Wisatawan Gunung Merapi Diimbau Memarkir Kendaraan ke Arah Jalur Evakuasi Gunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan freatik terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau wisatawan yang destinasi di kawasan lereng Gunung Merapi untuk memarkir kendaraan menghadap ke arah keluar atau arah turun jalur evakuasi.

"Pada liburan lebaran ini, kawasan lereng Merapi sisi barat maupun timur akan banyak dikunjunhgi wisatawan, dan terkait dengan status Gunung Merapi saat ini kami mengimbau pengunjung untuk memarkir kendaraan ke arah selatan atau jalur evakuasi," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan. Selasa (12/6).

Ia mengatakan, dalam beberapa hari ini kawasan wisata di lereng Gunung Merapi mulai banyak dikunjungi wisatawan baik itu di sisi barat atau kawasan Kaliurang maupun di sisi timur atau Volcano Tour di Cangkringan.

"Dari pengamatan yang kami lakukan objek-objek tersebut mulai banyak dikunjungi wisatawan seperti di event Festival Of Light Dancing Fountain di Gardu Pandang dan kawasan Tlogo Putri Kaliurang," katanya.

Letusan freatik Gunung Merapi
Letusan Freatik Gunung Merapi (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

Sedangkan di kawasan Volcano Tour Cangkringan pada siang hari juga sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke Bunker Kaliadem, Museum Sisa Hartaku, Kedai Kopi Merapi maupun di Kawasan Kalikuning.

"Sampai saat ini kondisi masih kondusif setelah beberapa waktu lalu Merapi meletus freatik," katanya dikutip Antara.

Makwan mengatakan, wisatawan yang berkunjung di kawasan lereng Merapi diimbau tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan pribadi dan keluarga. Wisatawan diimbau untuk selalu mengikuti dan mematuhi arahan petugas yang ada dan menggunakan pakaian serta alas kaki yang nyaman.

Dalam pemantauan Gunung Merapi yang dilakukan pada 11 Juni dari Pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, secara visual maupun CCTV BPBD Sleman Gunung Merapi terpantau berkabut. "Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah," katanya.

Gunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan freatik terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pada Minggu (10/6) berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, masih terekam beberapa aktivitas kegempaan di gunung teraktif di Indonesia tersebut. Gempa tektonik jauh terekam 2 kali dengan amplitudo maksimal 2,3 mm dan durasi 58 detik, gempa vulkanik 1 kali dengan amplitudo maksimal 2,3 mm dan durasi 10 detik, gempa guguran 1 kali dengan amplitudo maksimal 1,6-10 mm dan durasi 11-25 detik.

Selain itu, masih teramati pula asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dan tinggi mencapai 80 meter dari puncak Gunung Merapi. Oleh sebab itu, berdasarkan hasil pengamatan visual maupun instrumental, BPPTKG masih menyimpulkan bahwa tingkat aktivitas gunung di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu masih pada Level II atau Waspada.

Kegiatan pendakian Gununng Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan BPPTKG kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. "Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi," demikian imbauan BPPTKG. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH