Wisata Bawah Tanah Terpopuler Dunia, Salah Satunya Ada di Jakarta Menjelajahi ruang bawah tanah terpopuler di dunia (Foto: travel.sygic.com)

RUANGAN bawah tanah biasanya berguna sebagai tempat persembunyian atau perlindungan jika terjadi bencana. Di eropa, setiap rumah modern pasti memiliki ruangan bawah tanah khusus. Biasanya dijadikan gudang atau tempat menyimpan barang tertentu.

Tak jarang ruang bawah tanah dijadikan sebagai lokasi wisata karena memiliki 'keindahan' tersendiri. Biasanya terdapat gua yang terletak di atas sungai atau danau. Terbentuk bertahun-tahun, dinding yang diselimuti bebatuan dari cairan gunung vulkanik.

Baca juga:

4 Gua Bawah Laut Terindah Dunia Jadi Destinasi Wisata Populer

Dilansir dari beberapa sumber, terdapat ruangan bawah tanah terpopuler di Dunia. Bahkan ada yang dijadikan sebagai penjara karena lokasi yang cukup mendukung. Dibalik suasananya yang seram terdapat keindahan yang bisa dinikmati pelancong.

1. Waitomo Glowworm Caves, Selandia Baru

Wisata Bawah Tanah Terpopuler Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia
Seperti dunia khalayan, Waitomo Glowworm Caves dapat dijumpai di Selandia Baru (Foto: go new zealand)

Populer sebagai negara kiwi, Glowworm Caves di Waitomo dihuni cacing yang bisa bercahaya di dalam kegelapan. Dalam bahasa Latin, cacing ini disebut Arachnocampa Luminosa. Kata luminosa menunjukkan cahaya yang dikeluarkan. Sedangkan, kata arachnocampa mencirikan kemiripannya dengan laba-laba yang mampu mengeluarkan benang jerat.

Berlokasi di Selandia Baru, gua ini pertama kali ditemukan oleh Fred Mace asal Inggris bersama kepala suku Maori tahun 1887. Pancaran cahaya biru-kehijauan itu mampu menarik mangsa. Cahaya ini diciptakan oleh sistem bioluminescent melalui oksidasi substrat molekul kecil seperti yang dikabarkan laman nature.

Untuk menjelajahi gua ini, kamu bisa menggunakan perahu. Pengunjung juga diperboleh menyelam. Terdapat tiga gua, ada Waitomo Glowworm Caves, Ruakuri Cave dan Aranui Cave. Kisaran biayanya mulai dari NZD 94 atau setara Rp 901 ribu untuk dewasa, NZD 35 atau sekitar Rp 335 ribu untuk anak-anak. Tur berlangsung selama tiga jam.

2. Penjara Museum Fatahillah, Indonesia

Wisata Bawah Tanah Terpopuler Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia
Penjara bawah tanah di Jakarta (foto: yukepo.com)

Sebuah penjara didirikan untuk menahan seseorang yang melakukan tindak kriminal dan membahayakan orang lain. Hukuman yang berlaku di seluruh dunia tersebut menjadi pilihan utama bagi pihak pengadilan. Biasanya, seseorang akan di penjarakan di dalam gedung khusus dengan penjagaan yang ketat.

Salah satunya di Indonesia. Penjara Museum Fatahillah berada di ruang bawah tanah wilayah Kota Tua, DKI Jakarta. Penjara yang cukup unik karena ukuran penjara wanita hanya 6x9 meter dengan penuh genangan air, sedangkan penjara pria berukurang lebih normal.

Menurut lansiran dari beberapa sumber, penjara tersebut pernah di huni puluhan orang. Dibiarkan begitu saja hingga meninggal sebelum disidang oleh pengadilan.

Baca juga:

5 Destinasi Wisata Tercantik di Asia, Nomor 4 Ada di Indonesia

3. Catacomb Paris, Prancis

Wisata Bawah Tanah Terpopuler Dunia, Salah Satunya Ada di Jakarta
Gua Catacomb Paris dipenuhi tulang-tulang dan tengkorak (Foto: les catacombes de Paris)

Gua Catacomb memiliki kedalaman mencapai 20 meter dengan lima lantai di bawah tanah. Sekitar 243 anak tangga untuk mencapai ke dalaman terdasarnya. Sejak abad ke-18, saat masalah kesehatan terjadi secara besar-besaran memutuskan penimbunan mayat di bawah tanah ini.

Ketika itu, petinggi Paris memutuskan penimbunan dilakukan pada lahan ini. Melansir dari laman les catacombes de Paris, lahan ini merupakan galian bekas penambangan Tombe-Issoire di bawah dataran Montrouge. Dicetuskan sebagai Paris Municipal Ossuary, galian bawah tanah ini diberi nama Catacombs.

Sepanjang gua ini tersusun tulang-tulang dan tengkorak orang yang meninggal karena terserang wabah penyakit di zamannya. Terbukanya gua ini secara umum ingin mendorong pengunjung untuk intropeksi dan meditasi.

4. Coober Pedy, Australia

Wisata Bawah Tanah Terpopuler Dunia, Salah Satunya Ada di Jakarta
Bekas area penambangan opal yang kini terbuka umum untuk wisatawan (Foto: smithsonian magazine)

Sekitar 150 juta tahun lalu, lautan menenggelamkan kawasan Coober Pedy. Selama ribuan tahun suku Aborigin mendiami area ini. Hidup di padang pasir, suku ini berprofesi sebagai pemburu yang tinggal secara nomaden. Mulanya, kawasan Coober Pedy dikenal sebagai Lapangan Opal Range Stuart.

Kawasan ini populer dengan kegiatan penambangan opalnya seperti yang dikabarkan situs resmi cooberpedy. Sekitar 85 persen pasokan opal di dunia berasal dari Coober Pedy. Banyak ruang bawah yang terbentuk secara sengaja untuk menggali opal. Dihuni sekitar 2,5 ribu penduduk, wilayah ini ditempati sejak Perang Dunia II. (Dys)

Baca juga:

5 Destinasi Wisata Paling Romantis di Dunia Ini Impian Para Traveller



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH