Pesona Indonesia
Wisata Tradisi di Kampung Tado Kampung Tado masih melestarikan adat istiadat leluhur. (foto: florestourism)

DESA wisata jadi destinasi menarik saat ini. Destinasi ini menawarkan pengalaman berwisata yang menyeluruh. Dari keindahan alam hingga budaya. Sejumlah daerah di Tanah Air kini berlomba membangun desa wisata sebagai destinasi unggulan.

Di Pulau Flores, ada enam desa ekowisata. Semuanya tersebar di Manggarai Barat, Ngada, dan Manggarai. Keenam desa itu ialah Desa Liang Ndara, Waerebo, Wulan, Wae Sano, Tado, dan Bena.

BACA JUGA:

Misteri Situs Megalitikum dan Keindahan Alam di Desa Doda

kampung tado
Kampung Tado di Manggarai Barat. (foto: fKampung Tado masih melestarikan adat istiadat leluhur. (foto: allindonesiatourism))

Setiap desa itu punya kekhasan masing-masing. Desa Waerebo, misalnya, memiliki rumah tradisional yang berbentuk kerucut dengan bubungan menjulang ke langit. Desa Bena punya rumah adat serta batu menhir yang diyakini sebagai tempat tinggal leluhur. Sementara itu, Desa Tado memiliki tenun ikat Manggarai Barat yang unik.

kampung tado
Kain tenun khas Manggarai Barat. (foto: tripadvisor)

Nama Desa Bena dan Waerebo memang sudah terlebih dahulu punya nama di kalangan pelancong. Lain dengan Kampung Tado. Desa tertua di Manggarai Barat ini terkenal karena usaha para warganya mempertahankan nilai-nilai budaya mereka. Nilai-nilai tersebut bahkan sudah mencapai jalan hidup bagi masyarakat Tado dan sekitarnya.

Kampung kaya tradisi ini terletak sekitar 45 km dari Labuan Bajo. Sejuta kisah bersejarah hidup di daerah ini. Itulah mengapa Kampung Tado terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan masyarakat Manggarai Barat yang diwariskan secara turun-temurun.

Terletak di Desa Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang, Kampung Tado dapat dijangkau dengan kendaraan jalan darat dari Labuan Bajo dengan jarak tempuh sekitar 90 menit atau dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, sekitar 120 menit.

Menikmati permainan tradisional di Kampung Tado. (foto: florestourism)

Selain, terkenal adat istadat yang lestari, Tado pada zaman dulu terkenal sebagai tempat pertahanan yang sulit tergoyahkan oleh tragedi peperangan yang dilakukan oleh pihak luar. Pada zaman peperangan, Kampung Tado disebut-sebut memiliki benteng pertahanan yang sangat kuat untuk menghadang gerak maju pasukan dan serangan dari musuh-musuh mereka.

Sebutan Tado sebenarnya mengacu juga untuk dua desa yang bertetangga, yakni Desa Nampar Macing dan Desa Golo Leleng. Masyarakat di desa itu hanya punya satu tua golo atau tetua kampung. Masyarakat kedua desa itu dipersatukan dan berada di bawah kepemimpinan seorang tua golo dengan membawahkan 12 mukang atau suku yang bersifat otonom.

Dalam berbagai urusan yang terkait dengan kehidupan sosial budaya, masyarakat adat Tado tetap tunduk dan taat di bawah kepemimpinan tua golo Tado. Bahkan hingga kini, masyarakat adat Tado sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat mereka secara konsisten.

Kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong dalam membangun kampung mereka amat dikedapankan. Bila ada masalah, mereka selalu selesaikan di tingkat golo/kampung. Hal itu dilakukan karena masyarakat di kampung itu menjunjung nilai-nilai perdamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bersama.

Saat berkunjung ke Kampung Tado, kamu masih bisa menyaksikan warga memasak dengan tembikar dan periuk dari tanah liat. Bahkan ada juga praktik pengobatan secara tradisional dengan menggunakan ramuan dari tumbuh-tumbuhan hutan.

Coba belajar menganyam tikar pandan.(foto: florestourism)

Jangan lewatkan juga menengok sejumlah sanggar budaya yang menampilkan kesenian, seperti tarian caci dan kesenian lainnya. Sanggar budaya setiap waktu siap melayani para tamu baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Mereka juga bersiap untuk menyambut perayaan-perayaan keagamaan atau pada pesta adat setempat.

Sebagai sebuah destinasi ekowisata, Kampung Tado dibangun berbasis komunitas. Untuk itu, agar kampung ini bisa terus berjalan, setiap pengunjung diwajibkan membayar sejumlah retribusi. Kamu bisa berpartisipasi dalam kehidupan kehidupan budaya dan tradisional mereka.

Kamu bisa mencoba belajar menganyam tikar pandan, membuat obat tradisional, memproduksi lentera tradisional, hingga belajar membuat minuman moke.

Mengingat kampung ini merupakan destinasi baru, belum tersedia falitas penunjang yang memadai di daerah ini. Kamu mungkin enggak akan menemukan restoran ataupun akomodasi komersial di destinasi ini. Namun jangan khawatir, warga lokal bisa membantu menyediakannya buat kamu. Yuk, berkunjung.(dwi)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keuntungan Candu Biayai Laju Pemerintah di Ibukota Baru (3)
Indonesiaku
Keuntungan Candu Biayai Laju Pemerintah di Ibukota Baru (3)

Ibukota baru jadi magnet banyak orang mencari peruntungan meski tanpa kebisaan.

Syarat Berwisata ke Yogyakarta yang Wajib Dijalankan Pelancong
Travel
Syarat Berwisata ke Yogyakarta yang Wajib Dijalankan Pelancong

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan sejumlah persyaratan yang wajib dibawa dan dimiliki pelancong.

Pangandaran Punya Gunung Bukan Hanya Pantai
Travel
Pangandaran Punya Gunung Bukan Hanya Pantai

Dari atas bukit itu wisatawan dapat melihat panorama deretan gunung dan pepohonan hijau.

PT KAI Daop 8 Bagi Tiket KA Gratis Plus Diskon hingga 75 Persen, Mau?
Travel
PT KAI Daop 8 Bagi Tiket KA Gratis Plus Diskon hingga 75 Persen, Mau?

Acara ini merupakan wujud dari rasa syukur akan anugrah atas kemerdekaan RI

Menikmati Alam Perdesaan di Kampung Budaya Pandanwangi
Travel
Menikmati Alam Perdesaan di Kampung Budaya Pandanwangi

Berada di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat.

Ciri Khas Madura dalam Sepiring Nasi Serpang
Kuliner
Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air
Kuliner
Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Pulau Laki dan Pulau Lancang menawarkan pesona pantai nan indah.

Cegah Pemudik Masuk, Polda DIY Tutup Jalur Masuk diperbatasan DIY-Jateng
Travel
Cegah Pemudik Masuk, Polda DIY Tutup Jalur Masuk diperbatasan DIY-Jateng

Polisi mendirikan 10 pos penyekatan di jalur perbatasan di lima kabupaten/kota.

Susah-Payah Soebardjo Menjemput Sukarno-Hatta
Indonesiaku
Susah-Payah Soebardjo Menjemput Sukarno-Hatta

Ia langsung mengajak Soediro menjemput Dwi Tunggal.

Jajanan Khas Indonesia, Namanya Sering Disingkat
Kuliner
Jajanan Khas Indonesia, Namanya Sering Disingkat

Jajanan khas Indonesia memiliki nama unik.