Wiranto Tegaskan Jokowi Tidak 'Grasa-Grusu' Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir Abu Bakar Ba'asyir bersama Yusril Ihza Mahendra di Lapas Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Foto:Ist

Merahputih.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan kajian secara lebih dalam terkait pembebasan ustaz Abu Bakar Ba'asyir. Pihak keluarga telah meminta pembebasan sejak 2017 dengan alasan Ba'asyir sudah usia lanjut dan kesehatan yang terus menurun.

Sehingga, atas dasar itu dan alasan kemanusiaan, Presiden Jokowi memahami permintaan keluarga Ustadz Abu Bakar Ba'asyir tersebut. Pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir juga mempertimbangkan aspek-aspek lainnya seperti kesetiaan terhadap Pancasila, hukum dan lain sebagainya.

"Presiden tidak grusa-grusu, serta merta, tapi perlu mempertimbangkan aspek lainnya. Oleh karena itu presiden memerintahkan pejabat terkait meminta kajian mendalam dan komprehensif merespon permintaan itu," kata Wiranto di Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Senin (21/1).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyebut pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dilakukan demi dan atas dasar pertimbangan alasan kemanusiaan.

"Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan," kata Presiden Jokowi setelah meninjau Rusun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jabar, Jumat (18/1).

Abu Bakar Ba'asyir
Napi Teroris Abu Bakar Ba'asyir (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Presiden yang menugaskan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra untuk mengupayakan pembebasan Ba'asyir membenarkan bahwa kondisi kesehatan Ba'asyir yang menurun menjadi pertimbangan utama.

Meski begitu, sebagaimana dikutip Antara, Yusril menegaskan ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan. "Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," ujarnya.

Presiden mengatakan pembebasan tersebut sudah melalui pertimbangan yang panjang. Pengacara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra saat menemui narapidana kasus teroris Abu Bakar Ba'asyir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teroris Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir akan dibebaskan. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH