Wisata Indonesia
Wisata Bendungan di Malang Kembali Dibuka Wisata bendungan di Malang kembali dibuka (Foto Unsplash glenn carstens peters)

PERUSAHAAN umum (Perum) Jasa Tirta I kembali membuka lokasi wisata Bendungan Selorejo di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tempat wisata ini sempat ditutup pada Maret 2020 namun kini dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Dikutip dari Antaranews Malang, Minggu (22/11), Manajer Pariwisata Selorejo, Bayu Pramudya mengatakan, Bendungan Selorejo bisa menjadi tempat liburan alternatif tanpa harus khawatir terpapar virus corona. Hal ini dikarenakan pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Baca juga:

Liburan ke Malang Cuma 2 Hari 1 Malam? Tetap Seru Kok

"Tamu wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan memakai masker, menjaga jarak dan diukur suhu badan. Di area wisata juga banyak dipasang tempat untuk cuci tangan," kata Bayu.

Bayu juga menyampaikan, semenjak dibuka kembali pada 1 September 2020, wisata Bendungan Selorejo telah ramai dikunjungi para wisatawan, meskipun untuk tamu hotel belum sepenuhnya kembali pulih.

Tempat wisata kembali ramai semenjak kembali dibuka. (Foto: Instagram/@pita_gemintang)

"Yang belum pulih itu tamu hotel ya, untuk wisatanya mulai ramai meski pandemi. Setelah buka operasional kami punya paket camping dan sekolah berkuda, dan naik perahu. Kami maksimalkan kegiatan outdoor," ujar Bayu.

Bayu menjelaskan untuk paket camping, para wisatawan yang datang dengan membawa perlengkapan sendiri bisa menikmatinya dengan biaya sebesar Rp35 ribu. Tanpa perlengkapan akan dikenakan biaya hingga Rp350 ribu untuk dua orang. "Itu lengkap dengan jalan-jalan dan makan pagi dan makan malam ya," katanya.

Baca juga:

Kajoetangan, Sisi Lain Sejarah di Malang

Sedangkan paket sekolah berkuda yang dimulai pukul 09.00 WIB dan 15.00 WIB, wisata Selorejo membandrol harga Rp200 ribu. Sementara untuk paket tiga hari, harga yang ditawarkan Rp500 ribu.

"Jadi materi berkuda teori dan praktik. Materinya apa yang tidak boleh dilakukan pada kuda, cara memberi makan kuda, merawat kuda, mengenali kuda. Terus ada praktik berkuda mulai naiknya, dituntun sampai bisa," katanya.

Bayu menambahkan untuk tiket masuk Taman Wisata Selorejo pada hari biasa seharga Rp13 ribu per orang. Akhir pekan atau pada hari-hari libur nasional sebesar Rp20 ribu per orang.

"Selorejo juga menyediakan hotel dan fasilitas meeting atau rapat. Harga hotel mulai Rp260 ribu per kamar untuk dua orang. Tersedia pula cottage mulai Rp540 ribu per unit," tukasnya. (kna)

Baca juga:

Menangkap Golden Sunrise dari 'Negeri di Atas Awan'

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cirebon Perkuat Potensi Wisata Religi Melalui Masjid Kuno
Travel
Cirebon Perkuat Potensi Wisata Religi Melalui Masjid Kuno

masjid kuno yang ada di Kota Cirebon memiliki keunikan

Pangandaran Contoh Penerapan AKB Sektor Pariwisata
Travel
Pangandaran Contoh Penerapan AKB Sektor Pariwisata

Di pintu masuk Pantai Pangandaran misalnya, pengunjung, yang saat ini hanya untuk wisatawan Jabar

5 Desa Adat nan Cantik Destinasi Pelesir Negeri Aing
Travel
5 Desa Adat nan Cantik Destinasi Pelesir Negeri Aing

Keunikannya membuat desa-desa wisata ini tujuan seru untuk pelesiran.

Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun

Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat kliwon.

Digitalisasi Peninggalan Budaya Beraksara Jawa
Tradisi
Digitalisasi Peninggalan Budaya Beraksara Jawa

Agar tetap bisa dipelajari generasi mendatang.

Wisata Gua Pindul di Masa Kenormalan Baru
Travel
Wisata Gua Pindul di Masa Kenormalan Baru

Wisatawan wajib mengenakan masker saat menjelajahi wisata alam di Gua Pindul, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Shrimp Toast, Cobain Resep Olahan Roti Tawar dan Udang
Kuliner
Kece Banget, ini 3 Spot Instagramable di Sekitar Danau Situ Patenggang
Travel
Raja Machmud Singgirei Rumagesan, Pahlawan Papua Melawan Pemerintahan Kolonial Belanda
Indonesiaku
Raja Machmud Singgirei Rumagesan, Pahlawan Papua Melawan Pemerintahan Kolonial Belanda

Raja Machmud Singgirei Rumagesan juga memperjuangkan Papua menjadi bagian dari Negara Indonesia.

Ragam Istilah Kain Nusantara di Masa Lampau
Tradisi
Ragam Istilah Kain Nusantara di Masa Lampau

Di masa lalu, banyak ragam istilah selain kain.