Wisatawan di Puncak Bogor Jalani Tes COVID-19 Ilustrasi rapid test. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemeriksaan massal menggunakan alat tes diagnostik cepat atau rapid test untuk mendeteksi penularan COVID-19 dilakukan pada wisatawan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor.

"Rapid test ini akan terus kita lakukan mulai hari ini sampai Minggu. Untuk alat kita sediakan 1.000 khusus hari ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina.

Ia berharap, dengan adanya rapid test ini masyarakat akan lebih terdeteksi kesehatannya. Sehingga libur panjang kali ini, tidak menyebabkan klaster baru penularan COVID-19.

Baca Juga:

Libur Panjang, Penumpang Terminal Tirtonadi Solo Naik 20 Persen

Kegiatan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada Kamis dilakukan di Simpang Gadog Ciawi, Megamendung, dan Telaga Warna Cisarua dengan mengerahkan 40 petugas kesehatan.

Pada Jumat hingga Minggu, dikutip Antara, kegiatan pemeriksaan wisatawan akan dipusatkan di Simpang Gadog. Para wisatawan yang menunjukkan indikasi tertular virus corona dalam pemeriksaan cepat akan diambil sampel usap hidung dan tenggorokannya untuk diperiksa lebih lanjut.

Rapid test di puncak bogor
Rapid test di Puncak Bogor. (Foto: Antara).

Sampai Kamis pukul 10.30 WIB, Mike mengatakan, ada 17 wisatawan dari luar Bogor yang menurut hasil pemeriksaan reaktif virus corona dan petugas langsung mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dari wisatawan tersebut untuk pemeriksaan lanjutan dan melarang mereka melanjutkan perjalanan menuju Puncak.

Baca Juga:

Libur Panjang, Kereta Api Jarak Jauh Tersisa 52 Tiket

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wadirintel Polda Jatim Minta Gatot Nurmantyo Turun dari Atas Panggung Saat Acara KAMI
Indonesia
Wadirintel Polda Jatim Minta Gatot Nurmantyo Turun dari Atas Panggung Saat Acara KAMI

Wadirintel Polda Jatim, AKBP Iwan Kurniawan meminta, Gatot untuk segera turun.

 KPK Tetapkan Eks Pejabat Kemenag Tersangka Korupsi Komputer Madrasah
Indonesia
KPK Tetapkan Eks Pejabat Kemenag Tersangka Korupsi Komputer Madrasah

Tersangka baru tersebut yakni mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Ditjen Pendis, Kemenag Undang Sumantri.

Ada 1100 Mobil Nunggak Pajak, BPRD DKI Akui Sulit Telusuri Pemiliknya
Indonesia
Ada 1100 Mobil Nunggak Pajak, BPRD DKI Akui Sulit Telusuri Pemiliknya

BPRD memiliki kesulitan dalam melakukan penertiban

Mahfud MD Minta Ribut Kasus Asabri Disetop
Indonesia
Mahfud MD Minta Ribut Kasus Asabri Disetop

Mahfud enggan menanggapi bantahan Direktur Utama PT ASABRI

Sering Temukan TKI Telantar, Dedi Usulkan Dubes Indonesia Tempatkan Petugas di Bandara
Indonesia
Sering Temukan TKI Telantar, Dedi Usulkan Dubes Indonesia Tempatkan Petugas di Bandara

Dedi Mulyadi mengusulkan agar kedutaan besar Indonesia menempatkan petugas di bandara-bandara yang menjadi tempat potensi keberangkatan TKI.

Hari Ini Buruh Lanjutkan Mogok Nasional
Indonesia
Hari Ini Buruh Lanjutkan Mogok Nasional

KSPI juga menghimbau agar buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan

Ada Perawatan Wesel KRL, TransJakarta Tambah Armada di Stasiun Manggarai
Indonesia
Ada Perawatan Wesel KRL, TransJakarta Tambah Armada di Stasiun Manggarai

penambahan jumlah armada ini akan diberlakukan pada jam sibuk sehingga masa tunggu menjangkau frekuensi per 5 menit interval kedatangan.

 Wapres Ma'ruf Amin Sebut Perayaan Idulfitri 1441 H Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya
Indonesia
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Perayaan Idulfitri 1441 H Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya

“Idul Fitri kali ini tentu terasa berbeda, dalam kondisi pandemi saat ini tidak ada kesemarakan dan tidak dapat berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman,” kata Ma'ruf

Gunung Merapi Alami 18 Gempa Hembusan Hingga Pagi Ini
Indonesia
Gunung Merapi Alami 18 Gempa Hembusan Hingga Pagi Ini

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III

 Blusukan di Pasar Klewer, Gibran Belikan Oleh-Oleh Spesial untuk Anak dan Istri
Indonesia
Blusukan di Pasar Klewer, Gibran Belikan Oleh-Oleh Spesial untuk Anak dan Istri

Ditanya terkait apa saja keluhan pedagang selama blusukan, Gibran mengaku diantaranya keluhan itu soal kondisi kios ada yang sempit dan lantai paling atas sepi pembeli sehingga butuh perhatian biar ramai.