Wisata Indonesia
Wisata Domestik Diprediksi Masih Populer Destinasi domestik tetap menjadi pilihan. (Foto: Pixabay/freephotocc)

TUJUAN wisata domestik masih sangat diminati oleh para pelangcong. Diprediksi minat ini akan tetap hingga liburan akhir tahun. John Safenson, VP of Market Management Traveloka Accommodation, mengatakan berdasarkan jumlah pencarian di Traveloka, Bali serta tempat-tempat di Jawa seperti Bandung sudah mulai meningkat.

"Akhir tahun di semua destinasi pencariannya tinggi," kata John dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/11), seperti dilansir Antaranews. Sayangnya meski pencarian meningkat, keputusan untuk memesan tergantung dari situasi kondusif di masa mendatang.

Baca juga:

Melihat Sunrise di Bukit Rindu Gunung Prau via Wates

Gunung Prau menjadi salah satu destinasi domestik yang diminati, terutapa bagi para pendaki. (Foto: MP/Prasso)
Gunung Prau menjadi salah satu destinasi domestik yang diminati, terutapa bagi para pendaki. (Foto: MP/Prasso)

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang meluncurkan kampanye #DiIndonesiaAja. Tujuannya yakni mendorong pergerakan mulai dari titik terdekat (staycation) hingga atar pulau di Indonesia. Dengan demikian, perekonomian di sektor wisata bisa kembali tumbuh.

John memprediksi wisata domestik akan tetap menjadi pilihan populer hingga tahun depan. Mayarakat yang mulai berwisata staycation akan mulai mencoba road trip, kemudian perjalanan antarkota, antarprovinsi hingga antar pulau.

Baca juga:

Svarga Bumi, Destinasi Wisata Magelang Bernuansa Pedesaan Nan Asri

Sanghyang kenit, salah satu destinasi di Bandung. (Foto: Instagram/@sanghyang_kenit_official)
Sanghyang kenit, salah satu destinasi di Bandung. (Foto: Instagram@sanghyang_kenit_official)

"Kami harap itu akan memulihkan pariwisata lebih cepat karena tamu-tamu datang dari luar pulau," kata VP Marketing Traveloka Accommodation Shirley Lesmana.

Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo menjelaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan potensi pariwisata domestik di tengah kontraksi ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Kita mempersiapkan diri untuk mendorong kembali kebangkitan pariwisata pascapandemi COVID-19, negara-negara yang bertumpu pada pariwisata juga melakukan hal yang sama untuk memulihkan kinerja sektor pariwisatanya,” tutur Angela. (Yni)

Baca juga:

Ke Bandung Jangan Lupa Bertualang di Sanghyang Kenit

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengunjungi Candi Prambanan dengan Protokol Kesehatan Covid-19
Travel
Mengunjungi Candi Prambanan dengan Protokol Kesehatan Covid-19

Wisatawan mengenakan masker saat melakukan swafoto di komplek wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Tradisi Budaya Grebeg Maulud
Tradisi
Keraton Kasunanan Surakarta Tiadakan Tradisi Budaya Grebeg Maulud

Grebeg Maulud yang biasanya diselenggarakan harus ditiadakan karena pandemi COVID-19

Surga Ikan Asin di Tanjung Binga
Tradisi
Surga Ikan Asin di Tanjung Binga

Tak tanggung-tanggung, ikan asin yang dihasilkan oleh desa di Belitung ini memiliki pamor tersendiri. Bahkan sampai dieksport ke mancanegara

Kopi Arang Panas Khas Negeri Aing
Kuliner
Kopi Arang Panas Khas Negeri Aing

Kopi hitam dalam gelas yang ditambahkan arang yang masih membara. ini terkenal dengan nama kopi Jos atau kopi Joss

Destinasi Wisata di Yogyakarta Bakal Terapkan Cashless
Travel
Destinasi Wisata di Yogyakarta Bakal Terapkan Cashless

Uji coba akan dilakukan pada awal Juli 2020

Orang Nusantara Hanya Menikmati Kopi Jelek
Kuliner
Orang Nusantara Hanya Menikmati Kopi Jelek

Orang Nusantara tidak pernah bisa menikmati sebenar-benarnya biji kopi.

Kece Banget, ini 3 Spot Instagramable di Sekitar Danau Situ Patenggang
Travel
Favorit, Es Tebak Segar untuk Berbuka Puasa
Kuliner
Favorit, Es Tebak Segar untuk Berbuka Puasa

Di bulan Ramadan, minuman ini jadi favorit sajian berbuka.

Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi
Travel
Polusi dan Sampah di Yogyakarta Berkurang Drastis di Masa Pandemi

Yogyakarta menjadi bersih selama pandemi COVID-19.

Okupansi Hotel di Yogyakarta saat Libur Nataru hanya 30
Travel
Okupansi Hotel di Yogyakarta saat Libur Nataru hanya 30

PHRI DIY berharap tamu atau para wisatawan asal DIY bisa membantu memulihkan reservasi kamar hotel di daerah ini