Wisata Alam Tidak Perlu Jauh-jauh, Ke Mulyaharja di Bogor Aja Hamparan sawah di Mulyaharja, Bogor (Foto: kotabogor.go.id / Prokompim Bogor)

BAGAIMANA rasanya panen padi di salah satu titik paling indah di Kota Bogor? Area persawahan Kampung Ciharashas, Mulyaharja, Bogor Selatan tersebut memang memiliki pemandangannya luar biasa.

Sebelumnya, Mulyaharja sempat menjadi salah satu kelurahan termiskin karena ada penyakit marasmus, bayi kurang gizi. Namun kini Pemerintah Kota Bogor tengah serius menggarap tempat itu menjadi destinasi wisata alam. Diharapkan dengan bergeraknya ekonomi setempat, lokasi tersebut dapat menjadi kelurahan termakmur di Kota Bogor.

Baca juga:

Tren Wisata Domestik dan Alam akan Jadi Tren di 2021

Di Kampung Ciharashas, Mulyaharja, masih terdapat lahan pertanian sekitar 23 hektare. Di mana, 3,5 hektare diantaranya merupakan lahan padi organik. Lokasi tersebut seperti 'surga' yang tersisa. Pemkot akan memastikan surga yang tersisa ini digarap maksimal.

Panen padi di tempat terindah di Bogor (Foto: kotabogor.go.id / Prokompim Bogor)
Panen padi di tempat terindah di Bogor (Foto: kotabogor.go.id / Prokompim Bogor)

Kota Bogor arahnya memang bukan sebagai produsen pertanian lantaran lahan murni pertanian hanya tersisa 132 hektare. Namun, dengan melestarikan kawasan yang tersisa dan mengembangkannya, bukan saja dapat mensejahterakan petani, tapi mensejahterakan warga sekitar.

Perjalanan Wisata Alam

Wali Kota Bogor Bima Arya memang tengah membuka potensi destinasi wisata alam yang aman dan sehat di era pandemi COVID-19 ini. Setelah sebelumnya menyuguhkan wisata rafting dan camping di kawasan Sukaresmi, Tanah Sareal, terbaru Bima Arya menunjukan aktivitas yang tak kalah seru di kawasan Mulyaharja, Bogor Selatan, yakni trekking menyusuri perkebunan, bukit, berjemur lalu diakhiri dengan panen padi organik dan ngaliwet di tengah sawah.

Baca juga:

Wisata Hutan Bambu Di Indonesia Tidak Kalah Dari Jepang

Trekking di area pedesaan itu menempuh total jarak 7 kilometer dengan titik start di area Bogor Green Forest, Pamoyanan. Waktu yang ideal adalah pukul 06.30 WIB, ketika sinar matahari masih ramah. Dari sana, kamu bisa melintasi berbagai medan ringan yang dirimbuni pepohonan.

Melewati kilometer pertama, trek mulai menanjak. Namun kamu dimanjakan dengan ilalang dan pemandangan Kota Bogor dari ketinggian. Terlebih, panorama Gunung Salak akan turut melengkapi kesegaran pagi. Mendekati titik akhir usai melalui berbagai trek yang menanjak, menurun terjal, jembatan bambu, jalan setapak dan sesekali melintasi pemukiman warga, akhirnya kamu akam mulai disuguhkan dengan hamparan persawahan yang hijau.

Pemkot Bogor kucurkan dana untuk wisata alam di Mulyaharja (Foto: kotabogor.go.id / Prokompim Bogor)
Pemkot Bogor kucurkan dana untuk wisata alam di Mulyaharja (Foto: kotabogor.go.id / Prokompim Bogor)

Kamu bisa menikmati berbagai minuman dan makanan khas Bogor, seperti bajigur, aneka rebusan, nasi liwet hingga durian. Menu nasi liwet yang disajikan warga setempat cukup beragam, mulai dari tumis jantung pisang, pepes tahu, teri, jengkol, dan cungkring.

Usai makan, aktivitas bisa dilanjutkan dengan memanen padi organik yang menjadi ikon Kampung Ciharashas, Mulyaharja, Bogor Selatan. Dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, kamu bisa mendapatkan pengalaman baru wisata alam yang cenderung lebih aman dilakukan pada masa pandemi ini. (Aru)

Baca juga:

Melalui Konten Digital, Kemenparekraf Promosikan Lima Destinasi Wisata

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wisata Batik di Kampung Laweyan
Travel
Wisata Batik di Kampung Laweyan

Salah satu sentra batik ternama di Jawa.

Menparekraf harap Desa Wisata dapat jadi Lokomotif Kebangkitan Parekraf
Travel
Menparekraf harap Desa Wisata dapat jadi Lokomotif Kebangkitan Parekraf

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan salah satu cara untuk memulihkan perekonomian Indonesia.

5 Olahan Daging Kambing untuk Hari Raya Idul Adha
Kuliner
5 Olahan Daging Kambing untuk Hari Raya Idul Adha

Sajian olahan daging kambing selera nusantara.

Cantiknya, Pohon Bakau 'Menari' di Pulau Sumba
Travel
Cantiknya, Pohon Bakau 'Menari' di Pulau Sumba

Nama itu disematkan sebab pohon bakau tersebut terlihat sedang bergoyang menyambut matahari terbenam di belakangnya.

Gua Liang Bua, Rumah si Hobbit dari Flores
Travel
Gua Liang Bua, Rumah si Hobbit dari Flores

Arkeolog dari Belanda, Inggris, dan Indonesia menjadikan gua ini sebagai tempat penggalian dan penelitian sejak 1930-an.

Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan
Tradisi
Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan

Banyak pesta pernikahan di Indonesia yang digelar hingga menutup jalan desa bahkan jalan raya.

Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan
Tradisi
Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan

Tradisi menyambut Ramadan di Sumatera Barat.

Rengginang Kini Punya kaleng Sendiri
Kuliner
Rengginang Kini Punya kaleng Sendiri

Jika selama ini rengginang identik dengan makan yang menjamur di saat Lebaran, kini ....

Domba Padjadjaran Ikon Baru Sumedang
Travel
Domba Padjadjaran Ikon Baru Sumedang

Domba ini merupakan hasil penelitian para dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sejarah Hari Ini, Yogyakarta Menjadi Ibukota Sementara Republik Indonesia (1)
Indonesiaku
Sejarah Hari Ini, Yogyakarta Menjadi Ibukota Sementara Republik Indonesia (1)

Sukarno mengangguk sepakat. Persiapan pemberangkatan dikebut.