari WHO, Pemprov DKI Belum Berani Buka Diskotek

"Sebenarnya waktu itu kita mintai juga follow up referensi protokol kesehatan dari negara-negara lain atau WHO, nah itu enggak ada feedback ke kita," kata Cucu

PFI: Anji Meminta Maaf ke Semua Jurnalis Foto dan Janji Hapus Postingan
Indonesia
PFI: Anji Meminta Maaf ke Semua Jurnalis Foto dan Janji Hapus Postingan

Anji minta maaf tidak hanya kepada jurnalis foto, tetapi semua wartawan Indonesia.

Pasutri Dokter di Rumah Sakit Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Pasutri Dokter di Rumah Sakit Solo Terpapar COVID-19

Hasil tracking keduanya, kata Juliyatmono, pasutri tenaga medis ini terpapar dari pasien yang dirawatnya di rumah sakit

Kisah Mantan Napi Terorisme Beri Pelatihan Pertanian dan Peternakan untuk Santri
Indonesia
Kisah Mantan Napi Terorisme Beri Pelatihan Pertanian dan Peternakan untuk Santri

Pondok Pesantren Al-Hidayah berada di bawah pimpinan Khaerul Ghazali yang merupakan eks napi terorisme.